Mendung tak Berarti Hujan




Perilaku yang mungkin agak aneh pada zaman sekarang, ketika kita melihat masyarakat di datangkan suatu fenomena alam oleh Allah subhaanahu wa ta'ala, mereka seolah menganggap itu adalah hiburan sekilas

Bahkan diantara mereka ada yang bahkan mengabadikan momen tersebut, yang bisa jadi karena prilakunya itu, justru akan menyebabkan kebinasaan terhadap dirinya sendiri

Perlunya kita ketahui, hakikat Allah subhaanahu wa ta'ala menurunkan segala macam fenomena alam di muka bumi, adalah untuk memberikan rasa takut pada manusia
"Tidaklah Aku mengirimkan ayat-ayat tanda kekuasaan-Ku kecuali untuk menakut-nakuti mereka” [Al-Isra (17) :59]

Namun pada kenyataannya, berapa banyak diantara kita, orang yang meningkat rasa ketakutannya pada Allah subhaanahu wa ta'ala tatkala melihat fenomena fenomena alam tersebut

Padahal, baginda kita Nabi shalallahu 'alaihi wasallam senantiasa amat ketakutan, hanya karena fenomena alam yang sangat sering kita jumpai hari ini, yakni ketika mendung tiba

Apa yang kita rasa tatkala mendung tiba?
Kebanyakan kita merasa senang, karena kita merasa bahwa itu adalah pertanda turunnya hujan yang akan menyuburkan tanaman-tanaman yang kita tanam

Tapi sejatinya, yang dirasakan oleh Nabi shalallahu alaihi wasallam sungguh berbeda

Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tatkala melihat mendung atau angin, (terjadi perubahan pada keadaan beliau) hal itu diketahui dari wajah beliau. Maka Aisyah radhiyallahu anha pun bertanya : "wahai Rasulullah, aku melihat manusia apabila mereka melihat mendung, mereka senang. Mereka berharap akan turun hujan. (Namun) aku melihatmu, jika engkau melihat mendung, aku melihat di wajahmu ada kebencian (kegelisahan)". Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : "wahai Aisyah, apa yang bisa membuatku merasa aman, boleh jadi padanya ada adzab, sungguh telah diadzab suatu kaum dengan angin, dan sungguh ada suatu kaum yang mereka melihat adzab mereka justru mengatakan : ini adalah mendung yang akan menurunkan hujan kepada kami." (HR. Al Bukhari no. 4829 dan Muslim no. 2123 dari Aisyah).

Padahal jika kita perhatikan, pada masa Beliau shalallahu alaihi wasallam orang-orang beriman sangat banyak, sehingga potensi terkena adzabnya sedikit, tapi Beliau shalallahu alaihi wasallam tetap merasa sangat ketakutan

Lantas, bagaimana dengan keadaan kita hari ini?
Adakah pada masa kita saat ini lebih baik dari zaman Nabi shallalahu alaihi wasallam, sehingga kita seolah lebih aman dari adzab Allah subhaanahu wa ta'ala?

***

Akhukum Fillah, 5 Rabiul Akhir 1438 H
Oleh : Revi Rizki Ahmad

_______________
©Hunter Unpad 2017

Komentar

Postingan Populer