KAJIAN ABU TAKERU - SYARAH KITAB RIYADHUS SHALIHIN ep. 2
Pemateri : Abu Takeru (Hafidzahullah)
Tempat : Masjid Al-Furqon UPI Lt.4
Hari/Tanggal : 2 Rabiuts Tsani 1438 H / 1 Januari 2017
Resume oleh : Ummu Takeru (Teh Syifa Syahzanan)
***
Hadist pertama:
عَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman. HR Abu Dâwud no. 4833 dan at-Tirmidzi no. 2378. (ash-Shahîhah no. 927)
Kalau kita ga mempengaruhi temen ke arah yg lebih baik, maka kita yg akan dipengaruhi.
Ada di suatu kondisi, saat kita dakwah dan iman kita belum terlalu kuat utk berada di lingkungan tsb, maka kita gantungkan pada Allaah. Saat iman kita kuat baru boleh turun.
Orang yg melakukan dosa terang2an boleh ga dijauhi?
Boleh, dg alasan agar mereka jera. Kalau merekanya "hare-hare" ya jangan dijauhi.
*Mendiamkan gaboleh lebih dari 3 hari, kecuali dalam rangka menasihati.
***
Hadist kedua:
Rasulullaah shalallaahu 'alaihi wa sallam
"Sebuah pasukan akan menyerang kakbah, setelah mereka tiba di tanah yg luas, mereka akan dibenamkan ke dalam bumi dari yg awal sampai yg akhir. Kemudian mereka akan dibangkitkan sesuai niat mereka masing2" (HR. bukhari 2118)
***
Intermezzo
Allahﷻ berfirman:
وَاِذْ يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِسْمٰعِيْلُ ؕ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ؕ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), "Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 127)
Nabi ibrahim yg pasti diterima amalnya aja masih berharap amalnya diterima. Maka bagaimana dg kita?
Ka'bah pasti dilindungi oleh Allah, tapi masyarakat yg di lingkungan ka'bah, gaada jaminan keselamatan. Pernah di ka'bah ada zaman dimana darah sampai selutut. Kakbahnya tetep aman, tapi orang2nya dibunuh sampai darahnya selutut. Itulah kenapa pemerintah arab banyak pertimbangan utk ga nurunin pasukan buat ikut berperang ke suriah. Jadi utk hadis yg dimana disebutkan bahwa di kota mekkah dan madinah akan aman, jangan salah tafsir. Dan di dalil yg menyebutkan bahwa kakbah pasti Allaah melindungi juga jangan salah tafsir.
Qashwah adalah unta rasulullaah shalallaahu 'alaihi wa sallam, dulu lagi naik onta, tiba2 ontanya gamau jalan, mogok. Dia ditahan oleh Dzat yg menahan pasukan gajah. (HR Bukhari 2734)
Di dalam pasukan ini ada rombongan pedagang yg ikut jual beli. Mereka ga niat menyerang kakbah. Bahkan gatau kalau pasukan itu mau menyerang kakbah. Mereka gadapet dosa. Tapi tetep ditenggelamkan.
Pelajaran dari sini adalah, seseorang gaakan aman dari siksaan Allaah di dunia selama berada di lingkungan yg penuh maksiat.
Bagi yg tau walau gaikut perang, tetep ikut dapet dosa.
Misalnya kalau kita tau ini dosa, maka minimal kita ada perasaan benci kalau kita ga mampu atau ga berkuasa utk mengubahnya.
#ResumeKajian
_______________
©Hunter Unpad 201



Komentar
Posting Komentar