KAJIAN AKBAR KEMBALI KEPADA Al-QUR'AN SURAT AL AN-AAM AYAT 40-52
Hari/Tanggal : Sabtu, 15 Rabiuts Tsani 1438 H / 14 Januari 2017 M
Pemateri : DR. Syafiq bin Riza bin Basalamah, M.A
Tempat : MASJID JENDERAL SUDIRMAN (Jl. Jendral Sudirman Kav. 29-31, Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta)
Resume Oleh :
Muhammad Imam (Kimia 2016)
Yudhistira (Teknik Geologi 2016)
Faiz (Ekonomi Islam 2016)
[Muqaddimah]
Iman itu ternyata bisa usang, seperti baju yang di pakai. Semakin kita sering pakai itu, maka akan semakin usang. Dari Imam Al-Hakim dan Ath-Thabarani meriwayatkan bahwa Nabi Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الإِيْمَانَ لَيَخْلُقُ فِي جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلُقُ الثَّوْبُ، فَاسْأَلُوْا اللهَ أَنْ يُجَدِّدَ الإِيْمَانَ فِي قُلُوْبِكُمْ
“Sesungguhnya iman benar-benar bisa menjadi usang di dalam tubuh seseorang dari kalian sebagaimana usangnya pakaian. Maka memohonlah kepada Allah supaya memperbarui iman di hati kalian!” (Diriwayatkan oleh Al-Hakim di dalam Al-Mustadrak I/4. Al-Haitsami di dalam Majma’ Az-Zawaid I/57 berkata, “Diriwayatkan oleh Ath-Thabarani, dan sanadnya hasan.”)
iman itu bisa usang seperti baju kita , tetapi itu ada dalam diri kita , yang dulunya rajin shalat rawatib sekarang tidak ,dan banyak lagi. Perjalanan kita itu harus memperbarui iman kita. Tidak hanya doa saja , kita harus mengkuti kajian dan tidak disibukkan dengan urusan duniawi.
Allah ﷻ mengutus Rasulullah ﷺ untuk memberi karunia. Sebagaimana Allah ﷻ berfirman :
هُوَ الَّذِيْ بَعَثَ فِى الْاُمِّيّٖنَ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ ۙ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
"Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata," (QS. Al-Jumu'ah: Ayat 2)
Allah ﷻ mengutus Rasul dari kalangan arab. Nabi kita orang arab, kitab kita bahasa arab, kiblat kita ada di arab, tetapi banyak usaha untuk membenci arab, seperti arab itu terlihat jelek.
Seorang beriman beramal karena lillahita'alâ, tidak harus ada kamera meliput nya.
Kita harus cinta kepada Al-Quran dan Rasulullah. Nabi ﷺ bertugas menyampaikan ayat ayat Allah, ketika Rasul berdakwah itu beliau membaca ayat-ayat Al-Quran tapi sekarang sudah mulai di tinggalkan.
Maka dari itu kajian harus kembali kepada Al-Quran. Rasulullah ﷺ dengan sabar membacakan Al-Qur'an selama 23 tahun, indonesia ini umur nya sudah lebih dari 23 tahun tetapi banyak muslim yang masih bertentangan dengan Al-Qur'an, itu mungkin karena kita jarang membacakan kepada muslim Al-Qur'an sehingga tidak tahu bagaimana cara menjadi seorang muslim yang sejati.
Rasulullah ﷺ membersihkan noda-noda kesyirikan dengan perbuatan, Al-Qur'an tidak hanya di baca tetapi di pahami dan di amalkan. Sebelum Rasulullah ﷺ zaman berada dalam kegelapan, tetapi sesudah datang Al-Qur'an zaman menjadi terang.
Al-Qur'an mengajarkan kita untuk sabar, Rasul ﷺ pun dulu banyak sekali cobaan yang di dapat, tetapi beliau menghadapinya dengan sabar karena itu merupakan ajaran dari Al-Qur'an.
Islam itu bukan untuk orang arab saja tetapi untuk semua umat, bilal saja itu orang afrika tetapi dia masuk islam, kita tidak boleh iri kepada siapapun dalam pembagian rizki, karena itu Allah yang memberikan. Bayangkan kalau rizki, manusia yang mengatur, maka akan banyak sekali kemiskinan merajarela.
Orang yang tidak mau mengamalkan kitab itu seperti keledai yang membawa kitab, muslim yang tidak mengamal kan Al-Qur'an akan menjadi beban di akhirat.
Sebagaimana Allah berfirman :
وَقَالَ ٱلرَّسُولُ يَٰرَبِّ إِنَّ قَوْمِى ٱتَّخَذُوا۟ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ مَهْجُورًا ﴿٣٠﴾
"Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan".
(QS Al-furqon : 30)
Apa yang terjadi di negri kita , umat islam terhinakan , umat islam yang banyak tetapi tidak mewarnai malah di warnai, padahal kita di negeri demokrasi harusnya mayoritas yang mewarnai.
Padahal di setiap rumah muslim itu banyak Al-Qur'an tetapi tidak dibaca dipahami dan diamalkan. Apabila muslim ingin kembali menebarkan rahmat dan kedamaian di dunia ini tidak ada jalan kecuali kembali kepada Al-Quran.
Surat Al An-Aam turun di Mekah, isi surat ini berisi tentang akidah. Al-Qur'an di turunkan perlahan lahan karena agar para umat siap untuk menerima hukum tersebut, seperti khamr itu tidak langsung di haramkan oleh Allah melaluo Al-Quran tetapi dijelaskan pelan-pelan keburukannya, sampai para sahabat siap meninggalkan khamr tersebut. Akhirnya pada saat turun hukum khamr, para sahabat langsung menerima hukum tersebut dengan penuh keyakinan.
Allah ﷻ berfirman:
قُلْ اَرَءَيْتَكُمْ اِنْ اَتٰٮكُمْ عَذَابُ اللّٰهِ اَوْ اَ تَتْكُمُ السَّاعَةُ اَغَيْرَ اللّٰهِ تَدْعُوْنَ ۚ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
"Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu, atau hari Kiamat sampai kepadamu, apakah kamu akan menyeru (tuhan) selain Allah, jika kamu orang yang benar!""
(QS. Al-An'am: Ayat 40)
Apabila datang azab Allah atau kiamat datang, apakah engkau akan memohon kepada selain Allah(?). Orang-orang musyrikin Mekah percaya bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi, mereka menyembah berhala itu sebagai perantara, mereka melakukan ibadah tetapi bukan untuk Allah melainkan untuk sekutu yang mereka buat-buat.
Ketika gunung meletus kita biasanya minta tolong kepada Allah, tetapi ada muslim di gunung merapi yang memberikan sesajen untuk keselamatan, padahal milik Allah lah semua yang di langit dan di bumi.
Orang musyrik dalam keadaan aman mereka musyrik kepada Allah, tetapi dalam keadaan sulit mereka lupa kepada sekutu sekutu Allah, mereka bertauhid kepada Allah.
Tetapi sebagian orang di negeri kita, ketika lautan memakan korban, mereka bukan kembali pada Allah tetapi memberi sesajen kepada lautan. Itulah perbedaan musyrikin jaman dulu dan sekarang.
Mengapa Abdul Muthalib pada saat akan meninggal tidak mau mengatakan laa ilaa hailallah, itu karena ia tau bahwa kalau berkata demikian maka ia berlepas dari semua persembaha berhala.
Mengapa dosa syirik tidak di maafkan? , karena tidak ada syahwat dan dorongan untuk membuat syirik, maka jika melakukan nya itu merupakan kedzaliman yang nyata dan Allah tidak mengampuninya.
Sebagaimana Allah berfirman:
وَلَقَدْ اَرْسَلْنَاۤ اِلٰٓى اُمَمٍ مِّنْ قَبْلِكَ فَاَخَذْنٰهُمْ بِالْبَأْسَآءِ وَالضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُوْنَ
"Dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan, agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati."
(QS. Al-An'am: Ayat 42)
Nabi sering di hibur oleh cerita umat-umat sebelumnya, mereka di coba oleh Allah dengan berbagai musibah yang menyengsarakan, tujuannya itu satu yaitu agar hati nya lembut dan kembali kepada Allah, orang yang tidak pernah sakit, mereka biasanya lupa kepada Allah, maka Allah uji dengan musibah.
Allah ﷻ berfirman:
فَلَوْلَاۤ اِذْ جَآءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوْا وَلٰـكِنْ قَسَتْ قُلُوْبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
"Tetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan."
(QS. Al-An'am: Ayat 43)
Itu merupakan tujuan dari musibah yang di turunkan kepada kita, agar kita semakin mendekatkan diri kepada Allah. Musibah yang menimpa saudara kita itu tujuannya satu yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allahﷻ .
Orang yang sudah dapat musibah tetapi mereka tidak kembali, maka akan membuat hatinya semakin keras dan akan mendatangkan azab Allahﷻ .
Ada seorang lewat di sebuat padang pasir, ia tidak bisa bergerak, tetapi ia masih sering bersyukur, karena masih memiliki lisan untuk berdzikir, mengapa kita selalu berputus ada jika mendapat ujian. Padahal itu adalah cara agar hati kita menjadi lembut.
Berbagai cara setan membuat kemusyrikan menjadi seperti kebaikan, itu merupakan tipu daya setan. Perbuatan buruk bisa menjadi baik karena ada setan yang mewarnai menjadi baik.
Allah ﷻ berfirman:
فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ ؕ حَتّٰٓى اِذَا فَرِحُوْا بِمَاۤ اُوْتُوْۤا اَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً فَاِذَا هُمْ مُّبْلِسُوْنَ
"Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa."
(QS. Al-An'am: Ayat 44)
Yang perlu ditanyakan kepada orang yang sakit seharusnya ditanyakan sudah shalat atau belum, karena tujuan di beri musibah itu untuk kembali kepada Allah ﷻ.
Orang yang sudah di kasih musibah tetapi tetap tidak kembali kepada Allah ﷻ, maka dari situ Allah ﷻ akan mencabut musibahnya Allah akan membukakan semua pintu nikmat buat dia, padahal dia jauh dari Allah. Sampai sebagian orang ini senang dan merasa sampai titik aman. Ketika itu kita cabut nyawa mereka dalam keadaan belum siap, mereka akan putus asa dan meminta di kembalikan ke dunia untuk mengerjakan amal shaleh yang di tinggalkan.
Salah satu tanda kiamat yaitu banyak orang yang mati mendadak . 'Aisyah Radhiyallahu Anha pernah bertanya bagaimana jika seseorang sudah siap dan ia mati mendadak. Orang mukmin yang mati medadak, dia sudah siap menghadapi nya, tetapi jika dalam keadaan tidak siap ia akan putus asa.
Barangsiapa yang sedang di lapangkan rizki nya ia tidak sadar bahwa Allah sedang menyiapkan sesuatu maka ia bukan orang yang sadar. Dan orang yang sedang di sempitkan rizki nya ia tidak sadar bahwa allah sedang ditangguhkan rizki nya maka ia juga bukan orang yang cerdas
Allah berfirman:
فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ؕ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
"Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam."
(QS. Al-An'am: Ayat 45)
Maka itu umat yang tidak kembali kepada Allah. Allah bisa menghabiskan seluruh umat tersebut tidak bersisa.
Itupun bisa terjadi di negeri kita jika kita tidak segera kembali kepada Allah, walaupun masih ada orang shaleh di negeri tersebut tetapi jika sudah sangat banyak perbuatan keji yang ada disana maka tetap bisa di musnahakan seluruh nya.
Allah ﷻ berfirman:
قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ اَخَذَ اللّٰهُ سَمْعَكُمْ وَ اَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلٰى قُلُوْبِكُمْ مَّنْ اِلٰـهٌ غَيْرُ اللّٰهِ يَأْتِيْكُمْ بِه ؕ اُنْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْاٰيٰتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُوْنَ
"Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?" Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang (kepada mereka) tanda-tanda kekuasaan (Kami), tetapi mereka tetap berpaling."
(QS. Al-An'am: Ayat 46)
Allah ﷻ memberikan ancaman dan kabar gembira, karena sebagian orang itu lebih menyukai ancaman untuk kembali kepada Allah. Orang-orang yang di hancurkan oleh Allah itu hanya untuk orang dzalim, tetapi orang beriman tidak.
Allah ﷻ berfirman:
وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِيْنَ اِلَّا مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۚ فَمَنْ اٰمَنَ وَاَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
"Para rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
(QS. Al-An'am: Ayat 48)
Orang yang di hancurkan oleh Allah itu adalah orang yang dzalim, karena Allah tidak mungkin mendzalimi hambanya walaupun sebesar semut.
Sebagian dari kita merasa sudah baik , tatkala di beri musibah mereka tidak menerimanya
Allah ﷻ berfirman:
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْۤا اِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ اُولٰۤئِكَ لَهُمُ الْاَمْنُ وَهُمْ مُّهْتَدُوْنَ
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk."
(QS. Al-An'am: Ayat 82)
Orang orang yang beriman itu akan merasa aman, rasa aman akan berkurang menurut kedzaliman yang ia lakukan, rasa aman yang orang beriman rasakan akan membuat ia semakin takut kepada Allah .
Barang siapa yang beriman dan memperbaiki , (kesalahan itu jangan dibiarkan ) niscaya bagi mereka rasa aman , mereka tidak takut kepada masa lalu dan masa depan, masa lalu ia bertaubat dan masa depan ia serahkan kepada Allah.
Azab akan sesuai dengan sebanyak mana engkau melakukan dosa , ayat ini peringatan untuk kita agar kita takut azab Allah ﷻ Banyak sekali ayat ayat Allah yang merupakan peringatan untuk kita.
Allah ﷻ berfirman:
وَالَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا يَمَسُّهُمُ الْعَذَابُ بِمَا كَانُوْا يَفْسُقُوْنَ
"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan ditimpa azab karena mereka selalu berbuat fasik (berbuat dosa)."
(QS. Al-An'am: Ayat 49)
Pesan terakhir , kita harus kembali kepada Al-Quran saat kita pulang kerumah, bacalah Al-Quran dengan artinya serta dipahami kemudian di amalkan agar kita terhindar dari azab Allah yang pedih. (Na'udzubillah)
Barakallahu fiikum
Semoga Bermanfaat
Pemateri : DR. Syafiq bin Riza bin Basalamah, M.A
Tempat : MASJID JENDERAL SUDIRMAN (Jl. Jendral Sudirman Kav. 29-31, Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta)
Resume Oleh :
Muhammad Imam (Kimia 2016)
Yudhistira (Teknik Geologi 2016)
Faiz (Ekonomi Islam 2016)
[Muqaddimah]
Iman itu ternyata bisa usang, seperti baju yang di pakai. Semakin kita sering pakai itu, maka akan semakin usang. Dari Imam Al-Hakim dan Ath-Thabarani meriwayatkan bahwa Nabi Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الإِيْمَانَ لَيَخْلُقُ فِي جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلُقُ الثَّوْبُ، فَاسْأَلُوْا اللهَ أَنْ يُجَدِّدَ الإِيْمَانَ فِي قُلُوْبِكُمْ
“Sesungguhnya iman benar-benar bisa menjadi usang di dalam tubuh seseorang dari kalian sebagaimana usangnya pakaian. Maka memohonlah kepada Allah supaya memperbarui iman di hati kalian!” (Diriwayatkan oleh Al-Hakim di dalam Al-Mustadrak I/4. Al-Haitsami di dalam Majma’ Az-Zawaid I/57 berkata, “Diriwayatkan oleh Ath-Thabarani, dan sanadnya hasan.”)
iman itu bisa usang seperti baju kita , tetapi itu ada dalam diri kita , yang dulunya rajin shalat rawatib sekarang tidak ,dan banyak lagi. Perjalanan kita itu harus memperbarui iman kita. Tidak hanya doa saja , kita harus mengkuti kajian dan tidak disibukkan dengan urusan duniawi.
Allah ﷻ mengutus Rasulullah ﷺ untuk memberi karunia. Sebagaimana Allah ﷻ berfirman :
هُوَ الَّذِيْ بَعَثَ فِى الْاُمِّيّٖنَ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ ۙ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
"Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata," (QS. Al-Jumu'ah: Ayat 2)
Allah ﷻ mengutus Rasul dari kalangan arab. Nabi kita orang arab, kitab kita bahasa arab, kiblat kita ada di arab, tetapi banyak usaha untuk membenci arab, seperti arab itu terlihat jelek.
Seorang beriman beramal karena lillahita'alâ, tidak harus ada kamera meliput nya.
Kita harus cinta kepada Al-Quran dan Rasulullah. Nabi ﷺ bertugas menyampaikan ayat ayat Allah, ketika Rasul berdakwah itu beliau membaca ayat-ayat Al-Quran tapi sekarang sudah mulai di tinggalkan.
Maka dari itu kajian harus kembali kepada Al-Quran. Rasulullah ﷺ dengan sabar membacakan Al-Qur'an selama 23 tahun, indonesia ini umur nya sudah lebih dari 23 tahun tetapi banyak muslim yang masih bertentangan dengan Al-Qur'an, itu mungkin karena kita jarang membacakan kepada muslim Al-Qur'an sehingga tidak tahu bagaimana cara menjadi seorang muslim yang sejati.
Rasulullah ﷺ membersihkan noda-noda kesyirikan dengan perbuatan, Al-Qur'an tidak hanya di baca tetapi di pahami dan di amalkan. Sebelum Rasulullah ﷺ zaman berada dalam kegelapan, tetapi sesudah datang Al-Qur'an zaman menjadi terang.
Al-Qur'an mengajarkan kita untuk sabar, Rasul ﷺ pun dulu banyak sekali cobaan yang di dapat, tetapi beliau menghadapinya dengan sabar karena itu merupakan ajaran dari Al-Qur'an.
Islam itu bukan untuk orang arab saja tetapi untuk semua umat, bilal saja itu orang afrika tetapi dia masuk islam, kita tidak boleh iri kepada siapapun dalam pembagian rizki, karena itu Allah yang memberikan. Bayangkan kalau rizki, manusia yang mengatur, maka akan banyak sekali kemiskinan merajarela.
Orang yang tidak mau mengamalkan kitab itu seperti keledai yang membawa kitab, muslim yang tidak mengamal kan Al-Qur'an akan menjadi beban di akhirat.
Sebagaimana Allah berfirman :
وَقَالَ ٱلرَّسُولُ يَٰرَبِّ إِنَّ قَوْمِى ٱتَّخَذُوا۟ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ مَهْجُورًا ﴿٣٠﴾
"Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan".
(QS Al-furqon : 30)
Apa yang terjadi di negri kita , umat islam terhinakan , umat islam yang banyak tetapi tidak mewarnai malah di warnai, padahal kita di negeri demokrasi harusnya mayoritas yang mewarnai.
Padahal di setiap rumah muslim itu banyak Al-Qur'an tetapi tidak dibaca dipahami dan diamalkan. Apabila muslim ingin kembali menebarkan rahmat dan kedamaian di dunia ini tidak ada jalan kecuali kembali kepada Al-Quran.
Surat Al An-Aam turun di Mekah, isi surat ini berisi tentang akidah. Al-Qur'an di turunkan perlahan lahan karena agar para umat siap untuk menerima hukum tersebut, seperti khamr itu tidak langsung di haramkan oleh Allah melaluo Al-Quran tetapi dijelaskan pelan-pelan keburukannya, sampai para sahabat siap meninggalkan khamr tersebut. Akhirnya pada saat turun hukum khamr, para sahabat langsung menerima hukum tersebut dengan penuh keyakinan.
Allah ﷻ berfirman:
قُلْ اَرَءَيْتَكُمْ اِنْ اَتٰٮكُمْ عَذَابُ اللّٰهِ اَوْ اَ تَتْكُمُ السَّاعَةُ اَغَيْرَ اللّٰهِ تَدْعُوْنَ ۚ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
"Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu, atau hari Kiamat sampai kepadamu, apakah kamu akan menyeru (tuhan) selain Allah, jika kamu orang yang benar!""
(QS. Al-An'am: Ayat 40)
Apabila datang azab Allah atau kiamat datang, apakah engkau akan memohon kepada selain Allah(?). Orang-orang musyrikin Mekah percaya bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi, mereka menyembah berhala itu sebagai perantara, mereka melakukan ibadah tetapi bukan untuk Allah melainkan untuk sekutu yang mereka buat-buat.
Ketika gunung meletus kita biasanya minta tolong kepada Allah, tetapi ada muslim di gunung merapi yang memberikan sesajen untuk keselamatan, padahal milik Allah lah semua yang di langit dan di bumi.
Orang musyrik dalam keadaan aman mereka musyrik kepada Allah, tetapi dalam keadaan sulit mereka lupa kepada sekutu sekutu Allah, mereka bertauhid kepada Allah.
Tetapi sebagian orang di negeri kita, ketika lautan memakan korban, mereka bukan kembali pada Allah tetapi memberi sesajen kepada lautan. Itulah perbedaan musyrikin jaman dulu dan sekarang.
Mengapa Abdul Muthalib pada saat akan meninggal tidak mau mengatakan laa ilaa hailallah, itu karena ia tau bahwa kalau berkata demikian maka ia berlepas dari semua persembaha berhala.
Mengapa dosa syirik tidak di maafkan? , karena tidak ada syahwat dan dorongan untuk membuat syirik, maka jika melakukan nya itu merupakan kedzaliman yang nyata dan Allah tidak mengampuninya.
Sebagaimana Allah berfirman:
وَلَقَدْ اَرْسَلْنَاۤ اِلٰٓى اُمَمٍ مِّنْ قَبْلِكَ فَاَخَذْنٰهُمْ بِالْبَأْسَآءِ وَالضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُوْنَ
"Dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan, agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati."
(QS. Al-An'am: Ayat 42)
Nabi sering di hibur oleh cerita umat-umat sebelumnya, mereka di coba oleh Allah dengan berbagai musibah yang menyengsarakan, tujuannya itu satu yaitu agar hati nya lembut dan kembali kepada Allah, orang yang tidak pernah sakit, mereka biasanya lupa kepada Allah, maka Allah uji dengan musibah.
Allah ﷻ berfirman:
فَلَوْلَاۤ اِذْ جَآءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوْا وَلٰـكِنْ قَسَتْ قُلُوْبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
"Tetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan."
(QS. Al-An'am: Ayat 43)
Itu merupakan tujuan dari musibah yang di turunkan kepada kita, agar kita semakin mendekatkan diri kepada Allah. Musibah yang menimpa saudara kita itu tujuannya satu yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allahﷻ .
Orang yang sudah dapat musibah tetapi mereka tidak kembali, maka akan membuat hatinya semakin keras dan akan mendatangkan azab Allahﷻ .
Ada seorang lewat di sebuat padang pasir, ia tidak bisa bergerak, tetapi ia masih sering bersyukur, karena masih memiliki lisan untuk berdzikir, mengapa kita selalu berputus ada jika mendapat ujian. Padahal itu adalah cara agar hati kita menjadi lembut.
Berbagai cara setan membuat kemusyrikan menjadi seperti kebaikan, itu merupakan tipu daya setan. Perbuatan buruk bisa menjadi baik karena ada setan yang mewarnai menjadi baik.
Allah ﷻ berfirman:
فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ ؕ حَتّٰٓى اِذَا فَرِحُوْا بِمَاۤ اُوْتُوْۤا اَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً فَاِذَا هُمْ مُّبْلِسُوْنَ
"Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa."
(QS. Al-An'am: Ayat 44)
Yang perlu ditanyakan kepada orang yang sakit seharusnya ditanyakan sudah shalat atau belum, karena tujuan di beri musibah itu untuk kembali kepada Allah ﷻ.
Orang yang sudah di kasih musibah tetapi tetap tidak kembali kepada Allah ﷻ, maka dari situ Allah ﷻ akan mencabut musibahnya Allah akan membukakan semua pintu nikmat buat dia, padahal dia jauh dari Allah. Sampai sebagian orang ini senang dan merasa sampai titik aman. Ketika itu kita cabut nyawa mereka dalam keadaan belum siap, mereka akan putus asa dan meminta di kembalikan ke dunia untuk mengerjakan amal shaleh yang di tinggalkan.
Salah satu tanda kiamat yaitu banyak orang yang mati mendadak . 'Aisyah Radhiyallahu Anha pernah bertanya bagaimana jika seseorang sudah siap dan ia mati mendadak. Orang mukmin yang mati medadak, dia sudah siap menghadapi nya, tetapi jika dalam keadaan tidak siap ia akan putus asa.
Barangsiapa yang sedang di lapangkan rizki nya ia tidak sadar bahwa Allah sedang menyiapkan sesuatu maka ia bukan orang yang sadar. Dan orang yang sedang di sempitkan rizki nya ia tidak sadar bahwa allah sedang ditangguhkan rizki nya maka ia juga bukan orang yang cerdas
Allah berfirman:
فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ؕ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
"Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam."
(QS. Al-An'am: Ayat 45)
Maka itu umat yang tidak kembali kepada Allah. Allah bisa menghabiskan seluruh umat tersebut tidak bersisa.
Itupun bisa terjadi di negeri kita jika kita tidak segera kembali kepada Allah, walaupun masih ada orang shaleh di negeri tersebut tetapi jika sudah sangat banyak perbuatan keji yang ada disana maka tetap bisa di musnahakan seluruh nya.
Allah ﷻ berfirman:
قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ اَخَذَ اللّٰهُ سَمْعَكُمْ وَ اَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلٰى قُلُوْبِكُمْ مَّنْ اِلٰـهٌ غَيْرُ اللّٰهِ يَأْتِيْكُمْ بِه ؕ اُنْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْاٰيٰتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُوْنَ
"Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?" Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang (kepada mereka) tanda-tanda kekuasaan (Kami), tetapi mereka tetap berpaling."
(QS. Al-An'am: Ayat 46)
Allah ﷻ memberikan ancaman dan kabar gembira, karena sebagian orang itu lebih menyukai ancaman untuk kembali kepada Allah. Orang-orang yang di hancurkan oleh Allah itu hanya untuk orang dzalim, tetapi orang beriman tidak.
Allah ﷻ berfirman:
وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِيْنَ اِلَّا مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۚ فَمَنْ اٰمَنَ وَاَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
"Para rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
(QS. Al-An'am: Ayat 48)
Orang yang di hancurkan oleh Allah itu adalah orang yang dzalim, karena Allah tidak mungkin mendzalimi hambanya walaupun sebesar semut.
Sebagian dari kita merasa sudah baik , tatkala di beri musibah mereka tidak menerimanya
Allah ﷻ berfirman:
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْۤا اِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ اُولٰۤئِكَ لَهُمُ الْاَمْنُ وَهُمْ مُّهْتَدُوْنَ
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk."
(QS. Al-An'am: Ayat 82)
Orang orang yang beriman itu akan merasa aman, rasa aman akan berkurang menurut kedzaliman yang ia lakukan, rasa aman yang orang beriman rasakan akan membuat ia semakin takut kepada Allah .
Barang siapa yang beriman dan memperbaiki , (kesalahan itu jangan dibiarkan ) niscaya bagi mereka rasa aman , mereka tidak takut kepada masa lalu dan masa depan, masa lalu ia bertaubat dan masa depan ia serahkan kepada Allah.
Azab akan sesuai dengan sebanyak mana engkau melakukan dosa , ayat ini peringatan untuk kita agar kita takut azab Allah ﷻ Banyak sekali ayat ayat Allah yang merupakan peringatan untuk kita.
Allah ﷻ berfirman:
وَالَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا يَمَسُّهُمُ الْعَذَابُ بِمَا كَانُوْا يَفْسُقُوْنَ
"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan ditimpa azab karena mereka selalu berbuat fasik (berbuat dosa)."
(QS. Al-An'am: Ayat 49)
Pesan terakhir , kita harus kembali kepada Al-Quran saat kita pulang kerumah, bacalah Al-Quran dengan artinya serta dipahami kemudian di amalkan agar kita terhindar dari azab Allah yang pedih. (Na'udzubillah)
Barakallahu fiikum
Semoga Bermanfaat
#ResumeKajian



Komentar
Posting Komentar