DR. RAEHANUL BAHRAEN - SEHAT DAN BAHAGIA DENGAN SUNNAH NABI MUHAMMAD ﷺ
Pemateri : dr. Raehanul Bahraen (Hafidzahullah)
Hari/Tanggal : Sabtu, 29 Rabiuts-Tsani 1438 H/ 28 Januari 2017 M
Tempat : Masjid Ar-rahmah Cilegon, Banten
Resume oleh : Derry Derajat (Fisika UI 2016)
***
[MUQADDIMAH]
Semua memuji Allah di langit dan di bumi sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Isra' ayat 44,
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّ ؕ وَاِنْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهٖ وَلٰـكِنْ لَّا تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْ ؕ اِنَّهٗ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا
"Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun."
Hakikat ibadah adalah memuji Allah ﷻ
dan Rasulullah ﷺ adalah suri tauladan.
[MATERI INTI]
Bahagia dan Sehat Ala Sunnah Nabi Muhammad ﷺ, Ada tiga tanda kebahagiaan yaitu :
1. Ketika mendapat nikmat bersyukur,
2. Mendapat ujian bersabar dan
3. Melakukan dosa beristigfar (Wabilush Shoyib, hal11.)
Sederhana (hidup ini simple, hanya manusia-nya yang bikin rumit)
Apakah ketika melihat Pejabat yang bahagia yang mengincar tahta, harta, wanita? Di luar gagah, disegani?
Ia pergi ke dokter lalu meminta obat penenang.
Tiga sumber kegelisahan ialah, Tahta; Harta; Wanita.
Tugas dunia adalah untuk menipu sebagaimana firman Allah dalam surat Ali ‘Imran ayat 185,
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ؕ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ؕ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَـنَّةَ فَقَدْ فَازَ ؕ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya."
[JENIS-JENIS KEBAHAGIAAN]
Jika orang ditanya tentang tujuan hidupnya? Dan semua menjawab, “mencari kebahagiaan”. Ada beberapa jenis-jenis kebahagiaan diantaranya :
- Bahagia semu(sebentar)
- Bahagia versi orang
- Bahagia Abadi(kekal)
Ibnu Taimiyah Rahimahullah kepada muridnya, Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata, “Di Dunia ini ada surga. Barang siapa yang tidak mau memasukinya, niscaya dia tidak akan di Akhirat.
Surga dunia ialah :
- Iman
- Kebahagiaan hati
- Kebahagiaan berada diatas bimbingan iman dan
- kebahagiaan melaksanakan perintah Allah.
Yang membuatnya tak nikmat :
- Kurangnya ilmu dan
- Jauhnya dari bimbingan orang-orang shalih
Tak akan berujung kegelisahan tersebut jika:
- Tamak dan
- Menggunakan cara2 tidak dengan syariat. Terdapat dalam Al-Qur’an walau memebahas orang munafik namun konsepnya sama, dalam QS. Al-munafiqun ayat 4, Allah berfirman :
وَاِذَا رَاَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ اَجْسَامُهُمْ ؕ وَاِنْ يَّقُوْلُوْا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ ؕ كَاَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ ؕ يَحْسَبُوْنَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ ؕ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ ؕ قَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۖ اَنّٰى يُـؤْفَكُوْنَ
"Dan apabila engkau melihat mereka, tubuh mereka mengagumkanmu. Dan jika mereka berkata, engkau mendengarkan tutur katanya. Mereka seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)?".
Ada ujian didunia, ujian kebaikan bisa berupa kaya dan ujian keburukan bisa berupa miskin.
Dari Harits bin Wahb radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia berkata,
أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ الْجَنَّةِ كُلُّ ضَعِيفٍ مُتَضَعِّفٍ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لأَبَرَّهُ ، أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ
“Maukah kuberitahu pada kalian siapakah ahli surga itu? Mereka itu adalah setiap orang yang lemah dan dianggap lemah oleh para manusia, tetapi jika ia bersumpah atas nama Allah, pastilah Allah mengabulkan apa yang disumpahkannya. Maukah kuberitahu pada kalian siapakah ahli neraka itu? Mereka itu adalah setiap orang yang keras, kikir dan gemar mengumpulkan harta lagi sombong” (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853).
Orang yang lemah yang dimaksud adalah orang yang diremehkan orang lain karena keadaan yang lemah di dunia (alias: miskin).
Kalau sudah kaya ingin melampaui batas sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Alaq: 6-7,
كَلَّاۤ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَيَطْغٰٓى، اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰى
"Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas, apabila melihat dirinya serba cukup."
(QS. Al-'Alaq: Ayat 6 - 7)
***
Penyakit telah bergeser
Sebab penyakit zaman dahulu telah bergeser dari Umur dengan pola hidup. Dimulai dari: Diabetes, Kolesterol
Hipertensi, dll.
Secara kedokteran ada kaitannya dengan stress (mens sana in corpore sano).
[SOLUSI]
Lihatlah kepada orang yang dibawah kita, jangan lihat yang diatas, ini lebih layak.Rasulullah ﷺ bersabda,
أَبْغُوْنِي الضُّعَفَاءَ، فَإِنَّمَا تُرْزَقُوْنَ وَتُنْصَرُوْنَ بِضُعَفَائِكُمْ
“Carilah keridhaanku dengan berbuat baik kepada orang-orang lemah kalian, karena kalian diberi rezeki dan ditolong disebabkan orang-orang lemah kalian.” (Dishahihkan Al-Imam Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 779)
Kalau mau bahagia, perbanyak bersyukur dan harus mau bersyukur, adakan orang-orang miskin di sekitar kita.
[KONSEP KEBAHAGIAAN DALAM ISLAM]
bahagia karna membuat orang lain bahagia,
Gembira membuat orang lain gembira,
Senang membuat orang lain senang.
Rasulullah ﷺ bersabda :
“amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah kegembiraan yang engkau masukan ke hati saudaramu”.
Pepatah arab (siapakah manusia yang bahagia? Jawabannya adalah orang yang membahagiakan orang lain).
Perkataan Ulama (Membahagiakan orang lain ini berat, manusia egois sebabnya adalah manusia ingin membahagiakan sendiri dahulu).
Setelah memberi, jangan pernah berharap dengan manusia!!
Sebagaimana perkataan ulama (Ujung kekecewaan adalah berharap pada manusia).
Kebahagiaan seorang mukmin akan hilang dan membuatnya bersedih ketika tak melaksanakan perintah Allah ﷻ, seperti :
- telat bangun subuh
- melakukan dosa
Itu pertanda hatinya masih hidup, sehingga respon dengan macam maksiat akan membuatnya sedih dan menyesal.
Rasulullah ﷺ pernah bersabda :
عَنْ أَبِي ذَرّ جُنْدُبْ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذ بْن جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.[رواه الترمذي وقال حديث حسن وفي بعض النسخ حسن صحيح]
Dari Abu Dzar, Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdurrahman, Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik”.
[HR. Tirmidzi, ia telah berkata: Hadits ini hasan, pada lafazh lain derajatnya hasan shahih]
***
Tidak ada dalam islam kembali terjerumus kedalam bayang-bayang dosa masa lalu.
Solusi, buang jauh-jauh, karena waktu tak kan kembali.
Menurut ilmu kedokteran, sehat dibagi 2 yaitu, sehat fisik (Jasmani) dan batin (Rohani).
Rasulullah ﷺ dalam seumur hidupnya sakitnya 1 atau 2 kali.
Rahasia sehat beliau sesuai dengan ilmu kedokteran adalah menghindari sumber utama penyakit dengan memperhatikan :
A. Makanan
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ، بِحَسْبِ إِبْنِ آدَمَ لُقَيْمَاتٍ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لاَ مَحَالَةَ، فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ، وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ.
“Tidak ada wadah yang paling buruk yang diisi manusia selain perutnya, cukuplah seorang anak Adam menyantap beberapa suap makanan saja yang dapat mengokohkan tulang punggungnya. Jika memang ia harus mengisi perutnya maka hendaknya ia mem-berikan sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga lagi untuk nafasnya.”
B. Infeksi
dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu `anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidak ada penularan penyakit, tidak ada thiyarah (kesialan), tidak ada burung hantu (yang diyakini oleh orang Jahiliyah bahwa apabila bersuara di atas rumah salah seorang di antara mereka, maka penghuni rumah tersebut akan meninggal), tidak ada Safar (bulan yang diyakini oleh orang Jahiliyah penuh bala) dan larilah dari penderita penyakit kusta, seperti kamu lari dari singa". (Hadits ini di riwayatkan oleh al-Bukhari dengan sanadnya dalam kitab Shahihnya Kitab ath-Thib, Bab al-Judzam).
C. Lingkungan
D. Sehatnya hati dan pikiran
***
Ada orang yang sakit namun bahagia, karena mengerti bahwa sakit penggugur dosa.
Rasulullah ﷺ bersabda,
”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)
Nanti diakhirat manusia akan berangan-angan untuk mendapat musibah karena melihat besarnya pahala ketika mendapatkan musibah.
#ResumeKajian
Ayo! Yang mau berkontribusi dan menebar manfaat melalui Resume Kajian, kami tunggu ya :)
"Semangat Menebar Manfaat"
_______________
©Hunter Unpad 2017
https://line.me/R/ti/p/%40vql7648g



Komentar
Posting Komentar