UST. MUBARAK BAMUALIM - SYARAH RIYADHUS SHALIHIN (Bab Kewajiban Seorang Istri Kepada Suami)


Pemateri : Ustadz Mubarak Bamualim Lc,M.H.I. (Hafizahullah)
Kajian Islam Ilmiah dari Rodja TV, Live




***
Dalam hadits yang muttafaqun ‘alaih, dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

“Tidaklah halal bagi seorang wanita untuk berpuasa sedangkan suaminya ada (tidak bepergian) kecuali dengan izin suaminya.”
(HR. Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

Hak seorang suami sangatlah besar di dalam rumah. Sehingga sang istri harus meminta izin untuk berpuasa (sunnah) dan menerima tamu.

Puasa yang tak perlu meminta izin adalah puasa Ramadhan, qadha Ramadhan, serta puasa nazar. Di luar itu haruslah meminta izin.

Terjadinya sesuatu dalam rumah tangga dapat disebabkan oleh orang ketiga. Salah satu pintu masuknya adalah adanya orang yang masuk ke dalam rumah tangga pasangan tersebut, membawa berita-berita yang merusak rumah tangga mereka. Maka berhati-hatilah dalam memasukkan seseorang dalam rumah tangga, apalagi tanpa izin suaminya.

Rasulullah ﷺ bersabda,
 كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالأَمِيْرُ رَاعٍ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَّةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ، فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّت) متفق عليه

“Kalian semua adalah pemimpin dan seluruh kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin. Penguasa adalah pemimpin dan seorang laki-laki adalah pemimpin, wanita juga adalah pemimpin atas rumah dan anak suaminya. Sehingga seluruh kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin.”(Muttafaqun alaihi)

Ini banyak dibahas ulama dalam pertanggungjawaban seorang manusia dalam kepemimpinannya. Dari pemimpin yang kekuasaannya luas hingga seorang budak akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah yang dipikulkan kepada orang tersebut.




_________
Amanah terbagi menjadi 2. Yaitu:

1. Yang diamanahi oleh Allah ﷻ

Amanah ini wajib untuk dikerjakan. Allah menciptakan manusia melainkan untuk beribadah kepada Allah, hanya mentauhidkan Allah, tak menyekutukan Allah dengan apapun, serta mengikuti seluruh perintah dan menjauhi segala larangan Allah.

2. Amanah dari sesama manusia

Apabila kita dititipkan segala sesuatu untuk diberikan kepada orang lain, kita harus melaksanakannya. Lalu, seorang manusia pun akan dimintai pertanggungjawaban akan orang-orang yang dipimpinnya.






_________
Seorang kepala rumah tangga merupakan pemimpin atas istri dan anaknya. Dirinya akan dimintai pertanggungjawaban atas istri dan anak-anaknya.

Allah berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ ناراً وقودها النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عليها مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدادٌ لاَّ يَعْصُونَ اللهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Qs. At-Tahrim [66]:6)

Bagaimana berlindung dari azab neraka? Mudah. Hanya dengan melaksanakan hukum Allah dan mengajak keluarganya.

Seorang istri dititipkan amanah untuk menjaga rumah, harta, maupun anak-anak yang dititipkan Allah kepadanya.

Kadang kita berpikir tentang amanah dari Allah menurunkan sesuatu di luar kapasitas kita, sedang kita melalaikan kewajiban kita. Marilah kita kerjakan sesuatu yang diwajibkan atas kita terlebih dahulu. Tak usah memikirkan/melakukan hal yang berat jika malah meninggalkan amanah yang diberikan.

Islam mengajarkan kita seperti ini agar tiap-tiap ummatnya menjalankannya. Dengan tiap-tiap umat menjalankan setiap amanah yang diberikan, maka akan menjadi mungkin jika kehidupan menjadi teratur.

Tiap-tiap insan memiliki amanah yang berbeda sesuai dengan jabatannya. Seorang pemimpin bertanggungjawab atas apa apa yang dipimpinnya. Bagaimana dia memakmurkan, melakukan kebaikan, maupun memberi fasilitas bagi apa apa yang dipimpinnya.

Wanita sangat berperan dalam masyarakat. Dirinya berperan dalam membuat generasi berakidah, yang cinta kepada Allah, masyarakat, maupun negerinya. Janganlah kita meremehkan wanita. Orang-orang besar, tak lepas dari pendidikan ibu mereka. Sejarah mencatat, bagaimana para wanita bekerja keras mendidik anak-anak mereka sehingga anak mereka menjadi seorang yang besar.

Imam Nawawi Rahimahullah dalam Riyadush Shalihin berkata:

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَيُّمَا رَجُلٍ دَعَا زَوْجَتَهُ لِحَاجَتِهِ فَلْتَأْتِهِ وَلَوْ كَانَتْ عَلَى التَّنُّوْرِ
“Suami mana saja yang memanggil istrinya untuk memenuhi hajatnya, maka si istri harus/wajib mendatanginya (memenuhi panggilannya) walaupun ia sedang memanggang roti di atas tungku api.” (HR. Al-Tirmidzi dan al-Nasa’i. Dishahihkan Ibnu Hibban dan Al-Albani)

Ini merupakan kewajiban seorang istri wajib untuk memenuhi hajat seorang suami, walaupun sang istri sedang sibuk. Istri wajib untuk memenuhi kemauan suaminya. Ini dilakukan agar keduanya tetap menjaga kehormatan masing-masing.

Hadist ini juga mengajarkan kita untuk saling tolong menolong dalam kebaikan. Dengan melayani suami, mereka takkan melakukan hal yang keji karena sudah diredam dengan perilaku yang dihalalkan.

Sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda,

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ َلأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.” Hadits hasan shahih: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 1159), Ibnu Hibban (no. 1291 – al-Mawaarid) dan al-Baihaqi (VII/291), dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu. Hadits ini diriwayatkan juga dari beberapa Shahabat. Lihat Irwaa-ul Ghaliil (no. 1998).

Muadz bin Jabal di Syam melihat kaum Nasrani bersujud kepada pendeta mereka. Muadz merasa hal ini pantas dilakukan kepada Rasul. Saat pulang, dirinya sujud kepada Rasulullah. Dirinya heran atas perlakuan Muadz. Kemudian Muadz menjelaskan apa yang dilihatnya ketika di Syam. Rasulullah kemudian bersabda seperti Hadist diatas.

Sujud kepada seseorang tak dibenarkan, sehingga rasulullah enggan orang sujud atau tunduk kepadanya. Sujud hanya kepada Allah. Sujud adalah ibadah sehingga terlarang untuk sujud kepada makhluk Allah.

Hal suami sangatlah besar atas istrinya. Dalam hal yang baik, istri wajib mentaati dan memberikan hak tersebut. Namun tetap dilarang untuk mentaati perintah suami yang menjerumuskan dirinya ke dalam kemaksiatan kepada Allah.

#ResumeKajian
_______________
©Hunter Unpad 2017
Line@ ID : @vql7648g
https://line.me/R/ti/p/%40vql7648g

Komentar

Postingan Populer