UST. ABU TAKERU - "KARTU ANDALAN"

Tauhid Episode 2A
Pemateri : Ustadz Abu Takeru
Tempat : Masjid Masi'ina Shalihin (SMAN 3 & 5 Bandung)
Hari/Tanggal : Jum'at, 5 Jumadits Tsani 1438 H / 3 Maret 2017 M
Resume oleh : Reivan (FAPET 2016)



***
[MUQADDIMAH]

Kita puji Allah ﷻ kita mohon pertolongan serta ampunannya,
Kita berlindung pada Allah ﷻ pada keburukan diri kita dan keburukan amal perbuatan kita,
Barangsiapa yang diberi hidayah oleh Allah ﷻ tak akan ada  yang bisa menyesatkanya,
Dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah ﷻ tak akan ada yang bisa memberinya hidayah.

Aku bersaksi bahwa tidak ada illah yang berhak di ibadahi kecuali Allah ﷻ dan bersaksi bahwa Muhammad ﷺ  adalah utusan Allah ﷻ



[PENGANTAR]
Ada seorang bapak yang sholeh dan ustadz terkenal sedangkan anaknya bandel.

Dan ada yang anaknya baik, sholeh akan tetapi bapaknya jauh dari agama dan senang berbuat dosa.

Memberi nasihat kepada orangtua adalah hal yang susah karena dahulu orangtua kita adalah orang yang ngurus kita sejak kecil dan akan sulit menerima nasihat dari kita.

Maka doakanlah orang tua kita mudah-mudahan Allah ﷻmemberikan hidayah kepada orangtua kita, sehingga mereka berdua bisa merasakan indahnya hidayah Allah ﷻ.

Maka hidayah adalah suatu yang sangat harus disyukuri karena tidak semua orang mendapatkan hidayah Allah ﷻ.

Ada suatu statemen yang sangat indah yang diucapkan para penghuni surga saat pertama kali menginjakan kaki mereka di surga

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدٰٮنَا لِهٰذَا ۙ  وَمَا كُنَّا    لِنَهْتَدِيَ لَوْلَاۤ اَنْ هَدٰٮنَا اللّٰهُ  ۚ

"Mereka berkata, "Segala puji bagi Allah ﷻ yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat hidayah sekiranya Allah ﷻ tidak menunjukkan kami.    
(QS. Al-A'raf: Ayat 43)

Semoga kita senantiasa mendapatkan taufik dan hidayah Allah  ﷻ dan diwafatkan dalam keadaan khusnul khotimah.



[ MATERI ]
Allah ﷻ  berfirman:

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْۤا اِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ اُولٰۤئِكَ لَهُمُ الْاَمْنُ وَهُمْ مُّهْتَدُوْنَ

"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kedzoliman, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk." (QS. Al-An'am: Ayat 82)

Saat mendengar ayat ini para sahabat khawatir dan langsung bertanya karena tidak ada seseorang yang berlepas diri dari mencampuradukan iman mereka dengan kedzoliman

Telah bercerita kepada kami Abu Al Walid telah bercerita kepada kami Syu'bah dari Al A'masy dari Ibrahim dari 'Alqamah dari 'Abdullah berkata;Ketika turun firman Allah ﷻ yang artinya: (Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezholiman ….) (QS al-An'am ayat 82), para sahabat Nabi  ﷺ berkata;Siapa diantara kita yang tidak mencampur adukkan imannya dengan kezholiman?. Maka kemudian Allah ﷻ menurunkan firman-Nya: (Janganlah kamu berbuat SYIRIK (menyekutukan Allah ﷻ ), karena sesungguhnya syirik itu benar-benar kezhaliman yang besar). (QS Luqman ayat 13).

Hadist Shahih Al-Bukhari (No : 3174)
Salah satu dari dosa SYIRIK adalah percaya pada TAHAYUL.

Contoh nya adalah ketika seorang percaya jika safar pada hari sabtu maka akan celaka, jika kita percaya pada TAHAYUL maka kita telah SYIRIK.

Lalu ada seorang yang mengisi tubuhnya dengan ilmu-ilmu kebal dengan bantuan jin juga adalah SYIRIK,dan banyak lagi contoh-contoh dari perbuatan SYIRIK tersebut,semoga Allah ﷻ  melindung kita dari melakukan dosa SYIRIK.

Dan orang-orang yang telah melakukan SYIRIK, tidak akan mendapatkan ketenangan di dalam hatinya sampai ia bertaubat.

Suatu hari nabi Musa 'alaihissalam meminta sebuah dzikir yang spesial khusus hanya untuk dia saja kepada Allah   ﷻ maka Allah ﷻ memberikan ucapan LAA ILAAHA ILLALLAH kepada nabi Musa 'alaihissalam, akan tetapi nabi Musa 'alaihissalam belum puas karena dzikir tersebut diucapkan juga oleh para sahabatnya, maka Allah ﷻ  berfirman

 ”Hai Musa, seandainya ketujuh langit dan penghuninya, selain Aku, serta ketujuh bumi diletakkan pada salah satu daun timbangan, sedang ’Laa ilaaha illallaah’ diletakkan pada daun timbangan yang lain; maka ’Laa ilaaha illallaah’ niscaya lebih berat timbangannya”.

Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan Al-Haakim, dan ia menshahihkannya.

Nabi ﷺ  bersabda:
إِنَّ اللَّهَ سَيُخَلِّصُ رَجُلًا مِنْ أُمَّتِي عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَنْشُرُ عَلَيْهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ سِجِلًّا كُلُّ سِجِلٍّ مِثْلُ مَدِّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَقُولُ أَتُنْكِرُ مِنْ هَذَا شَيْئًا أَظَلَمَكَ كَتَبَتِي الْحَافِظُونَ فَيَقُولُ لَا يَا رَبِّ فَيَقُولُ أَفَلَكَ عُذْرٌ فَيَقُولُ لَا يَا رَبِّ فَيَقُولُ بَلَى إِنَّ لَكَ عِنْدَنَا حَسَنَةً فَإِنَّهُ لَا ظُلْمَ عَلَيْكَ الْيَوْمَ فَتَخْرُجُ بِطَاقَةٌ فِيهَا أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ فَيَقُولُ احْضُرْ وَزْنَكَ فَيَقُولُ يَا رَبِّ مَا هَذِهِ الْبِطَاقَةُ مَعَ هَذِهِ السِّجِلَّاتِ فَقَالَ إِنَّكَ لَا تُظْلَمُ قَالَ فَتُوضَعُ السِّجِلَّاتُ فِي كَفَّةٍ وَالْبِطَاقَةُ فِي كَفَّةٍ فَطَاشَتْ السِّجِلَّاتُ وَثَقُلَتْ الْبِطَاقَةُ...

Sesungguhnya Allah ﷻ akan memilih satu orang laki-laki dari umatku di hadapan para makhluk pada hari kiamat. Maka dihamparkan padanya 99 kitab yang besar. Setiap kitab besar itu sejauh mata memandang.

Kemudian Allah ﷻ  berfirman: 'Apakah engkau mengingkari catatan ini? Apakah Malaikat pencatat amal mendzhalimi engkau?'

Orang itu berkata: 'Tidak wahai Tuhanku.'

Allah ﷻ bertanya: 'Apakah engkau memiliki udzur?'

Orang itu berkata: 'Tidak wahai Tuhanku.'

Allah ﷻ berfirman: 'Ya. Bahkan engkau memiliki satu kebaikan di sisi Kami. Sesungguhnya engkau tidak dizhalimi pada hari ini.' Kemudian keluarlah satu KARTU KECIL di dalamnya terdapat ‘Asyhadu an Laa Ilaaha Illallah wa Asyhadu anna Muhammadan ﷺ Abduhu wa Rosuuluh.'

Kemudian Allah ﷻ berfirman: 'Hadirilah penimbangan (amalmu)'.

Orang itu berkata: 'Wahai Tuhanku, apa arti satu KARTU KECIL ini dibandingkan kitab-kitab besar itu.'

Allah ﷻ berfirman: 'Engkau tidak akan didzhalimi.' Kemudian diletakkan kitab-kitab besar di satu sisi (timbangan) dan KARTU KECIL di sisi (timbangan) yang lain. Ternyata kitab-kitab besar itu ringan dan KARTU KECIL itu berat (bobotnya).
(HR. at Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dishahihkan Ibn Hibban dan al-Albany).

Subhanallah betapa besarnya kedudukan laa ilaaha illallah disisi Allah ﷻ sampai-sampai mengalahkan berat timbangan kitab-kitab catatan amal yang besar sang hamba.

Seorang yang sakaratul maut kita diperintahkan untuk menuntun nya untuk mengucapkan laa illaha illallah dengan tenang, karena saking beratnya saat sakaratul maut sekalipun itu adalah seorang ustadz ataupun ulama.

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم : لَقِّنُوْا مَوْتَاكُمْ قَوْلَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
Dari Abu Sa’id al-Khudriy radliyallahu anhu berkata, telah bersabda Rosulullah ﷺ , “Talkinkan orang yang hendak mati di antara kalian dengan mengucapkan “laa ilaaha illallah”. [HR Abu Dawud: 3117, Muslim: 916, 917, at-Turmudziy: 976, an-Nasa’iy: IV/ 5, Ibnu Majah: 1444, 1445 dan Ahmad: III/ 3. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih].

Sungguh perkataan laa ilaaha illallah ini sangatlah ringan pada saat kita hidup bahkan kita tidak perlu menggerakan bibir kita untuk mengucapkanya, akan tetapi perkataan laa ilaaha illallah akan menjadi sangat berat pada saat kita sakaratul maut, makanya Allah ﷻ menjamin orang-orang yang diakhir hayatnya mengucapkan laa ilaaha illallah maka masuk surga.

 عن معاذ بن جبل قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم: مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ اْلجَنَّةَ
Dari Mu’adz bin Jabal radliyallahu anhu  berkata, telah bersabda Rosulullah ﷺ , “Barangsiapa yang akhir ucapannya “laa ilaaha illallah” maka dia akan masuk surga”. [HR Abu Dawud: 3116 dan Ahmad: V/ 233 dari Mu’adz bin Jabal radliyallahu anhu. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih].

_______________
©Hunter Unpad 2017
Line@ ID : @vql7648g
https://line.me/R/ti/p/%40vql7648g

Komentar

Postingan Populer