Sifat orang Beriman & orang Kafir (Tafsir Surat Al-Baqarah ayat 4-6)
Pemateri : Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. (Hafidzahullah)
Tempat : Mesjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor
Hari/Tanggal : Rabu, 19 Rabiuts Tsani 1438 H/ Selasa, 17 Januari 2017 M
Resume oleh : Naufal Syahrial H (Agroteknologi 2016)
[Muqaddimah]
Penyakit kemunafikan tumbuh karena:a. Hati yang condong kepada Dunia
b. Hati yang condong kepada Syahwat
[Materi]
Allah ﷻ berfirman:
وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. (Al-Baqarah:4)
أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. (Al-Baqarah:5)
Orang yang memberikan hak Al-Quran, dia tidak akan pernah kafir. Sebagaimana janji Allah ﷻ
وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنْتُمْ تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ آيَاتُ اللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ ۗ وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (Al-Baqarah:101)
Hak-Hak Al-Quran:
a. Membaca
b. Mempelajari
c. Mentadaburi
d. Mengamalkan
Kita harus beriman kepada kitab-kitab Allah (Zabur, Taurat, Injil), termasuk kita harus meyakini bahwa kitab-kitab Allah selain Al-Quran sudah tidak asli lagi. Kisah-kisah dalam israeliat itu jangan dibenarkan, jangan pula didustakan.
Allah ﷻ menyebutkan sifat orang yang beriman dan bertaqwa:
=> Yakin akan kehidupan Akhirat
Meyakini kehidupan akhirat itu tidak mudah, karena perkara yang ghaib. Maka Allah ﷻ menurunkan hujjah-hujjah dari Al-Quran yang mengajak akal manusia berfikir. Contohnya Allah ﷻ mengajak manusia berfikir dalam surat Al-Qiyamah ayat-ayat akhir. Yaitu Jika Allah mampu menciptakan manusia dari saripati yang hina, Allah juga pasti mampu membangkitkan manusia dari alam kubur.
Faedah dari poin ini:
a. Melahirkan kesabaran
b. Semangat beramal Sholeh
c. Menjauhkan maksiat
Setelah itu, Allah ﷻ menyebutkan sifat orang yang kafir:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. (Al-Baqarah:6)
Kafir secara bahasa adalah menutupi. Mengapa disebut kafir? Karena menutupi kebenaran.
Kafir secara istilah adalah tidak beriman kepada apa yang Allah turunkan. Kafir dibagi menjadi 2:
a. Kafir kecil (tidak mengeluarkan pelakunya dari islam)
b. Kaifr besar (mengeluarkan pelakunya dari islam)
Kafir besar ada 6 macam:
1. Kafir Mendustakan (Mendustakan Al-Quran dengan hati, lisan, dan perbuatan)
Sebagaimana firman Allah ﷻ yang menceritakan orang kafir yang telah datang peringatan, dan meyakini kebenaran peringatan itu, namun mendustakannya:
قَالُوا بَلَىٰ قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ كَبِيرٍ
Mereka menjawab: "Benar ada", sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) dan kami katakan: "Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar" (Al-Mulk:9)
2. Kafir Juhud (Meyakini dengan hati tentang kebenaran Islam, tapi mendustakan dengan lisan dan perbuatan)
Kafir Juhud dibagi 2:
a. Juhud Mutlak (Mendustakan kebenaran Islam secara menyeluruh, sementara hati mengingkarinya)
b. Juhud Muqayyad (Mengingkari salah satu kewajiban-kewajiban Islam yang sangat jelas [Seperti sholat, Zakat, Puasa,Haji] )
3. Kafir Iba wal Istigbar (Enggan dan Sombong)
Hati & Lisan mengakui kebenaran Islam, namun tidak mau menjalan kan perintah Allah ﷻ dan Rasul-Nya karena kesombongan. Inilah jenis kafir Iblis. Allah ﷻ berfirman:
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (Al-Baqarah:34)
4. Kafir Nifaq (Mendustakan kebenaran Islam, namun lisan dan perbuatan seakan-akan mendukung)
Allah ﷻ berfirman:
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا
Allah beefirman (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang munafik itu akan dicampakkan ke dalam kerak neraka dan kamu tidak akan melihat mereka memperoleh penolong” (An-Nisa: 145)
5. Kafir Irab (Berpaling, tidak mendustakan Islam, maupun membenarkannya)
6. Kafir Syaq (Ragu, meragukan kebenaran Islam)
Kita harus yakin kebenaran Al-Quran ini, sebagaimana firman Allah ﷻ
ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (Al-Baqarah:2)
Kita tidak boleh mengkafirkan orang-orang kecuali terpenuhi syarat-syaratnya:
1. Pelakunya Baligh dan Berakal
2. Melakukan Kekafiran dengan sukarela
3. Tegak hujjah kepadanya, sudah sampai risalah kenabian
4. Melakukan kekufuran bukan karena adanya syubhat
Ada 2 penghalang dalam mengkafirkan:
1. Orang yang bodoh
2. Orang yang terkena Syubhat
Allahua'lam
#ResumeKajian
_______________
©Hunter Unpad 2017
https://line.me/R/ti/p/%40vql7648g



Komentar
Posting Komentar