KAJIAN UST. SYAFIQ - MASIHKAH TIDAK PEDULI?


Pemateri : Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A 
Tempat : Masjid Al-Furqon UPI Purwakarta (Jl. Veteran)  
Hari/Tanggal : Ahad, 2 Rabiuts Tsani 1438 Hijriyah/1 Januari 2017 
Resume Oleh : Muhammad Imam Muhajir - Kimia 2016
Pelengkap Resume : Admin Hunter Unpad



[Muqodimah

Kenapa Allah menguji kita malam ini dengan padamnya listrik, ini merupakan sedikit ujian dari Allah, bayangkan dengan saudara kita di Allepo, mereka bukan hanya kehilangan listrik, tetapi kehilangan anaknya, istrinya dan keluarganya. 

Apa sebenernya yang menimpa saudara-saudara kita di Allepo, bukan hanya di Allepo, tapi di Palestina atau di tempat yang lain. Kenapa Allah membiarkan saudara-saudara kita dibantai, dan kita tidak bisa apa-apa kita hanya bisa mendoakan. 

Sejatinya umat islam itu bukan itu sedikit, bukan karena umat islam itu miskin. Tetapi sejatinya kita hanya bisa berdoa melihat saudara-saudara kita yang sedang tertindas. 

Apakah kita meragukan kekuatan Allah?, Jangankan menimpakan suatu kehancuran kepada suatu negeri itu mudah bagi Allah, seperti firman-nya, 

اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ
"(yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum `Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,"
(QS. Al-Fajr: Ayat 7)

الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَادِ
"yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,"
(QS. Al-Fajr: Ayat 8)

وَثَمُوْدَ الَّذِيْنَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ
"dan (terhadap) kaum Samud yang memotong batu-batu besar di lembah,"
(QS. Al-Fajr: Ayat 9)

Dan firman Allah di ayat selanjutnya.
***
Mengapa Allah membiarkan orang yang menidas agama Islam, Allah berfirman,

اَوَلَمَّاۤ اَصَابَتْكُمْ مُّصِيْبَةٌ قَدْ اَصَبْتُمْ مِّثْلَيْهَا  ۙ  قُلْتُمْ اَنّٰى هٰذَا  ؕ  قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اَنْفُسِكُمْ  ؕ  اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

"Dan mengapa kamu (heran) ketika ditimpa musibah (kekalahan pada Perang Uhud), padahal kamu telah menimpakan musibah dua kali lipat (kepada musuh-musuhmu pada Perang Badar) kamu berkata, "Dari mana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah, "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri." Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."
(QS. Ali 'Imran: Ayat 165)

Apa yang terjadi di Aleppo tidak mustahil terjadi di Indonesia. Apakah penduduk Indonesia lebih beriman dari penduduk di Aleppo, lebih mulia dari penduduk di Aleppo (?) Padahal banyaknya dosa besar yang terjadi di Negeri ini. Maka Allah berfirman, 

اِنْ يَّنْصُرْكُمُ اللّٰهُ فَلَا غَالِبَ لَـكُمْ ۚ  وَاِنْ يَّخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِيْ يَنْصُرُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِهٖ  ؕ  وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ

"Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkan kamu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang beriman bertawakal."
(QS. Ali 'Imran: Ayat 160)

Allah tidak akan mengangkat suatu balaa' kecuali jika umat tersebut bertawakal kepada Allah. 
***
Apa yang bisa kita lakukan untuk saudara-saudara kita di Aleppo (?)

Semua orang yang mengatakan "Laa ilaa Ha illalah" memiliki konsekuensi, untuk diberikan kondisi seperti di Aleppo.
***
Allah berfirman,

اَلْاَخِلَّاۤءُ يَوْمَئِذٍۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَ    ؕ
"Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa."
(QS. Az-Zukhruf: Ayat 67)

Rasulullah ﷺ bersabda
حَدَّثَنَا خَلَّادُ بْنُ يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ جَدِّهِ عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا وَشَبَّكَ أَصَابِعَهُ
Telah menceritakan kepada kami [Khallad bin Yahya] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Burdah bin 'Abdullah bin Abu Burdah] dari [Kakeknya] dari [Abu Musa] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lain." kemudian beliau menganyam jari jemarinya."
(HR. Bukhari)
Dari Abu Hurairah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْمُؤْمِنُ مِرَآةُ أَخِيْهِ، إِذَا رَأَى فِيْهِ عَيْباً أَصْلَحَهُ
Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya. Jika dia melihat suatu aib pada diri saudaranya, maka dia memperbaikinya.” (Hasan secara sanad)
***
Maka apa yang kita bisa lakukan untuk Aleppo? Jangankan bicara tentang Aleppo dahulu, lihatlah lingkungan sekitar kita. Lihatlah dulu hal yang kecil, jangan lihat dulu yang besar. 

Karena hal kecil saja sangatlah berarti di Mata Allah, sebagaimana dijelaskan dalam Hadits :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,ia mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Setiap persendian manusia ada sedekahnya setiap hari di mana matahari terbit di dalamnya, kamu mendamaikan di antara dua orang adalah sedekah,kamu membantu seseorang untuk menaikkannya di atas kendaraannya atau mengangkatkan barangnya di atasnya adalah sedekah, kalimat yang baik adalah sedekah, pada tiap-tiap langkah yang kamu tempuh menuju shalat adalah sedekah, dan kamu membuang gangguan dari jalan adalah sedekah.”(HR.al-Bukhari ,no.2989 dan Muslim, no 1009)

Rasulullah   bercerita, ada khabilah dari mu'doh datang ke madinah, mereka miskin tidak memakai alas kaki, memakai pakaian compang-camping. Ketika mereka datang Raut wajah Nabi Muhammad ﷺ langsung berubah, rosul masuk keluar rumah dengan bingung disertai wajah penuh dengan kesedihan karena tidak ada yang bisa diberikan untuk mereka. 

Bahkan rosul selama 2 bulan pernah kompor rumahnya tidak menyala, karena tidak mempunyai apa-apa. Lalu setelah itu datanglah pengemis dan rosulullah bingun karena di rumahnya hanya punya 1 kurma saja untuk diberikan. 

Lalu Rasulullah  mengumpulkan para sahabat untuk meminta bantuan dan bersedekah. Hingga ada sahabat yang membawa sekarung uang yang dimana sahabat itu sampai kepayahan membawanya. 
***
Maka apa yang kita bisa lakukan untuk Aleppo?

Yaitu bisa dengan Bersedekah. Berapapun, karena sedekah memiliki banyak keutamaan. 

Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk bersedekah, 

Bersedekahlah sebelum datangnya hari kiamat karena pada hari kiamat, toko-toko kita ditinggalkan, harta kita ditinggalkan, tiadanya syafaat pada hari itu. Allah berfirman, 

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيْهِ وَلَا خُلَّةٌ وَّلَا شَفَاعَةٌ   ؕ  وَالْكٰفِرُوْنَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan, dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 254)

Dengan bersedekah Allah akan mengganti apa yang kita sedekahkan dengan yang lebih besar, lebih baik dan berlipat ganda, Allah berfirman,

قُلْ اِنَّ رَبِّيْ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَآءُ مِنْ عِبَادِهٖ وَيَقْدِرُ لَهٗ    ؕ  وَمَاۤ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗ   ۚ  وَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
"Katakanlah, "Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya." Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi Rezeki yang terbaik."
(QS. Saba': Ayat 39)

Allah pasti mengganti rizki kita yang di sedekahkan , tapi kadang kadang kita nya yang kurang yakin. Allah berkata bahwa  tidak akan berkurang uang kita jika di pakai sedekah. Tidak ada di dunia ini investasi dengan untung 100% tetapi dalam kacamata sedekah hal itu pasti terjadi.

Karena sedekah tidak akan mengurangi harta, Allah berfirman, 

مَنْ جَآءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَالِهَا   ۚ  وَمَنْ جَآءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰٓى اِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
"Barang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi)."
(QS. Al-An'am: Ayat 160)

Rasulullah ﷺ bersabda,
"sering sering lah kalian  bersedekah karena sedekah itu bisa meredam murka allah ,dan bisa menghidarkan kita dari mati suul khatimah .obatilah penyakit dengan sedekah.banyak umat muslim menghabiskan ratusan juta untuk obat , tetapi tidak untuk sedekah."

Di surat Al-hadid Allah menegur para sahabat,

وَ مَا لَـكُمْ اَلَّا تُنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلِلّٰهِ مِيْـرَاثُ السَّمٰوٰتِ وَ الْاَرْضِ  ؕ  لَا يَسْتَوِيْ مِنْكُمْ مَّنْ اَنْفَقَ مِنْ قَبْلِ الْفَتْحِ وَقَاتَلَ    ؕ  اُولٰٓئِكَ اَعْظَمُ دَرَجَةً مِّنَ الَّذِيْنَ اَنْفَقُوْا مِنْۢ بَعْدُ وَقَاتَلُوْا    ؕ  وَكُلًّا وَّعَدَ اللّٰهُ الْحُسْنٰى  ؕ  وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
"Dan mengapa kamu tidak menginfakkan hartamu di jalan Allah, padahal milik Allah semua pusaka langit dan bumi? Tidak sama orang yang menginfakkan (hartanya di jalan Allah) di antara kamu dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menginfakkan (hartanya) dan berperang setelah itu. Dan Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Hadid: Ayat 10)

Allah membeli dari kita jiwa kita dan harta kita , jika kita mau melakukan nya, maka kita akan  mendapat ganjaran surga yang luas nya seluas langit dan bumi ,
Pada saat itu sebelum Rasulullah ﷺ  pergi ke kota madinah Orang orang akan di baiat (janji suci untuk taat dan melindungi) Rasulullah , pada saat di baiat maka sahabat menahan dan memberi tahu bahwa jika di baiat kalian harus rela memerangi semua musuh rasul yang memerangi rasulullah , sedangkan di dunia ini akan banyak yang memerangi rasulullah , apakah kalian yakin ? Maka sahabat bertanya apakah yang kita dapatkan jika kita di baiat ? , rasulullah mengatakan bahwa kalian akan mendapatkan surga , maka banyak sekali oran orang yang membaiat Rasulullah

***
Tetapi saudara-saudara kita di Aleppo butuh lebih daripada itu : 
1. Do'a,
ketika kita di rumah , kita niat untuk bangun shalat tahajud mendoakan saudara kita yang berada di suriah karena di sini kita masih aman dan nyaman untuk beribadah.

2. Niat untuk membantu mereka
Rasulullah bersabda : "Barang siapa yang mati dalam kondisi belum berperang dan tidak ada niatan untuk beperang maka ia telah mati dalam cabang kemunafikan". 

Jika kita setiap hari push-up maka niatkanlah agar diri ini bisa bersiap-siap untuk nanti mengangkat senjata agar bisa mempertahankan negara ini dari orang-orang yang ingin menghancurkan NKRI. 

Allah memerintahkan kita untuk bersiap-siap untuk menghadapi musuh :

وَاَعِدُّوْا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ وَّمِنْ رِّبَاطِ الْخَـيْلِ تُرْهِبُوْنَ بِهٖ عَدُوَّ اللّٰهِ وَعَدُوَّكُمْ وَاٰخَرِيْنَ مِنْ دُوْنِهِمْ  ۚ  لَا تَعْلَمُوْنَهُمُ  ۚ  اَللّٰهُ يَعْلَمُهُمْ  ؕ  وَمَا تُـنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يُوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْـتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ

"Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)."
(QS. Al-Anfal: Ayat 60)

Kita tidak boleh mengharapkan datangnya musuh, tetapi kita harus bersiap-siap, karena musuh telah bersiap-siap. 

Seorang mukmin yang kuat adalah : (1) Imannya, (2) Ilmunya, (3) fisiknya, (4) ekonominya. 

Kita semua harus siap untuk berjihad karena pada zaman rasul yang berjihad itu bukan tentara tetapi semua warga yang sudah siap , maka dari itu kita harus siap untuk berjihad dari semua sisi. muslim yang kuat itu adalah yang Kuat iman, ilmu, fisik, dan ekonominya.
Apalagi yang kita cari , karena jika sudah di akhir zaman semua nya akan hancur , jangankan harta kita , rumah kita, bahkan gunung pun hancur rata tak bersisa ,apalagi yang akan kita cari jika sudah seperti itu
3. Jauhi dosa, tetapi di negeri ini banyak orang yang menantang untuk mendatangkan Adzab Allah. Salah satunya adalah dengan banyaknya yang menggunakan riba.

Rasulullah ﷺ bersabda,
الرِّبَا ثَلاَثٌ وَ سَبْعُوْنَ بَابًا
“Riba itu terdiri dari 73 pintu” [Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ibnu Mas’ud]
Dalam riwayat lain di Sunan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الرِّبَا سَبْعُونَ حُوبًا أَيْسَرُهَا أَنْ يَنْكِحَ الرَّجُلُ أُمَّهُ
Riba itu ada 70 dosa. Yang paling ringan, seperti seorang anak berzina dengan ibunya. (HR. Ibnu Majah 2360 dan dishahihkan al-Albani)
Jika kita ingin menolong sodara kita di allepo maka tinggalkan lah riba , karena umat islam kalah karena dosa dosa kita dan ribalah yang membuat sodara sodara kita kalah karena dosanya sangat besar

“Jika kalian berjual-beli dengan cara ‘inah (salah satu bentuk riba), kalian memegang ekor-ekor sapi, ridho dengan bercocok tanam, dan meninggalkan jihad, maka Allah akan menimpakan kepada kalian suatu kehinaan yang tak akan dicabut oleh Allah sampai kalian kembali kepada agama kalian“. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (3462)

***
Barang siapa yang meminta kepada Allah mati syahid, maka allah akan memberikannya. Mestipun mati di atas ranjang. 

Rasulullah ﷺ  selama 13 tahun di makah ,pada saat itu banyak sekali sahabat nya yang di siksa oleh kafir, tetapi ia hanya terdiam saja , itu karena rasulullah belum siap untuk berjihad dan sedang berfikir , itu karena jihad itu perlu persiapan , sampai sampai pada saat itu sahabat bertanya kepada rasulullah mengapa beliau tidak meminta allah untuk menolong sahabat rasul , rasul pun berkata "kalian terlalu terburu buru."

Banyak sahabat yang di siksa habis habisan tetapi ia tetap berpegang teguh pada agamanya.
 ***
Pada Juz Amma seperti An-Naba, an-Nazi'āt, Abasa, Al-Infithar, Al-Insyiqaq dan surat yang lainnya, ditekankan bahwa dunia ini akan hilang, tidak akan abadi maka kita harus mempersiapkan segalanya.

Allahu'alam
#ResumeKajian



Komentar

Postingan Populer