Tabligh Akbar UST. SYAFIQ : TEMUI AKU DI TELAGA


Pemateri: Ust. Dr. Syafiq Reza Basalamah, M.A
Sabtu, 2 Rabiuts Tsani 1438 H
Masjid Al - Ukhuwah, Bandung
Resume Oleh : Moch Rizqi Hijriah
Pelengkap Resume : Zain Ibn Sufry 


***

[Muqodimah] 

Kita perlu mengingatkan umat islam, karena begitu sempitnya hati ini, karena banyak yang mengaku muslim tetapi tidak menampakkan ke islamannya, ketika turun di bandara-bandara terlihatlah patung-patung maka itu tidaklah mencerminkan sebagai negara muslim,

Kita perlu ingatkan ke mereka, bahwa malam ini tidak ada apa-apa. Dalam At Taubah 36, Juga malam ini, tidak ada apa apa. Allah sudah menetapkan tanggal untuk orang-orang beriman, Allah berfirman,

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَاۤ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ   ؕ  ذٰ لِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ   ۙ    فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ    ؕ  وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَآفَّةً   ؕ  وَاعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan Bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa." (QS. At-Taubah: Ayat 36)

Alquran bukan hanya Al Maidah 51. Islam itu 30 juz dan sunnah-sunnah Nabi.
Bulan Haram adalah Muharram, Rajab, Dzulqa'dah, dan Dzulhijjah.
Dulu orang musyrik Makkah di bulan-bulan ini mereka tidak minum khamr, tidak membunuh, tidak melakukan kejahatan. Itu orang musyrik. Sekarang umat muslim malah tidak peduli.

"Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa."
Ini adalah syarat bagi orang yang ingin bahagia, yaitu takwa. Dalam ayat lain, Allah berfirman,
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرٰىٓ ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالْأَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.
[QS. Al-A'raf: Ayat 96]
***
Nanti pada hari kiamat akan penuh dengan manusia 8 Pintu surga yang luasnya antara mekkah dan Hajar yang jaraknya sampai dengan 1000 KM.

Dan Rasulullah merindukan umat Islam.
Suatu ketika berkumpullah Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam bersama sahabat-sahabatnya yang mulia. Di sana hadir pula sahabat paling setia, Abu Bakar ash-Shiddiq. Kemudian terucap dari mulut baginda yang sangat mulia:“Wahai Abu Bakar, aku begitu rindu hendak bertemu dengan ikhwanku(saudara-saudaraku).”

Suasana di majelis itu hening sejenak. Semua yang hadir diam seolah sedang memikirkan sesuatu. Lebih-lebih lagi sayidina Abu Bakar, itulah pertama kali dia mendengar orang yang sangat dikasihinya melontarkan pengakuan demikian.

“Apakah maksudmu berkata demikian, wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu?”Abu Bakar bertanya melepaskan gumpalan teka-teki yang mulai memenuhi pikiran.

“Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku.” Suara Rasulullah bernada rendah.
[HR Ibnu Asakir, dhaif]
***
Annas bin malik meriwayatkan, rosulullah ﷺ pergi ke baqi
***
Allah ﷻ berfirman :

لَـقَدْ جَآءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ  عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ  رَّحِيْمٌ
"Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman."
(QS. At-Taubah: Ayat 128)
***
Suatu hari, 'Aisyah menyaksikan Nabi sedang bahagia. Lalu beliau meminta sesuatu kepada Nabi. Aisya berkata, "Wahai Rasulullah, aku minta kau berdoa untuk aku." Maka Rasulullah berdoa, "Ya Allaah, ampunilah Aisyah semua kesalahannya yang lalu dan yang akan datang, yang terang-terangan maupun yang sembunyi-sembunyi."
Lalu aisyah tertawa bahagia terpingkal-pingkal. Lalu Rasulullah mengatakan, "Apakah engkau senang dgn doaku?"
Aisyah berkata, "Bagaimana mungkin aku tidak bahagia?"
Rasulullah berkata. "Demi Allah, itu adalah doa yang aku panjatkan tiap hari untuk umatku."

Nabi tidak pernah lewat mendoakan kita. Apakah kita mendoakan beliau setiap hari?
***

Keutamaan berdzikir


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim, no. 408)
***
Nabi tidak pernah lewat mendoakan kita. Apakah kita mendoakan beliau setiap hari?

Rasulullah menanti kita di telaganya.
Ketika manusia keluar kuburnya, mereka menuju ke padang makhsyar. Matahari mendekat. Sehingga manusia berkeringat dan tenggelam oleh keringat mereka, bergantung pada amal mereka. Mereka menuju ke haudh (telaga). Kemudian mereka menuju mizan. Setelah itu, mereka menuju shirath.

Nabi bersabda,
"Sesungguhnya aku menunggu kalian semua di haudh (telaga). Yang melewatiku akan minum. Barangsiapa minum dari telagaku, ia tidak akan haus selamanya."
[HR Bukhari Muslim]
Rasulullah ﷺ  bersabda:

لِكُلِّ نَبِىٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِىٍّ دَعْوَتَهُ وَإِنِّى اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِى شَفَاعَةً لأُمَّتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَهِىَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِى لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا

“Setiap Nabi memiliki doa yang mustajab, maka setiap nabi menyegerakan doanya. Dan sesungguhnya aku menyembunyikan doaku sebagai syafa’at bagi umatku pada hari kiamat. Dan insya Allah syafa’atku untuk setiap orang yang mati dari kalangan
umatku dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun” (HR. Muslim)

Rosulullah ﷺ menunggu kita di telaga, lalu mengenai keadaan di padang mahsyar Rasulullah ﷺ bersabda:

تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ : فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيْلِ أَمَسَافَةَ اْلأَرْضِ أَمْ الْمِيْلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ، قَالَ : فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا، وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيْهِ

“Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2864)

Setelah itu orang-orang berbondong-bondong hadir ke Telaga.
***
Tetapi ada orang-orang yang dihalangi untuk hadir dan minum di Telaga

Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa ada orang-orang yang dihalangi dan diusir dari telaga yang penuh kemuliaan ini (Riwayat imam al-Bukhari (no. 6211) dan Muslim (no. 2304) dari Anas bin Malik).
Karena mereka sewaktu di dunia berpaling dari petunjuk dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada pemahaman dan perbuatan bid’ah, sehingga di akhirat mereka dihalangi dari kemuliaan meminum air telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, sebagai balasan yang sesuai dengan perbuatan mereka.

Orang-orang yang dihadang untuk hadir dan minum di telaga :

1. Orang-orang yang murtad pada zaman Nabi Muhammad ﷺ
2. Orang-orang yang murtad setelah meninggalnya Nabi Muhammad ﷺ
3. Orang-orang yang munafiq
4. Orang-orang yang merubah sunnah dan petunjuk Nabi Muhammad ﷺ
5. Para pelaku dosa besar (HR. Imam Ahmad)
***
Beratnya berpegang teguh pada sunnah di zaman penuh fitnah. lalu apa yang dimaksud berpegang teguh dengan sunnah(?), yaitu :

1. Melaksanakan kewajiban/perintah dan meninggalkan larangan-nya.
2. Meninggalkan bid'ah - bid'ah amaliah dan keyakinan/I'tiqodi.
3. Semangat untuk mengamalkan amalan-amalan yang disunnahkan.
4. Mengajak manusia kepada kebaikan, dan berusaha memperbaiki  kesalahan.

Imam Ahmad bin Hanbal disiksa dan hampir dibunuh karena ia mempertahankan bahwa Alquran adalah firman Allah, bukan makhluk
***

Apa yang kita dapatkan jika kita berpegang teguh pada sunnah :


1. Berjumpa dengan Rasulullah ﷺ, dan minum di Telaga
2. Masuk Surga,
“Setiap umatku akan masuk surga, kecuali orang-orang yang enggan untuk memasukinya. Ada seseorang yang bertanya, siapakah orang yang enggan tersebut wahai Rasulullah ? Beliau bersabda, “Barangsiapa mentaatiku akan masuk surga, barangsiapa tidak taat kepadaku sungguh dia orang yang enggan masuk surga “ (H.R Bukhari)
3. Dilipatgandakannya pahala,
Dijelaskan dalam Tuhfatul Ahwadzi bahwa di zaman tersebut, orang yang berpegang teguh dengan agama hingga meninggalkan dunianya, ujian dan kesabarannya begitu berat. Ibaratnya seperti seseorang yang memegang bara (nyala) api.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi no. 2260. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).
4. Orang yang berpegang teguh dengan sunnah, maka In syaa Allah mati Khusnul Khotimah.
5. Dipuji oleh Rasulullah ﷺ,
بدأ الإسلام غريباً وسيعود غريباً كما بدأ فطوبى للغرباء
“Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing” (HR. Muslim)
6. Mendapatkan petunjuk dan Istiqomah,
Allah SWT berfirman:

قُلْ اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ ۚ  فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّمَا عَلَيْهِ  مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُمْ مَّا حُمِّلْتُمْ  ؕ  وَاِنْ تُطِيْعُوْهُ تَهْتَدُوْا  ؕ  وَمَا عَلَى  الرَّسُوْلِ اِلَّا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ
"Katakanlah, "Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya kewajiban rasul (Muhammad) itu hanyalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu hanyalah apa yang dibebankan kepadamu. Jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Kewajiban rasul hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas.""
(QS. An-Nur: Ayat 54)
7. Akan memiliki firasat yang kuat.
Abu Utsman Al Hairy mengatakan, "Barangsiapa menjadikan penguasanya adalah sunnah, maka jika ia berbicara akan penuh dengan hikmah. Barangsiapa menjadikan penguasanya adalah nafsu, maka jika ka berbicara akan penuh dengan penuh dengan bid'ah." Kemudian beliau berdalil dengan ayat An Nur di atas.
***
"Hendaklah engkau berpegang teguh pada sunnah - sunnah terdahulu para shalafush shalih". Berhati-hatilah terhadap ucapan orang (HR. Muslim)

Barakallahu fiikum.


Komentar

Postingan Populer