TIPS ISTIQOMAH
[HUNTERS QALAM]
Iman kita sering Ngedrop? Ini solusinya!
Oleh : Fandy Arief Nasher
bismillaahi wash shalaatu was salaamu alaa rasuulillaah
[Saat kajian]
“uweee, ku akan istiqomah di jalannya ! bismillah!"
{Pulang kajian}
“wei , manteb nih diajak teman lama udah jarang ketemu buat main P3S bareng , lumayan… buat silaturahim :v
“wah ! komik favorit ana versi Anim3nya udah keluar ternyata ! download kuyz”
**
Malam pun tiba dan fulan mulai meratapi dirinya
“ aahhh euyy, kebuang lagi waktu sama hal yang gak beguna , nanti ah ,bulan depan aja kajiannya, hehe..“
.
.
.
.
rutinitas tersebut pun terulang lagi, wkwkw…
WAT WUT WAT??!
kok bisa sih seperti itu ? gimana caranya ya ?
memang susah istiqomah dizaman Fitan ini (fitnah)
ketika muncul keinginan untuk istiqomah
Bangkitlah godaan yang bertubi tubi dari segala penjuru dunia
semua itu berubah..
ketika satan menyerang (av1t1r :v)
yaah, alhasil ..
kembali lemah seperti dulu T_T
terus gimana caranya gan / sis ? yuk dibaca , renungkan , dan lakukan!
**
SEVEN WAYZ for keep us istiqomah
1. Perbanyaklah menyimak dan mentadabburi ayat-ayat Al-Quran
Ini nih yang super mantab sumantab
ketika mendengarkan murottal qur’an jiwa pun menjadi tenang
ketika membaca arti ayat dari al quran dan dibacakan oleh seseorang ( teman , audio , dsb) maka mata pun tak bisa menahas derasnya keagungan ayat demi ayat..
yang terkandung di dalamnya
seperti firman allah ﷻ dalam Al Isra ayat 82 yang berbunyi
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
"Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”
2. Carilah ilmu syar’i
Ini nih yang memang diperlukan buat kita semua
ketika mendengarkan kajian , maka hati pun takluk akan hinannya diri kita saat ini
terbatasnya ilmu yang kita miliki , dan “diatas langit ada langit” , reward & punishment aturan allah yang disampaikan pun kian menyentuh hati sang pendengar, Sebab.
dalam surat az zumar ayat 9, allah ﷻ berfirman
أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ
"Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran."
Dan surat fatir ayat 29 allah ﷻ berfirman
وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ
"Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha"
3. Perbanyaklah amal shalih
Dengan memperbanyak amal shalih, otomatis waktu yang kita miliki dialokasikan kepada hal hal yang bermanfaat dan semakin mendekatkan diri kepadaNya ,
sebaliknya
waktu yang dialokasikan untuk kebathilan , akan membuat hati kita menjadi keras , turunnya kadar keimanan, lalai dari ketaatan , dan sebagainya
Rasulullah ﷺ bersabda
Suatu ketika Rasulullah ﷺ. bertanya, “Siapa di antara kalian yang berpuasa di hari ini?” Abu Bakar menjawab, “Saya.” Lalu Rasulullah ﷺ. bertanya lagi, “Siapa di antara kalian yang hari ini menjenguk orang sakit?” Abu Bakar menjawab, “Saya.”
Lalu Rasulullah ﷺ. bersabda,
“Tidaklah amal-amal itu menyatu dalam diri seseorang malainkan dia akan masuk surga.” (Muslim)
Begitulah seorang mukmin yang sejati.
begitu antusias menggunakan setiap kesempatan untuk memperbanyak amal shalih.
Dan tak mau kalah berlomba lomba dalam kebaikan.
semakin memperbanyak amal shalih , maka iman pun semakin terupgrade dan terasah ,
allah akan memberikan cintannya kepada umat yang berlomba dalam kebaikan.
Dalam sebuah hadits qudsy,
Rasulullah ﷺ. menerangkan bahwa Allah berfirman,
“Hamba-Ku senantiasa bertaqarrub kepada-Ku dengan mengerjakan nafilah sehingga Aku mencintainya.” (Shahih Bukhari no. 6137)
4. Ingat kematian dan Hadirkan perasaan takut mati dalam keadaan su’ul khatimah
Nah, ini nih , trigger lainnya supaya kita tetap istiqamah di jalannya ,
Mengingat-ingat mati bisa mendorong kita untuk menghindari diri dari berbuat durhaka kepada Allah; dan dapat melunakkan hati kita yang keras
Rasulullah ﷺ. juga bersabda,
“Banyak-banyaklah mengingat penebas kelezatan-kelezatan, yakni kematian"
(Tirmidzi no. 230)
Dan rasulullah pun menganjurkan kepada kita bahwa “Kunjungilah orang sakit dan iringilah jenazah, niscaya akan mengingatkanmu terhadap hari akhirat.” (Shahihul Jami’ no. 4109)
5. Mengingat kehinaan dunia
Nah ini dia , jangan salah tafsir ya
maksudnya adalah ketika kita memikirkan sesuatu yang bersifat dominan ,maka pikiran tersebut akan menjadi orientasi hidupnya,
ketika dominan tentang hal duniawi , maka orientasi hidupnya pun segala hal mengenai duniawi ,
dan sebaliknya
ketika orientasi hidupnya akhirat , maka orientasi hidupnya pun bahagia akhirat adalah yang paling utama,, bahagia dunia dan akhirat adalah yang utama
bersabda Rasulullah ﷺ.
“Sesungguhnya makanan anak keturunan Adam itu bisa dijadikan perumpamaan bagi dunia. Maka lihatlah apa yang keluar dari diri anak keturunan Adam, dan sesungguhnya rempah-rempah serta lemaknya sudah bisa diketahui akan menjadi apakah ia.” (Thabrani)
6. Cari lingkungan yang baik
Sebaik baiknya usaha untuk berubah, ketika lingkungan hidupnya tidak baik , maka tidak baik pula kelakuannya ,
berkenalan boleh dengan siapapun, tetapi, untuk menjadikannya teman dekat (sahabat) harus selektif ,
karena sesuai dalam hadis , yaitu
لرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman ( (HR Abu Dâwud no. 4833 dan at-Tirmidzi no. 2378. (ash-Shahîhah no. 927) )
dan
الْمُؤْمِنُ مِرْآةُ (أخيه) الْمُؤْمِنِ
"Seorang mukmin cerminan dari saudaranya yang mukmin "
no. 239) dan Abu Dâwud no. 4918 (ash-Shahîhah no. 926)"
Kalau seorang biasa berkumpul dengan seseorang yang hobinya berjudi, maka kurang lebih dia seperti itu juga.
Begitu pula sebaliknya,
kalau dia biasa berkumpul dengan orang yang rajin shalat berjamaah, maka kurang lebih dia seperti itu
7. Muhasabah diri
Ini pun tak kalah penting,
Umar bin Khattab r.a. berwasiat
“Hisablah dirimu sekalian sebelum kamu dihisab.”
Dan allah pun berfirman
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan"
Semoga kita diberi kekuatan untuk dapat istiqamah di jalannya.
barakallah fiikum
_______________
©Hunter Unpad 2017
https://line.me/R/ti/p/%40vql7648g
Iman kita sering Ngedrop? Ini solusinya!
Oleh : Fandy Arief Nasher
bismillaahi wash shalaatu was salaamu alaa rasuulillaah
[Saat kajian]
“uweee, ku akan istiqomah di jalannya ! bismillah!"
{Pulang kajian}
“wei , manteb nih diajak teman lama udah jarang ketemu buat main P3S bareng , lumayan… buat silaturahim :v
“wah ! komik favorit ana versi Anim3nya udah keluar ternyata ! download kuyz”
**
Malam pun tiba dan fulan mulai meratapi dirinya
“ aahhh euyy, kebuang lagi waktu sama hal yang gak beguna , nanti ah ,bulan depan aja kajiannya, hehe..“
.
.
.
.
rutinitas tersebut pun terulang lagi, wkwkw…
WAT WUT WAT??!
kok bisa sih seperti itu ? gimana caranya ya ?
memang susah istiqomah dizaman Fitan ini (fitnah)
ketika muncul keinginan untuk istiqomah
Bangkitlah godaan yang bertubi tubi dari segala penjuru dunia
semua itu berubah..
ketika satan menyerang (av1t1r :v)
yaah, alhasil ..
kembali lemah seperti dulu T_T
terus gimana caranya gan / sis ? yuk dibaca , renungkan , dan lakukan!
**
SEVEN WAYZ for keep us istiqomah
1. Perbanyaklah menyimak dan mentadabburi ayat-ayat Al-Quran
Ini nih yang super mantab sumantab
ketika mendengarkan murottal qur’an jiwa pun menjadi tenang
ketika membaca arti ayat dari al quran dan dibacakan oleh seseorang ( teman , audio , dsb) maka mata pun tak bisa menahas derasnya keagungan ayat demi ayat..
yang terkandung di dalamnya
seperti firman allah ﷻ dalam Al Isra ayat 82 yang berbunyi
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
"Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”
2. Carilah ilmu syar’i
Ini nih yang memang diperlukan buat kita semua
ketika mendengarkan kajian , maka hati pun takluk akan hinannya diri kita saat ini
terbatasnya ilmu yang kita miliki , dan “diatas langit ada langit” , reward & punishment aturan allah yang disampaikan pun kian menyentuh hati sang pendengar, Sebab.
dalam surat az zumar ayat 9, allah ﷻ berfirman
أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ
"Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran."
Dan surat fatir ayat 29 allah ﷻ berfirman
وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ
"Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha"
3. Perbanyaklah amal shalih
Dengan memperbanyak amal shalih, otomatis waktu yang kita miliki dialokasikan kepada hal hal yang bermanfaat dan semakin mendekatkan diri kepadaNya ,
sebaliknya
waktu yang dialokasikan untuk kebathilan , akan membuat hati kita menjadi keras , turunnya kadar keimanan, lalai dari ketaatan , dan sebagainya
Rasulullah ﷺ bersabda
Suatu ketika Rasulullah ﷺ. bertanya, “Siapa di antara kalian yang berpuasa di hari ini?” Abu Bakar menjawab, “Saya.” Lalu Rasulullah ﷺ. bertanya lagi, “Siapa di antara kalian yang hari ini menjenguk orang sakit?” Abu Bakar menjawab, “Saya.”
Lalu Rasulullah ﷺ. bersabda,
“Tidaklah amal-amal itu menyatu dalam diri seseorang malainkan dia akan masuk surga.” (Muslim)
Begitulah seorang mukmin yang sejati.
begitu antusias menggunakan setiap kesempatan untuk memperbanyak amal shalih.
Dan tak mau kalah berlomba lomba dalam kebaikan.
semakin memperbanyak amal shalih , maka iman pun semakin terupgrade dan terasah ,
allah akan memberikan cintannya kepada umat yang berlomba dalam kebaikan.
Dalam sebuah hadits qudsy,
Rasulullah ﷺ. menerangkan bahwa Allah berfirman,
“Hamba-Ku senantiasa bertaqarrub kepada-Ku dengan mengerjakan nafilah sehingga Aku mencintainya.” (Shahih Bukhari no. 6137)
4. Ingat kematian dan Hadirkan perasaan takut mati dalam keadaan su’ul khatimah
Nah, ini nih , trigger lainnya supaya kita tetap istiqamah di jalannya ,
Mengingat-ingat mati bisa mendorong kita untuk menghindari diri dari berbuat durhaka kepada Allah; dan dapat melunakkan hati kita yang keras
Rasulullah ﷺ. juga bersabda,
“Banyak-banyaklah mengingat penebas kelezatan-kelezatan, yakni kematian"
(Tirmidzi no. 230)
Dan rasulullah pun menganjurkan kepada kita bahwa “Kunjungilah orang sakit dan iringilah jenazah, niscaya akan mengingatkanmu terhadap hari akhirat.” (Shahihul Jami’ no. 4109)
5. Mengingat kehinaan dunia
Nah ini dia , jangan salah tafsir ya
maksudnya adalah ketika kita memikirkan sesuatu yang bersifat dominan ,maka pikiran tersebut akan menjadi orientasi hidupnya,
ketika dominan tentang hal duniawi , maka orientasi hidupnya pun segala hal mengenai duniawi ,
dan sebaliknya
ketika orientasi hidupnya akhirat , maka orientasi hidupnya pun bahagia akhirat adalah yang paling utama,, bahagia dunia dan akhirat adalah yang utama
bersabda Rasulullah ﷺ.
“Sesungguhnya makanan anak keturunan Adam itu bisa dijadikan perumpamaan bagi dunia. Maka lihatlah apa yang keluar dari diri anak keturunan Adam, dan sesungguhnya rempah-rempah serta lemaknya sudah bisa diketahui akan menjadi apakah ia.” (Thabrani)
6. Cari lingkungan yang baik
Sebaik baiknya usaha untuk berubah, ketika lingkungan hidupnya tidak baik , maka tidak baik pula kelakuannya ,
berkenalan boleh dengan siapapun, tetapi, untuk menjadikannya teman dekat (sahabat) harus selektif ,
karena sesuai dalam hadis , yaitu
لرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman ( (HR Abu Dâwud no. 4833 dan at-Tirmidzi no. 2378. (ash-Shahîhah no. 927) )
dan
الْمُؤْمِنُ مِرْآةُ (أخيه) الْمُؤْمِنِ
"Seorang mukmin cerminan dari saudaranya yang mukmin "
no. 239) dan Abu Dâwud no. 4918 (ash-Shahîhah no. 926)"
Kalau seorang biasa berkumpul dengan seseorang yang hobinya berjudi, maka kurang lebih dia seperti itu juga.
Begitu pula sebaliknya,
kalau dia biasa berkumpul dengan orang yang rajin shalat berjamaah, maka kurang lebih dia seperti itu
7. Muhasabah diri
Ini pun tak kalah penting,
Umar bin Khattab r.a. berwasiat
“Hisablah dirimu sekalian sebelum kamu dihisab.”
Dan allah pun berfirman
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan"
Semoga kita diberi kekuatan untuk dapat istiqamah di jalannya.
barakallah fiikum
_______________
©Hunter Unpad 2017
https://line.me/R/ti/p/%40vql7648g


Komentar
Posting Komentar