UST. NUZUL DZIKRI - RESEP DITOLONG ALLAH




Ustadz Nuzul Dzikri, Lc. (Hafizhahullah)

***
Apa yang kita lakukan ketika:

-kita mendengar berita yang mengejutkan, mendapat telepon bahwa pasangan (istri/suami) kita mengalami kecelakaan?

-kita mendapatkan kabar bahwa anak kita terjatuh disekolahnya atau tertabrak ketika menyebrang sebuah jalan?

- apa yang kita lakukan ketika kita menerima kenyataan bahwa kalah dalam sebuah tender?

- atau kita mendapatkan berita yang tidak mengenakan dan menyesakkan dada dan sebagainya..?

Panik!.. Bingung!.. Atau kita langsung mengambil telepon kita dan menghubungi orang yang berkaitan dengan masalah tersebut.

Masalah ini telah dijelaskan oleh Nabi shalallahu’alayhi wasallam. Mari kita simak sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang hasan.

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلَّى

“Nabi kita shallallāhu ‘alayhi wa sallam apabila berhadapan dengan masalah (yang tidak mengenakan, yang menyedihkan, masalah besar) maka beliau segera mengerjakan shalat.”

 Bukan menghubungi relasi kita, bukan panik, bukan galau, namun tuntunan nabi kita shallallāhu ‘alayhi wa sallam yaitu shalat. Mengapa shalat? Karena Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman dalam surat Al-Baqoroh ayat 45,

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِين

“Dan mintalah pertolongan kepada Allāh dengan sabar dan dengan mengerjakan shalat. Sesungguhnya shalat itu amatlah berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”

Inilah resep Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam, beliau mengerjakan shalat karena Allāh akan menolong kita, ketika kita mendekat kepadanya. Kita akan ditolong oleh Allāh ketika kita mengingatnya, kita akan dijaga oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla pada saat kita menjaga hak-hakNya.

اِحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ

“Jagalah hak Allāh maka Allāh akan jaga dirimu.”
(HR Tirmidzi)

Oleh karena itu ketika kita mendapat berita duka, berita yang mengagetkan,  berita yang tidak menyenangkan, maka segeralah ambil air wudhu, lalu takbiratul ihram, kemudian SHALATLAH.

Ibnu Abbas pernah berjalan disebuah jalan, lalu ada orang yang menghampirinya dan memberitahukan bahwa saudaranya telah meninggal dunia.

Apa yang dilakukan beliau?
Beliau langsung menepi dan beliau langsung shalat dua raka’at lalu beliau memanjangkan shalatnya berdoa kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, bersimpuh kepada Allāh lalu beliau mengucapkan salam beliau kembali ke tunggangannya dan beliau berjalan sambil membaca Al Baqarah ayat 45.

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاة

“Mintalah pertolongan kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla dengan kesabaran dan dengan mengerjakan shalat.”

Ini juga yang dilakukan oleh ummu Kultsum ketika melihat suami tercintanya Abdurahman bin ‘Auf itu pingsan dan beliau khawatir luar biasa.

Apa yang beliau lakukan ?
Beliau langsung pergi ke masjid dan mengerjakan dua raka’at mengingat firman Allāh,

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاة

“Minta pertolongan kepada Allāh dengan sabar dan dengan mengerjakan shalat.”

Dan inipun yang dilakukan oleh Nabi Ibrāhim ‘alayhissalām ketika harus menerima kenyataan bahwa istri tercintanya Sarah diambil oleh orang-orang penguasa Mesir, dipisahkan darinya.

Apa yang dilakukan Nabi Ibrāhim ‘alayhissalām? Apakah beliau menghubungi manusia?

Dalam hadits Bukhari beliau ‘alayhissalām langsung mengerjakan shalat dua raka’at salam, dua raka’at salam, dua raka’at salam, sehingga Sarah tidak bisa dijamah oleh penguasa Mesir tersebut.



Ini adalah resep nabawi, resep untuk orang-orang beriman, yakin atau tidak bahwa Allāh mampu menolong kita. Kerjakanlah shalat, dekatkan diri pada Allāh bukan justru malah menjauh, dan justru kita lebih dekat dengan manusia ketika kita sedang mendapatkan masalah, mendekat kepada Allāh jallaa wa’ala, dengan mengerjakan shalat,

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاة

“Mintalah pertolongan kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla dengan kesabaran dan dengan mengerjakan shalat.”

إِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَـعِنْ بِاللهِ

“Jika anda meminta pertolongan mintalah pertolongan kepada Allāh, dan Allāh minta kita untuk mengerjakan shalat.” (HR Tirmidzi)

Dan yakinlah bahwa Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan menolong kita dengan shalat kita tersebut,  jika sesuai dengan sunnah, dilakukan dengan penuh kekhusyuan, kerendahan, dan penuh pengharapan pada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

__________________
©Hunter Unpad 2017
Line@ ID : @vql7648g
https://line.me/R/ti/p/%40vql7648g

Komentar

Postingan Populer