BENTENG SEORANG MUSLIM DALAM MENGHADAPI TIPU DAYA SYAITHON #3 - 6 PINTU MASUK SYAITHON
"6 Pintu Masuk Syaiton"
Pemateri: Ustadz Abu Umar Indra (Hafidzahullah)
Selasa, 11 Rabi’ul Tsani 1438 H/ 10 januari 2017
Pukul 10.00 WIB – Menjelang dzuhur
Masjid Besar Cipaganti
Resume oleh:
-Mochammad Rizqi Hijriyah
-Fandy Arief Naser
Editor:
-Naufal Syahrial Hidayat
=Meluruskan Niat=
Meluruskan niat hanya karena Allah ﷻ sangatlah sulit dilakukan. Ada syaitan disitu yang berperan membisiki manusia. Syaithan membelokkan niat dengan beberapa cara :
1. Meremehkan perintah tersebut dan melampaui batas dalam melaksanakannya
2. Dibuat terlambat dalam menjalankan kebaikan
Ada ancaman dari Nabi ﷺ untuk orang yang tidak meluruskan niat dalam mencari ilmu. Hadits Anas secara marfu’ atau sabda Nabi ﷺ
من تعلم العلم ليباهي به العلماء، أو ليجاري به السفهاء، أو ليصرف به وجوه الناس إليه، فهو في النار
‘Barangsiapa yang menuntut ilmu dengan maksud untuk membanggakan diri di hadapan ulama atau untuk mendebat orang-orang bodoh, atau agar dengan ilmunya tersebut semua manusia memberikan perhatian kepadanya, maka dia di neraka.’ [HR. Ibnu Majah dalam Al Muqoddimah (253)]
"Munculnya kemarahan itu saat seseorang kehilangan akalnya, maka dalam kondisi marah tersebut syaithan akan mempermain-mainkan manusia layaknya anak kecil yang seding mempermainkan bolanya".
Akan didapati jika seseorang marah maka syaithan akan meningkatkan frekuensi godaanya agar bisa terjerumus kedalam tipu daya syaithon. Misalkan ada seseorang yang marah, kemudian membunuh orang lain. Setelah berhasil membunuh akan menampakkan bahwa "Jika kamu membunuh akan di cap sebagai pembunuh dsb", akhirnya saat pembunuh tersebut malu akan perbuatannya, orang yang membunuh tersebut membunuh dirinya sendiri.
Dari ‘Aisyah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak halal membunuh seorang muslim kecuali salah satu dari tiga hal: Orang yang telah kawin yang berzina, ia dirajam; orang yang membunuh orang Islam dengan sengaja, ia dibunuh; dan orang yang keluar dari agama Islam lalu memerangi Allah dan Rasul-Nya, ia dibunuh atau disalib atau dibuang jauh dari negerinya.” Riwayat Abu Dawud dan Nasa’i. Hadits shahih menurut Hakim.
Dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa yang dikatakan paling kuat di antara kalian? Sahabat menjawab: yaitu di antara kami yang paling kuat gulatnya. Beliau bersabda: “Bukan begitu, tetapi dia adalah yang paling kuat mengendalikan nafsunya ketika marah.” (HR. Muslim)
Jika kita ingin menilai baik atau tidaknya diri kita, maka nilailah saat kita marah. Ketika anda sedang berdiri, hendaklah anda duduk, jika duduk tidak membuat reda maka berbaring, akan tetapi jika engkau merasa kondisi seperti ini, maka kuatkanlah dirimu untuk membayangkan besarnya dosa.
Allah ﷻ berfirman,
وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَ لَا السَّيِّئَةُ ؕ اِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ،
وَمَا يُلَقّٰٮهَاۤ اِلَّا الَّذِيْنَ صَبَرُوْا ۚ وَمَا يُلَقّٰٮهَاۤ اِلَّا ذُوْ حَظٍّ عَظِيْمٍ
"Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia." "Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar." (QS. Fussilat: Ayat 34 - 35)
2. Masuk dari pintu sikap tergesa-gesa mudah menyimpulkan dan tidak mengadakan crosscheck
Maka beberapa banyak seseorang itu luput dari dirinya kemaslahatan-kemaslahatan yang banyak, karena tidak mengadakan crosscheck. Karena dalam kondisi itulah syaithan akan memainkan perannya dengan mendatangkan keburukan pada manusia.
Nabi ﷺ bersabda: "Sikap teliti itu dari Allah, sikap tergesa-gesa itu dari syaithan." (HR. Tirmidzi)
Sesungguhnya ada 2 sikap yang dicintai Allah ﷻ, yaitu sifat lembut dan teliti. Sikap kelembutan apalagi diiringi dengan sifat teliti maka akan hadirnya kesempurnaan. Allah ﷻ berfirman,
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ جَآءَكُمْ فَاسِقٌ ۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْۤا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu."(QS. Al-Hujurat: Ayat 6)
Maka utamakanlah tabayyun, terhadap apa yang kita lihat apa yang kita dengar, jangan cepat kita menyimpulkan sesuatu. Salah satu sikap kita agar mendatangkan kecintaan dari Allah ﷻ, yaitu dengan teliti dan ini perlu butuh latihan.
3. Terlalu kenyang,
Orang-orang yang berlebihan saat makan akan meningkatkan syahwat, dan syahwat ini merupakan jalan bagi syaithan.
Rosulullah ﷺ bersabda :
فثلث لطعامه وثلث لشرابه وثلث لنفسه
"Sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk nafas." (HR At-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah)
Pola makan yang baik, akan memberikan pengaruh kepada kesehatan tulang. Penyakit-penyakit itu lahir dari pola atau memilih makanan yang tidak sehat.
Ada sebagian orang berpendapat bahwa jika berlebihan-lebihan makan :
- Menghilangkan rasa takut berpendapat
- akan menghilangkan sensitifitasnya kepada orang lain.
"Jika kita shaum, kita akan merasakan bagaimana rasanya kelaparan, sehingga sensitivitas kita meningkat terhadap orang miskin, tetapi jika kenyang itu sangat sulit untuk membangun solidaritas dan sensitivitas orang yang sesama lapar".
- Sebagian orang berpendapat bahwa orang yang terlalu kenyang itu sulit taat. Akan membuat dia mengantuk dan tertidur, sehingga sekian jam melewatkan untuk beribadah kepada Allah ﷻ
- tatkala orang inu mendengarkan nasihat atau ucapan yang mengandung hikmah, maka tidak membuat hatinya itu tersentuh. Maka terjadi jika nasihat susah kita terima, itu salah satunya mungkin dari terlalu kenyang.
- ketika orang yang perutnya kenyang, dan mengungkapkan sebuah kalimat nasihat kepada seseorang, maka sulit dicerna dari orang yang mendengar atau menerimanya
- dan yang terakhir adalah, membawa banyak penyakit-penyakit layaknya Obesitas.
Apalagi jika makanan yang dikonsumsi dari makanan yang haram, maka itu lebih-lebih lagi berbahaya.
Rasullullah ﷺ menyebutkan tentang seorang laki-laki, yang telah melakukan 4 langkah terijabahnya do'a yaitu : Safar, pakaiannya lusuh rambutnya lecek (Yang artinya dia menghinakan dirinya dihadapan Allah dengan tampilan fisiknya), dia menadahkan kedua tangannya ke langit, dia memuqodimahi dengan asmaul Husna yaitu "Ya Rabbi.. Ya rabbi". Tetapi makannya dari yang haram, pakainnya dari yang haram dan kenyangnya dari yang haram maka bagaimana doanya dikabulkan." (HR. Muslim)
Lalu makanan yang haram akan mengganggu shalat-shalat kita. Tentu jika orang-orang masih memiliki iman dan jiwa yang sehat pasti akan meninggalkan hal-hal yang haram.
Ingat sabda Nabi ﷺ yang disebutkan oleh salah seorang sahabat,
إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ
“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.)
4. Rasa Malas untuk melakukan taat dan lebih suka melakukan maksiat,
5. Syaitan masuk dari teman yang tidak shalih, dari teman-teman yang buruklah syaithan masuk
Dalam sebuah hadits Rasululah ﷺ menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman dalam sabda beliau :
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)
6. Pintu kebathilan, Hasad, Cinta Harta, Fanatik Golongan dan Su'udzon.
Tentu solusi dari semua itu adalah senantiasa berdzikir kepada Allah ﷻ, dan selalu memperdalam istighfar dalam hati kita dan jangan lupa untuk menuntut ilmu agama.
#End
Barakallahu Fiikum
#ResumeKajian
Pemateri: Ustadz Abu Umar Indra (Hafidzahullah)
Selasa, 11 Rabi’ul Tsani 1438 H/ 10 januari 2017
Pukul 10.00 WIB – Menjelang dzuhur
Masjid Besar Cipaganti
Resume oleh:
-Mochammad Rizqi Hijriyah
-Fandy Arief Naser
Editor:
-Naufal Syahrial Hidayat
=Meluruskan Niat=
Meluruskan niat hanya karena Allah ﷻ sangatlah sulit dilakukan. Ada syaitan disitu yang berperan membisiki manusia. Syaithan membelokkan niat dengan beberapa cara :
1. Meremehkan perintah tersebut dan melampaui batas dalam melaksanakannya
2. Dibuat terlambat dalam menjalankan kebaikan
Ada ancaman dari Nabi ﷺ untuk orang yang tidak meluruskan niat dalam mencari ilmu. Hadits Anas secara marfu’ atau sabda Nabi ﷺ
من تعلم العلم ليباهي به العلماء، أو ليجاري به السفهاء، أو ليصرف به وجوه الناس إليه، فهو في النار
‘Barangsiapa yang menuntut ilmu dengan maksud untuk membanggakan diri di hadapan ulama atau untuk mendebat orang-orang bodoh, atau agar dengan ilmunya tersebut semua manusia memberikan perhatian kepadanya, maka dia di neraka.’ [HR. Ibnu Majah dalam Al Muqoddimah (253)]
[Pintu masuknya syaitan]
1. Masuk dari pintu marah dan syahwat"Munculnya kemarahan itu saat seseorang kehilangan akalnya, maka dalam kondisi marah tersebut syaithan akan mempermain-mainkan manusia layaknya anak kecil yang seding mempermainkan bolanya".
Akan didapati jika seseorang marah maka syaithan akan meningkatkan frekuensi godaanya agar bisa terjerumus kedalam tipu daya syaithon. Misalkan ada seseorang yang marah, kemudian membunuh orang lain. Setelah berhasil membunuh akan menampakkan bahwa "Jika kamu membunuh akan di cap sebagai pembunuh dsb", akhirnya saat pembunuh tersebut malu akan perbuatannya, orang yang membunuh tersebut membunuh dirinya sendiri.
Dari ‘Aisyah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak halal membunuh seorang muslim kecuali salah satu dari tiga hal: Orang yang telah kawin yang berzina, ia dirajam; orang yang membunuh orang Islam dengan sengaja, ia dibunuh; dan orang yang keluar dari agama Islam lalu memerangi Allah dan Rasul-Nya, ia dibunuh atau disalib atau dibuang jauh dari negerinya.” Riwayat Abu Dawud dan Nasa’i. Hadits shahih menurut Hakim.
Dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa yang dikatakan paling kuat di antara kalian? Sahabat menjawab: yaitu di antara kami yang paling kuat gulatnya. Beliau bersabda: “Bukan begitu, tetapi dia adalah yang paling kuat mengendalikan nafsunya ketika marah.” (HR. Muslim)
Jika kita ingin menilai baik atau tidaknya diri kita, maka nilailah saat kita marah. Ketika anda sedang berdiri, hendaklah anda duduk, jika duduk tidak membuat reda maka berbaring, akan tetapi jika engkau merasa kondisi seperti ini, maka kuatkanlah dirimu untuk membayangkan besarnya dosa.
Allah ﷻ berfirman,
وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَ لَا السَّيِّئَةُ ؕ اِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ،
وَمَا يُلَقّٰٮهَاۤ اِلَّا الَّذِيْنَ صَبَرُوْا ۚ وَمَا يُلَقّٰٮهَاۤ اِلَّا ذُوْ حَظٍّ عَظِيْمٍ
"Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia." "Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar." (QS. Fussilat: Ayat 34 - 35)
2. Masuk dari pintu sikap tergesa-gesa mudah menyimpulkan dan tidak mengadakan crosscheck
Maka beberapa banyak seseorang itu luput dari dirinya kemaslahatan-kemaslahatan yang banyak, karena tidak mengadakan crosscheck. Karena dalam kondisi itulah syaithan akan memainkan perannya dengan mendatangkan keburukan pada manusia.
Nabi ﷺ bersabda: "Sikap teliti itu dari Allah, sikap tergesa-gesa itu dari syaithan." (HR. Tirmidzi)
Sesungguhnya ada 2 sikap yang dicintai Allah ﷻ, yaitu sifat lembut dan teliti. Sikap kelembutan apalagi diiringi dengan sifat teliti maka akan hadirnya kesempurnaan. Allah ﷻ berfirman,
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ جَآءَكُمْ فَاسِقٌ ۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْۤا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu."(QS. Al-Hujurat: Ayat 6)
Maka utamakanlah tabayyun, terhadap apa yang kita lihat apa yang kita dengar, jangan cepat kita menyimpulkan sesuatu. Salah satu sikap kita agar mendatangkan kecintaan dari Allah ﷻ, yaitu dengan teliti dan ini perlu butuh latihan.
3. Terlalu kenyang,
Orang-orang yang berlebihan saat makan akan meningkatkan syahwat, dan syahwat ini merupakan jalan bagi syaithan.
Rosulullah ﷺ bersabda :
فثلث لطعامه وثلث لشرابه وثلث لنفسه
"Sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk nafas." (HR At-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah)
Pola makan yang baik, akan memberikan pengaruh kepada kesehatan tulang. Penyakit-penyakit itu lahir dari pola atau memilih makanan yang tidak sehat.
Ada sebagian orang berpendapat bahwa jika berlebihan-lebihan makan :
- Menghilangkan rasa takut berpendapat
- akan menghilangkan sensitifitasnya kepada orang lain.
"Jika kita shaum, kita akan merasakan bagaimana rasanya kelaparan, sehingga sensitivitas kita meningkat terhadap orang miskin, tetapi jika kenyang itu sangat sulit untuk membangun solidaritas dan sensitivitas orang yang sesama lapar".
- Sebagian orang berpendapat bahwa orang yang terlalu kenyang itu sulit taat. Akan membuat dia mengantuk dan tertidur, sehingga sekian jam melewatkan untuk beribadah kepada Allah ﷻ
- tatkala orang inu mendengarkan nasihat atau ucapan yang mengandung hikmah, maka tidak membuat hatinya itu tersentuh. Maka terjadi jika nasihat susah kita terima, itu salah satunya mungkin dari terlalu kenyang.
- ketika orang yang perutnya kenyang, dan mengungkapkan sebuah kalimat nasihat kepada seseorang, maka sulit dicerna dari orang yang mendengar atau menerimanya
- dan yang terakhir adalah, membawa banyak penyakit-penyakit layaknya Obesitas.
Apalagi jika makanan yang dikonsumsi dari makanan yang haram, maka itu lebih-lebih lagi berbahaya.
Rasullullah ﷺ menyebutkan tentang seorang laki-laki, yang telah melakukan 4 langkah terijabahnya do'a yaitu : Safar, pakaiannya lusuh rambutnya lecek (Yang artinya dia menghinakan dirinya dihadapan Allah dengan tampilan fisiknya), dia menadahkan kedua tangannya ke langit, dia memuqodimahi dengan asmaul Husna yaitu "Ya Rabbi.. Ya rabbi". Tetapi makannya dari yang haram, pakainnya dari yang haram dan kenyangnya dari yang haram maka bagaimana doanya dikabulkan." (HR. Muslim)
Lalu makanan yang haram akan mengganggu shalat-shalat kita. Tentu jika orang-orang masih memiliki iman dan jiwa yang sehat pasti akan meninggalkan hal-hal yang haram.
Ingat sabda Nabi ﷺ yang disebutkan oleh salah seorang sahabat,
إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ
“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.)
4. Rasa Malas untuk melakukan taat dan lebih suka melakukan maksiat,
5. Syaitan masuk dari teman yang tidak shalih, dari teman-teman yang buruklah syaithan masuk
Dalam sebuah hadits Rasululah ﷺ menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman dalam sabda beliau :
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)
6. Pintu kebathilan, Hasad, Cinta Harta, Fanatik Golongan dan Su'udzon.
Tentu solusi dari semua itu adalah senantiasa berdzikir kepada Allah ﷻ, dan selalu memperdalam istighfar dalam hati kita dan jangan lupa untuk menuntut ilmu agama.
#End
Barakallahu Fiikum
#ResumeKajian










Komentar
Posting Komentar