KAJIAN UST. SYAFIQ - KOKOHKANLAH LANGKAH KAMI


Pemateri : Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A (Hafidzahullah)
Tempat : Masjid Uswatun Hasanah, Pasar Baru Trade Center. (Jalan Otto Iskandar Dinata No. 70, Kota Bandung)
Hari/Tanggal : Ahad, 2 Rabiuts Tsani 1438 H/ 1 Januari 2017
Resume oleh : Moch Rizqi Hijriah
Pelengkap Resume oleh : Ikhwanul Muslimin (Zain Ibn Sufry)

***

[Muqodimah]

Pahala Bersholawat :
1. Allah bersholawat 10x
2. Diampuni dosa-dosanya
3. Diberi syafaat
4. Diberi ketenangan hati

Bukti cinta kepada Rasulullah ﷺ dengan mengamalkan sunnah-sunnahnya.

Allah ﷻ berfirman :

وَتَرٰى كُلَّ اُمَّةٍ جَاثِيَةً ۙ  كُلُّ اُمَّةٍ تُدْعٰۤى اِلٰى كِتٰبِهَا   ؕ  اَلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
"Dan (pada hari itu) engkau akan melihat setiap umat berlutut. Setiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan."
(QS. Al-Jasiyah: Ayat 28)

Abdurrahman bin Auf pernah mau makan tetapi tidak jadi. Beliau berkata, "Telah meninggal mus'ab bin umar dan ia lebih baik dariku. Telah meninggal Hamzah, dan ia lebih bauk dariku. Akan tetapi, mereka tidak pernah makan enak sepertiku. Aku takut ini adalah nikmat yang disegerakan bagiku di dunia, sehingga aku tidak memperoleh apa-apa di akhirat."

Orang yang berniat ke majelis ilmu, tetapi terhalang udzur, ia tetap mendapat pahala seperti yang ikut di majelis.

Dari Abu Abdillah Jabir beliau berkata: kami bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam satu peperangan, lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya beberapa orang di Madinah tidaklah kalian menempuh suatu perjalanan dan tidak pula kalian melewati satu wadi (lembah) kecuali mereka bersama kalian, mereka ditahan oleh penyakit.
(Dan dalam riwayat lain): kecuali mereka bersama kalian dalam pahala. [HR Muslim]

Sebagian umat Islam tidak merasakan nikmatnya hidayah. Kalaupun ia merasakan, kadang keluarganya merasa bahwa itu adalah balaa'.

Ketika orang Badui memamerkan keislaman mereka, turun ayat
يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا  ۖ  قُل لَّا تَمُنُّوا عَلَىَّ إِسْلٰمَكُمْ  ۖ  بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدٰىكُمْ لِلْإِيمٰنِ إِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِينَ
Mereka merasa berjasa kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, "Janganlah kamu merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang yang benar."
[QS. Al-Hujurat: Ayat 17]
***
Sebagian umat islam tatkala mendapatkan hidayah dari Allah ﷻ yang dulunya berbuat Riba dan maksiat, dia tidak merasakan nikmat didalamnya. Ada orang yang meninggalkan riba dengan keluar kerja dari Bank, dia merasakan nikmat karena telah meninggalkan riba, tetapi mungkin istri atau orang tuanya menyangka dia telah keluar atau telah meninggalkan nikmat.

Karena disini tidak adanya hidayah. Allah berfirman :
قُلْ اَ تُعَلِّمُوْنَ اللّٰهَ بِدِيْـنِكُمْ    ؕ  وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ  ؕ  وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
"Katakanlah (kepada mereka), "Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.""
(QS. Al-Hujurat: Ayat 16)
***
Nikmat terbesar yang Allah berikan adalah hidayah. Rasulullah ﷺ, menceritakan tentang hari kiamat. "pada hari kiamat akan didatangkan orang yang paling senang di dunia ini, tetapi memasuki neraka. Lalu dicelupkan sedikit ke dalam api neraka. Dia adalah orang yang paling senang di dunia, dan ditanya "Apakah kamu telah melihat kesenangan selama di dunia?" Maka menjawab "Tidak, aku tidak pernah melihat kesenangan".

Lalu ada orang yang paling sengsara di dunia, lalu dicelup sedikit kedalam surga. Setelah itu ditanya "Apakah kamu merasakan kesengsaraan di dunia?" Maka menjawab "Tidak, aku tidak pernah sedikitpun merasakan kesengsaraan di dunia".
***
Betapa banyak saudara kita yang tadi malam begadang, entah kapan tidurnya dan melupakan sholat shubuh padahal Nabi Muhammad ﷺ bersabda :
"Dua rakat sebelum Fajar (Shubuh) lebih baik daripada dunia dan isinya". (HR. Muslim)

Allah ﷻ berfirman,
بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا
"Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia,"
(QS. Al-A'la: Ayat 16)

Banyak orang yang lebih memilih kehidupan dunia, padahal kehidupa Akhirat lebih kekal.
***
Ada orang yang meninggalkan Riba dan setelah 3 tahun, berhenti bekerja merasa semuanya susah. Inilah pentingnya untuk menghargai hidayah, karena hidayah ini akan dibawa sampai akhirat.

Allah sering menceritakan tentang surga. Maka sering-seringlah membaca Alquran.
Karena ada yang mudah terguncang dalam hijrahnya. Ada orang-orang yang kembali kepada masa lalunya dan menggadaikan hidayah yang telah turun kepadanya.

***

Ulama memiliki karomah, apa itu karomah? 


Karomah : Keutamaan (Istiqomah dalam kebenaran)

Orang yang mendapatkan karomah adalah orang yang istiqomah dalam kebenaran.

Istiqomah adalah terus-menerus melaksanakan apa yang seharusnya dilaksanakan dan meninggalkan apa seharusnya harus ditinggalkan. Istiqomah ini dikhususkan untuk kebaikan.

Sesungguhnya orang-orang yang berkata rabb kami Allah, tetapi sebagian tidak istiqomah. Maka sesudah itu seharusnya istiqomah.
Dapat apa orang yang istiqomah :

Akan turun malaikat kepada mereka, yang turun malaikat rahmat.
"Cerita Nabi Khidir dan Nabi Musa, ketika khidir membunuh anak karena anak tersebut durhaka, itu orang istiqomah".
Allah berfirman,
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ  الْمَلٰٓئِكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَـنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ  تُوْعَدُوْنَ
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.""
(QS. Fussilat: Ayat 30)

Jika mungkin seorang anak-anak bertanya kepada "Aba-nya", apakah di surga ada robot-robotan?, Robot-robotan itu merupakan kesenangannya.

Dikisahkan ada sahabat yang sangat menyukai kuda, Dari ‘Abdurrahman bin Sa’adah radhiyallahu ‘anhu berkata :

“Aku menyukai Kuda, maka aku bertanya kepada Rasulullah :
“Yaa Rasulallah, apakah di surga juga ada kuda ?”

Maka Rasulullah bersabda :
“Jika Allah memasukkanmu kedalam surga wahai Abdurrahman, maka bagimu didalam surga tersebut Kuda dari permata yang memiliki dua sayap yang terbang bersamamu kemana pun engkau mau”.
[Dinilai hasan oleh Syaikh Albani]

Allah juga menyuruh Nabi untuk istiqamah,
فَاسْتَقِمْ كَمَآ أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا  ۚ  إِنَّهُ ۥ  بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Maka tetaplah engkau (Muhammad) (di jalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat terhadap apa yang kamu kerjakan.
[QS. Hud: Ayat 112]

Maka orang harus menghargai nikmat istiqomah, yaitu menghargainya dengan cara :
1. Ikhlas
2. Belajar Ilmu Syar'i,
Rasullullah ﷺ bersabda: "Barang siapa orang yang meniti ilmu, maka Allah akan mudahkan jalannya menuju surga". (Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (V/196), Abu Dawud (no. 3641), at-Tirmidzi (no. 2682), Ibnu Majah (no. 223), dan Ibnu Hibban (no. 80 al-Mawaarid), lafazh ini milik Ahmad, dari Shahabat Abu Darda’ radhiyallaahu ‘anhu).

Kenapa Umar bin Khattab menyuruh pedagang pasar untuk menuntut ilmu agama agar tidak terjerumus kedalam riba.

Sesungguhnya orang yang berilmu adalah orang yang takut kepada Allah, sebagaimana firmannya :
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba Nya adalah mereka para Ulama.” (QS. Fathir: 28)

Allah juga mengangkat derajat orang-orang berilmu.
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ  ۖ  وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ  ۚ  وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis," maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu," maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
[QS. Al-Mujadilah: Ayat 11]

3. Segera beramal,
Allah menceritakan Kaum Bani Israil,
Allah SWT berfirman:
وَلَوْ اَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ اَنِ اقْتُلُوْۤا اَنْفُسَكُمْ اَوِ اخْرُجُوْا مِنْ دِيَارِكُمْ مَّا فَعَلُوْهُ اِلَّا قَلِيْلٌ مِّنْهُمْ   ؕ  وَلَوْ اَنَّهُمْ فَعَلُوْا مَا يُوْعَظُوْنَ بِهٖ لَـكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَاَشَدَّ تَثْبِيْتًا
"Dan sekalipun telah Kami perintahkan kepada mereka, "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu," ternyata mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sekiranya mereka benar-benar melaksanakan perintah yang diberikan, niscaya itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),"
(QS. An-Nisa': Ayat 66)

وَّاِذًا لَّاٰتَيْنٰهُمْ مِّنْ لَّدُنَّاۤ اَجْرًا عَظِيْمًا
"Dan dengan demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami,"
(QS. An-Nisa': Ayat 67)

وَّلَهَدَيْنٰهُمْ صِرَاطًا مُّسْتَقِيْمًا
"Dan pasti Kami tunjukkan kepada mereka jalan yang lurus."
(QS. An-Nisa': Ayat 68)

Imam Ahmad ibn Hambal, pernah bekam dan memnayar 1 dinar = Rp. 2.250.000,00
Tapi tatkala lihat sunnah Nabi Muhammad ﷺ, Imam Ahmad Ibn Hambal ingin segera mengalkannya. Dengan mengumpulkan uang 1 dinar, dan membayar tukang bekam dengan 1 dinar semata-mata ingin memberikan 1 dinar.

Rasulullah menyunnahkan untuk tidak menunda pernikahan.
“Wahai para pemuda, barangsiapa yang telah mampu, hendaknya kawin, sebab kawin itu akan lebih menundukkan pandangan dan akan lebih menjaga kemaluan. Kalau belum mampu, hendaknya berpuasa, sebab puasa akan menjadi perisai bagimu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hasan Al Bashri mengatakan bahwa Umar bin Khattab, beliau mengatakan, "Engkau sudah mampu menikah. Jika engkau belum juga menikah, engkau antara dua hal: engkau impotensi, atau engkau akan berzina."

Allah ﷻ berfirman :

اَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَنْ تَخْشَعَ قُلُوْبُهُمْ لِذِكْرِ اللّٰهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَـقِّ ۙ  وَلَا يَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْاَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوْبُهُمْ  ؕ  وَكَثِيْرٌ مِّنْهُمْ فٰسِقُوْنَ
"Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka) dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima Kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik."
(QS. Al-Hadid: Ayat 16)

Jangan sampai kita sama dengan ahlu kitab, dengan menunda-nunda kepercayaan kepada Rasulullah ﷺ, dan ditakutkan itu membuat hati kita tertutup.

Nasihat dari Abdullah Ibn Umar, jika engkau di sore hari jangan ditunda hingga pagi hari, jika bisa dilakukan di pagi hari jangan menunda hingga sore, jika sudah ada niatan untuk mengamalkan sesuatu maka segera amalkan jangan ditunda.

Lalu ada nasihat dari Rasulullah ﷺ untuk memanfaatkan yang 5 sebelum yang 5 datang :
- Muda sebelum tua
- Kaya sebelum miskin
- Sehat sebelum sakit
- Lapang sebelum sempit
- Hidup sebelum mati

4. Menjaga Sholat 5 waktu, merupakan benteng pertahanan bagi orang yang beriman.

Sholat itu merupakan pencegahan dari perbuatan keji dan munkar

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45).

5. Sholatnya berjamaah di Masjid,

Abdullah bin Mas'ud berkata,
"Allah telah mensyariatkan sunnah dan petunjuk. Dan termasuk sunnah dan petunjuk adalah shalat di tempat adzan dikumandangkan. Kalau kalian shalat di rumah-rumah kalian, kalian meninggalkan sunnah Nabi kalian. Kalau kalian meninggalkan sunnah, kalian akan tersesat."

Ummi Ma'tum, seorang yang buta, dia tetap shalat di masjid.

6. Menyempurnakan Amalan, tidak hanya asal-asalan.
Banyak dari kita yang mengerjakan amalan secara asal-asalan, padahal untuk istiqomah amalan itu harus dikerjakan dengan tidak asal-asalan.

Ali bin Abi Thalib mengatakan, "Kau jangan hanya beramal, tapi pikirkan apakah amalanmu diterima atau tidak."

7. Punya simpanan amal kebajikan, dimana tiada manusia yang tau. Salah satu golongan yang mendapatkan nauangan di hari kiamat nanti adalah, orang yang shodaqoh dan tangan kirinya tidak tahu.

Rasulullah bersabda,
"Barang siapa di antara kalian bisa memiliki amalan tersembunyi, hendaklah ia melaksanakannya."

Ali bin Hussein bin Ali bin Abi Thalib suka bersedekah. Ketika di malam hari, ia memanggul makanan dan ditaruh di depan rumah-rumah orang miskin. Tidak ada yang tahu sampai dia meninggal dunia.

Daun bin Abi Hin berpuasa selama 40 tahun. Keluarganya tidak ada yang tahu. Dia bekerja sebagai pembuat kerajinan (kharras). Dia selalu membawa makan siang, tetapi ia sedekahkan.

Ibnu Sirrin, seorang tabi'in, kalau siang ia tertawa bersama manusia. Tetapi kalau malam tiba, ia menangis tersedu seperti ia membunuh orang yang telah membunuh orang sekampung.

Imran bin Khalid bercerita bahwa Muhammad bin Wasi', bahwa ia kalau berdoa maka tentaranya aman. Mengapa? Karena ia berdoa dengan tombak, menunjuk ke langit. Muhammad bin Wasi' menangis selama 20 tahun, tetapi istrinya tidak tahu. Ini menyebabkan doa-doanya makbul.

Ibnul Mubarak bercerita tentang Imam Malik, ia berkata bahwa ia tidak melihat orang yang lebih baik dari Imam Malik. Ia tidak melihat bahwa ia banyak puasa, ia banyak shalat sunnah, tapi ia merasa bahwa ia banyak melakukan amalan yang tersembunyi.

8. Tidak berlebih-lebihan, dikisahkan 3 orang sahabat yang ingin mendekatkan diri kepada Allah, yang ingin berhijrah dan tidak ingin meninggalkan amalan-amalan yang diperintahkan oleh Allah. Pemuda yang pertama dengan tidak menikah, karena dengan menikah berpikir dapat menghalagi dia untuk beribadah, pemuda yang kedua ingin berpuasa sunnah terus selama-lamanya dan pemuda yang ketiga ingin selalu mengerjakan sholat malam tanpa tidur. Setelah itu rosul tau, ini merupakan hal yang tidak benar, maka Rasulullah ﷺ langsung naik mimbar dan menasihati tanpa menyebutkan namanya, Rasulullah ﷺ menjelaskan, "Aku adalah orang yang paling bertakwa diantara kalian, dan aku adalah orang yang paling takut kepada Allah diantara kalian. Tetapi aku menikah, mengerjakan shalat malam dan tidur, sesungguhnya yang tidak menjalankan sunnah-sunnah ku ialah bukan kaumku. [Muttafaqun 'alaihi]

Rasulullah juga menegur Mu'adz bin Jabbal karena ia membaca Al Baqarah saat shalat berjamaah. Mu'adz berpandangan bahwa yang meninggalkan jamaah itu adalah yang salah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bersabda: “Wahai Mu’adz, apakah kamu membuat fitnah?” [atau kata beliau: “Apakah kamu menjadi pembuat fitnah?”] Beliau ulangi perkataannya tersebut hingga tiga kali.
“Mengapa kamu tidak membaca saja surat sabbihisma rabbika, atau dengan wasysyamsi wadh-dhuhaahaa atau wal-laili idzaa yaghsyaa? Karena yang ikut shalat di belakangmu mungkin ada orang yang lanjut usia, orang yang lemah atau orang yang punya keperluan.”
[HR Bukhari]

"Sebaik-baiknya amalan adalah yang dikerjakan Istiqomah walaupun sedikit".

9. Cari teman, karena dalam keistiqomahan ini perlu sohib.

Teman yang baik seperti penjual minyak wangi. Teman yang buruk seperti pandai besi.
Karena seseorang tidak akan bisa mengelak adzan dengan alasan ikut manusia.

Allah berfirman,
إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ
وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا مِنَّا  ۗ  كَذٰلِكَ يُرِيهِمُ اللَّهُ أَعْمٰلَهُمْ حَسَرٰتٍ عَلَيْهِمْ  ۖ  وَمَا هُمْ بِخٰرِجِينَ مِنَ النَّارِ

(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti berlepas tangan dari orang-orang yang mengikuti, dan mereka melihat azab, dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus.
Dan orang-orang yang mengikuti berkata, "Sekiranya kami mendapat kesempatan (kembali ke dunia), tentu kami akan berlepas tangan dari mereka, sebagaimana mereka berlepas tangan dari kami." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka perbuatan mereka yang menjadi penyesalan mereka. Dan mereka tidak akan keluar dari api neraka.
[QS. Al-Baqarah: Ayat 166-167]

Rasulullah bersabda,
"Seseorang tergantung agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman."
[HR Abu Dawud]

10. Berdo'a
Rasulullah mengajarkan kepada Syaddad, ketika melihat orang-orang menimbun harta.
Nabi Shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai Syaddad bin Aus, jika manusia menyimpan harta uang emas dan perak, maka simpanlah engkau doa ini: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam urusan ini (agama Islam) dan tekad yang kuat untuk melaksanakan petunjuk-Mu, aku memohon kepada-Mu sebab-sebab yang menjadikan turunya rahmat-Mu dan kunci-kunci pengampunan-Mu, aku memohon kepada-Mu rasa syukur atas (limpahan) nikmat-Mu dan beribadah dengan sebenarnya kepada-Mu, aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lidah yang (selalu) jujur, aku memohon kepada-Mu (semua) kebaikan yang Engkau ketahui, aku berlindung kepada-Mu dari (semua) keburukan yang Engkau ketahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu dari (semua dosa-dosaku) yang Engkau ketahui”
[HR Tirmidzi]

Allah berfirman,
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ  ۖ  أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ  ۖ  فَلْيَسْتَجِيبُوا لِى وَلْيُؤْمِنُوا بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.
[QS. Al-Baqarah: Ayat 186]
#ResumeKajian


Komentar

Postingan Populer