UST. ABU UMAR INDRA - AKHLAH KEPADA DIRI SENDIRI

Pemateri        : Ustadz Abu Umar Indra (hafizhahullāh)
Hari/Tanggal : 22 Jumadil Ūla 1438 H / 19 Februari 2017
Tempat          : Masjid Darul Ihsan, T elkom Corporate University, Jl. Gegerkalong Hilir no. 47 – Bandung
Resume oleh  : (Gabungan)
*Dengan pengubahan seperlunya.





***

Perhatian seorang muslim untuk membersihkan dirinya merupakan tanda bahwa Allah menghendaki kebaikan kepada dirinya dan pasti menguntungkannya.

“Sungguh beruntung orang yang membersihkan jiwanya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams [91] : 9-10)

Rasulullah ﷺ juga bersabda bahwa taat kepada beliau menyebabkan seseorang masuk jannah Allah ﷻ.

كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى، قَالُوا:يَا رَسُولَ اللَّهِ وَ مَنْ يَأْبَى؟ قَالَ :مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى

“Setiap umatku akan masuk surga, kecuali yang enggan.” Mereka bertanya, “Siapa yang enggan, wahai Rasulullah?” Beliau berkata, “Siapa yang taat kepadaku, akan masuk surga, dan siapa yang tidak taat kepadaku, dialah yang enggan.” (HR. al-Bukhari no. 7280 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Perhatian yang tinggi untuk membersihkan hati ini menguntungkan karena akan meningkatkan usaha dirinya melakukan amalan-amalan.

Amalan-amalan membersihkan tubuh atau fisik yang diajarkan Rasulullah ﷺ seperti bersiwak, mandi, adab makan dan berpakaian, semua itu bentuk unsur-unsur untuk memperhatikan keindahan tubuh dan kebersihannya. Ada perhatian Islam yang jauh lebih besar yaitu memperhatikan kepada bersihnya hati.

"Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599)

Hati yang mencintai ibadah akan memberikan pengaruh kepada amalan-amalan yang terlihat. Orang yang cinta ibadah maka lisannya akan beribadah kepada Allah. Lisannya akan senantiasa berdzikir, membaca Al-Qur’an, menjauhi kemungkaran karena dia mencintai ibadah dan berbagai amalan lainnya.

Rasulullah ﷺ mengajarkan kita sebuah do’a agar mencintai amalan ketaatan kepada Allah, yaitu:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ

“Ya Allah, aku memohon agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu dan mencintai amal yang dapat mendekatkan diriku kepada cinta-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3235 dan Ahmad 5: 243. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Kita butuh do’a itu karena itu bagian dari adab kita kepada jiwa kita.

Ada beberapa langkah teknis yang dijelaskan para ulama, yang disini dinukil dari kitab Minhajul Muslim karangan Syeikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi dalam pasal yang berjudul Adab Terhadap Diri Sendiri. Agar dapat membersihkan hati, ada empat langkah yang dapat dilakukan :



1. At-Taubah (Bertaubat)
Taubat itu membersihkan dirinya dari kotoran dosa dan maksiat, menyesali atas semua dosa yang dilakukannya, dan bertekad kuat untuk tidak mengulangi dosa di sisa umur yang ada. Sisa umur itu ya hari ini. Karena kita tidak tahu apakah besok kita masih hidup atau tidak.

Allah memanggil orang-orang yang beriman dalam QS. At-Tahrim [66] : 8,
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.”

Bertaubat dari dosa yang dilakukan orang-orang yang beriman pada ayat diatas akan menyebabkan 2 perkara, yaitu:
a. Allah gugurkan dosa-dosanya.
b. Allah masukkan dia ke dalam surga.



2. Muraqabah (Senantiasa merasa diawasi Allah)
Perhatikanlah oleh kita bagaimana Allah mengingatkan kepada setiap jiwa untuk berhati-hati terhadap ilmu Allah dalam dirinya sebagaimana dalam QS. Al-Baqarah [2] : 235

وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ فَاحْذَرُوْهُ
“Ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu, maka takutlah kepada-Nya.”

Rasulullah mengajarkan ilmu Muraqabah yaitu Ihsan. Ihsan itu adalah:
“Engkau menyembah Allah subhaanahu wa ta’ala seakan-akan melihat-Nya. Jikalau engkau tidak melihat-Nya, maka Dia melihatmu.” [Muttafaq ‘Alaihi]

Ada beberapa perkataan dari ahlul hikmah, Al-Junaid pernah ditanya tentang sesuatu yang dapat membantu untuk menundukkan pandangan. Dia menjawab, “Dengan kamu mengerti bahwa pandangan Allah kepadamu lebih dahulu sampai daripada pandanganmu kepadanya.” artinya Allah lebih dahulu melihat kita sebelum kita melihat apa yang kita lihat.

Abdullah bin Mubarak berkata kepada seorang laki-laki, “Selalulah merasa di awasi oleh Allah subhaanahu wa ta’ala wahai Fulan.” Kemudian laki-laki itu bertanya mengenai Muraqabah, dan ia menjawab, “Selalulah merasa melihat Allah subhaanahu wa ta’ala.”



Sufyan as-sauri memberi wejangan :
1. Wajib engkau menghadirkan sifat merasa diawasi oleh zat yang tidak ada satupun tersembunyi darinya
2. Wajib bagimu untuk memanjangkan harapan kepada zat yang pasti memenuhi harapan orang yang berharap
3. Wajib bagimu untuk waspada kepada zat yang memiliki hukuman

Kenapa orang mampu berbuat dosa? Karena dia lupa bahwa allah adalah zat pemberi hukuman/uqubbah. Orang sering merasa terlena dengan ampunan dan rahmat allah.



3. Muhasabah (Introspeksi diri)
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr [59]: 18)

Andai Allah di saat ini, di waktu ini, mencabut nyawa kita lalu kemudian Insyaa Allah kita dimasukkan ke dalam nikmat kubur. Kira-kira nikmat kubur sampai hari kiamat itu berapa lama? kalau dibandingkan dengan kehidupan kita yang hanya 60/70/80 ini tidak ada apa-apanya. Selagi masih hidup, muhasabahlah diri kita. Apa yang kita siapkan untuk kematian serta akhirat kita?



4. Mujahadah (Bersungguh-sungguh untuk membersihkan jiwanya)
Yaitu berusaha untuk memerangi hawa nafsunya dan bersungguh-sungguh untuk mengabdikan diri kepada Allah. Hawa nafsu itu selalu mendorong kepada keburukan, sebagaimana terdapat dalam QS. Yusuf ayat 53. Lakukanlah semua amalan dengan penuh kesungguh-sungguhan.

Semoga Allah senantiasa mengampuni dosa-dosa kita.


_______________
©Hunter Unpad 2017
Line@ ID : @vql7648g
https://line.me/R/ti/p/%40vql7648g

Komentar

Postingan Populer