TABLIGH AKBAR UST. SYAFIQ - "SEPERTI GELAS-GELAS KACA"

⚠⚠⚠
Awas Baper!

***
"Seperti Gelas-Gelas Kaca"
Ustadz DR. Syafiq bin Riza Basalamah, MA -hafidzahullah-
Resume oleh: Naufal Syahrial Hidayat
Tempat: Mesjid Al-Ukhuwah, 1 Rabiul Akhir 1438H
Selesai disusun: 4 Rabiul Akhir 1438H



Kita harus memberikan perhatian kepada kaum hawa. Wanita itu ibarat warisan, Islam memberikan kemuliaan terhadap wanita yang merupakan belahan hati lelaki. Laki-laki merupakan pelindung bagi wanita. Allah ﷻ berfirman:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (ladalah) menjadi pelindung bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (At-Taubah: 71)

Selain itu, wanita memiliki kedudukan tinggi dibandingkan dengan lelaki.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi ﷺ menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi ﷺ menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi ﷺ menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Wanita itu bertugas mendidik anak-anak. Wanita & Laki-laki mempunyai bagian masing-masing. Namun bukan berarti persamaan gender. Wanita seperti gelas kaca, kalau jatuh, pecah, lalu tak bisa disatukan kembali. Namun apabila kita melihat sejarah sahabiyat, wanita muslimah itu kuat, tak mudah pecah. Apa yang menguatkannya? IMAN.

Rasulullah ﷺ bersabda:  “Pemuka wanita ahli surga ada empat. Ia adalah Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulallah ﷺ , Khadijah binti Khawailid dan Asiyah (istri Fir'aun).” (HR. Hakim dan Muslim)

1. Fathimah Az-Zahra رضي الله عنها

Fathimah رضي الله عنها adalah putri  yang mirip seperti ayahnya ( Rasulullah ﷺ). Kelebihan-kelebihannya diantaranya:
a. Putri Rasulullah ﷺ
b. Dijamin masuk surga
c. Wanita termulia di Surga
d. Anaknya, (yaitu Hasan bin Ali رضي الله عنه dan Husein bin Ali  رضي الله عنه) adalah pemuda paling mulia di Surga

Salah satu kisah yang dipilih oleh Ustadz adalah kisah Fathimah رضي الله عنها  yang telapak tangannya kasar karena menumbuk gandum. Semua urusan rumah tangga diurus sendiri oleh Fatimah. Ia mengurus anak-anak, menggiling biji-biji gandum lalu mengayaknya untuk membuat adonan roti.  Ia merasa kelelahan hingga tangannya pecah-pecah akibat terkena alat penumbuk gandum. Fathimah  رضي الله عنها pernah meminta pembantu kepada  Rasulullah ﷺ.

قَالَ عَلِيٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ فَاطِمَةَ عَلَيْهَا السَّلاَمُ شَكَتْ مَاتَلْقَى مِنْ أَثَرِالرَّحَى فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبْيٌ، فَاْنَطَلَقَتْ فَلَمْ تَجِدْهُ، فَوَجَدَتْ عَائِشَةَ، فَأَخْبَرَتْهَا، فَلَمَّا جَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ عَائِشَةُ بِمَجِِئِ فَاطِمَةَ فَجَاءَ النَّبِىُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْنَا، وَقَدْ اَخَذْنَا مَضَا جِعَنَا، فَذَ هَبْتُ لاِقُوْمَ، فَقَالَ : عَلَى مَكَا نِكُمَا، فَقَعَدَ بَيْنَنَا، حَتَّى وَجَدْتُ بُرْدَ قَدَمَيْهِ عَلَى صَدْرِى، وَقَالَ : أَلاَ أُعَلِّمُكُمَا خَيْرًا مِمَّا سَأَلْتُمَانِى؟! إِذَا أَخَذْتُمَا مَضَاجِعَكُمَا، تُكَبِّرَا أَرْبَعًا وَ ثَلاَثِيْنَ، وَتُسَبِّحَاثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ، وَتَحْمَدَا ثَلاَثَةً وَثَلاَثِيْنَ، فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ خَادِمٍ.

“Ali رضي الله عنه berkata, Fathimah رضي الله عنها mengeluhkan bekas alat penggiling yang dialaminya. Lalu pada saat itu ada seorang tawanan yang mendatangai Nabi ﷺ. Maka Fathimah رضي الله عنها bertolak, namun tidak bertemu dengan beliau. Dia mendapatkan Aisyah رضي الله عنها. Lalu dia mengabarkan kepadanya. Tatkala Nabi ﷺ tiba, Aisyah رضي الله عنها mengabarkan kedatangan Fathimah رضي الله عنها kepada beliau. Lalu beliau mendatangi kami, yang kala itu kami hendak berangkat tidur. Lalu aku siap berdiri, namun beliau berkata. ‘Tetaplah di tempatmu’. Lalu beliau duduk di tengah kami, sehingga aku bisa merasakan dinginnya kedua telapak kaki beliau di dadaku. Beliau berkata. ‘Ketahuilah, akan kuajarkan kepadamu sesuatu yang lebih baik dari pada apa yang engkau minta (pembantu) kepadaku. Apabila engkau hendak tidur, maka bertakbirlah tiga puluh empat kali, bertasbihlah tiga puluh tiga kali, dan bertahmidlah tiga puluh tiga kali, maka itu lebih baik bagimu daripada seorang pembantu”. (Hadits Shahih, ditakhrij Al-Bukhari 4/102, Muslim 17/45, Abu Dawud hadits nomor 5062, At-Tirmidzi hadits nomor 3469, Ahmad 1/96, Al-Baihaqy 7/293)

Faedah dari hadist diatas : hendaknya mengamalkan tasbih 33x, tahmid 33x, dan takbir 34 kali ketika hendak tidur, hal ini lebih baik adanya dibandingkan pembantu.

2. 'Aisyah  رضي الله عنها

"...keutamaan Aisyah atas semua wanita sepeerti keutamaan tsarid (makanan yang paling enak) atas segala makanan.” (HR. Bukhari (5/2067) dan Muslim (2431))

Kelebihan-kelebihannya diantaranya:
a. Diberi salam oleh malaikat Jibril
b. Ditinggal mati Rasulullah ﷺ pada umur 17 tahun, dapat menjaga hawa nafsu sangat lama
c. Dermawan

Salah satu kisah yang dipilih oleh Ustadz adalah kisah 'Aisyah  رضي الله عنها yang sangat dermawan.  Dari Ummu Dzurrah رضي الله عنها, dia membantu Aisyah رضي الله عنها. Dia bercerita, "Ibnu Zubair mengiriminya uang dalam dua karung. Ditaksir sekitar 180.00 dirham. Aisyah رضي الله عنها yang hari itu sedang berpuasa minta diambilkan mangkuk. Lalu dia duduk sambil membagi-bagi uang itu untuk orang. Sore harinya, tidak ada satu dirham pun yang tersisa. Ketika maghrib tiba, Aisyah رضي الله عنها berkata, ‘Wahai budak perempuan, tolong ambilkan makanan untuk aku berbuka.’ Lalu aku membawakan roti dan minyak. Aku pun  bertanya, tidakkah engkau sisakan satu dirham saja dari semua yang engkau bagikan tadi untuk membeli daging untukmu berbuka puasa? Aisyah berkata, ‘Jangan kau siksa aku. Seandainya kau tadi mengingatkan aku, aku akan melakukannya’." (Ibn Sa’ad, al-Thabaqât al-Kubra (8/67), Siyar A’lâm al-Nubalâ’(3/465).)
3. Khadijah  رضي الله عنها
Kelebihan-kelebihan beliau diantaranya:
a. Kaya Raya
b. Melahirkan putra-putri hebat, salah satunya Fathimah رضي الله عنها
c. Diberi salam oleh Allah
d. Dermawan
dst

Contohlah gelas-gelas kaca dari kalangan sahabat, yang gelas-gelas kacanya tahan banting. Rajin-rajinlah bersedekah karena kebanyakan penghuni neraka adalah wanita. Karena sedekah dapat menghalangi kita dari api neraka, walaupun hanya sedekah dengan 1 biji kurma.

حَدَّثَنَا عَوْنُ بْنُ سَلَّامٍ الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ مُعَاوِيَةَ الْجُعْفِيُّ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْقِلٍ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَتِرَ مِنْ النَّارِ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَلْيَفْعَلْ

Siapa di antara kalian yg mampu melindungi dirinya dari api neraka meskipun dgn setengah biji kurma, maka hendaklah ia melakukannya. [HR. Muslim No.1687]


Janganlah kita bermegah-megahan,

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.." (At-Takatsur:1)

Namun, carilah akhirat melalui kekayaanmu. Janganlah takut bersedekah.

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

Sedekah itu bukti bahwa kita beriman. Namun manusia memiliki sifat pelit. Apakah yang membedakan orang beriman dengan orang yang pelit? Yaitu kesabaran terhadap harta tersebut.

4. 'Asma binti Abu Bakr Ash-Shiddiq رضي الله عنها

Kelebihan-kelebihannya diantaranya:
a. Dijuluki "Sang Pemilik 2 Sabuk", yaitu sabuk diperut dan sabuk untuk mengikat perbekalan Rasulullah ﷺ
b. Suka memberi makan kuda suaminya
c. Mengurusi pekerjaan rumah dan luar rumah
d. Iman yang kokoh walaupun anaknya dibunuh disalib
dst

5. Ummu Sulaim, Ibunda Anas bin Malik رضي الله عنها

Kelebihan-kelebihannya diantaranya:
a. Mengislamkan orang yang melamarnya. Kisahnya sebagai berikut:

Kesabaran dan ketabahan Ummu Sulaim telah menyemikan perasaan cinta di hati Abu Thalhah yang saat itu masih kafir. Abu Thalhah memberanikan diri untuk melamar beliau dengan tawaran mahar yang tinggi. Namun, Ummu Sulaim menyatakan ketidaktertarikannya terhadap gemerlapnya pesona dunia yang ditawarkan kehadapannya. Di dalam sebuah riwayat yang sanadnya shahih dan memiliki banyak jalan, terdapat pernyataan beliau bahwa ketika itu beliau berkata, “Demi Allah, orang seperti anda tidak layak untuk ditolak, hanya saja engkau adalah orang kafir, sedangkan aku adalah seorang muslimah sehingga tidak halal untuk menikah denganmu. Jika kamu mau masuk Islam maka itulah mahar bagiku dan aku tidak meminta selain dari itu.” (HR. An-Nasa’i VI/114, Al Ishabah VIII/243 dan Al-Hilyah II/59 dan 60). Akhirnya menikahlah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah dengan mahar yang teramat mulia, yaitu Islam.

b. Berbakti pada suaminya. Kisahnya sebagai berikut:
Dari Anas bin Malik  رضي الله عنه, ia berkata bahwa putera Abu Tholhah sakit. Ketika itu Abu Tholhah keluar, lalu puteranya tersebut meninggal dunia. Ketika Abu Tholhah kembali, ia berkata, “Apa yang dilakukan oleh puteraku?” Istrinya (Ummu Sulaim) malah menjawab, “Ia sedang dalam keadaan tenang.” Ketika itu, Ummu Sulaim pun mengeluarkan makan malam untuk suaminya, ia pun menyantapnya. Kemudian setelah itu Abu Tholhah menyetubuhi istrinya. Ketika telah selesai memenuhi hajatnya, istrinya mengatakan kabar meninggalnya puteranya. Tatkala tiba pagi hari, Abu Tholhah mendatangi Rasulullah ﷺ  dan menceritakan tentang hal itu. Rasulullah pun bertanya, “Apakah malam kalian tersebut seperti berada di malam pertama?” Abu Tholhah menjawab, “Iya.” Beliau ﷺ  lalu mendo’akan, “Allahumma baarik lahumaa, Ya Allah berkahilah mereka berdua.”

Dari hubungan mereka tersebut lahirlah seorang anak laki-laki. Anas berkata bahwa Abu Tholhah berkata padanya, “Jagalah dia sampai engkau mendatangi Nabi ﷺ dengannya.” Anas pun membawa anak tersebut kepada Nabi ﷺ. Ummu Sulaim juga menitipkan membawa beberapa butir kurma bersama bayi tersebut. Nabi ﷺ lalu mengambil anak tersebut lantas berkata, “Apakah ada sesuatu yang dibawa dengan bayi ini?” Mereka berkata, “Iya, ada beberapa butir kurma.” Lantas Nabi ﷺ mengambilnya dan mengunyahnya. Kemudian beliau ambil hasil kunyahan tersebut dari mulutnya, lalu meletakkannya di mulut bayi tersebut. Beliau melakukan tahnik dengan meletakkan kunyahan itu di langit-langit mulut bayi. Beliau pun menamakan anak tersebut dengan ‘Abdullah. (HR. Bukhari no. 5470 dan Muslim no. 2144).

c. Menjadi tim medis ketika berjihad, sampai di dadanya disimpan pisau untuk berjaga-jaga ketika musuh melawan
dst

6. Khansa رضي الله عنها

a. Sangat cinta kepada kakaknya
b. Semua anaknya mati Syahid di Perang Qadisiyyah. [Ceritanya sangat panjang, bisa rujuk web berikut: http://jilbab.or.id/archives/896-al-khansa-ibunda-4-mujahid-sejati/ ]

7. Ummu Haram رضي الله عنها

Keistimewaannya diantaranya:

a. Ketika 70 sahabat meninggal di perang Uhud, suami, bapak, dan anaknya Ummu Harom meninggal. Namun yang dikhawatirkan Ummu Harom justru Rasulullah ﷺ


Wahai gelas-gelas kaca, singsingkan lengan, siapkan diri dan keturunanmu!

Resume oleh: Naufal Syahrial Hidayat
Selesai disusun: 4 Rabiul Akhir 1438H

#ResumeKajian

Komentar

Postingan Populer