UST. ABU HAIDAR - BERKELANA KE ALAM KUBUR


Hari/Tanggal : Selasa, 18 Rabiuts tsani 1438H / 17 Januari 2017
Pemateri : Ustadz Abu Haidar As-Sundawy (Hafidzahullah)
Tempat : Masjid Uswatun Hasanah, Rooftop Pasar Baru Trade Center (Jl. Oto Iskandar Di Nata, Bandung).
Resume Oleh : Auliviér (Kimia 2016)



***
Alam kubur, penglihatan dari dalam

Bab 1: Metode pengobatan hati yang keras
- Tilawah Qur'an dan dzikrullah
- Bersikap merendah diri di hadapan Allah, bersandar kepadanya dan berupaya menangis di hadapannya
- Menghadiri majelis ilmu
- Dzikrul maut, mengingat kematian


Poin ke - 5
Menyaksikan orang yang sedang menghadapi kematian, sakaratul maut.
Hal ini akan menambah iman serta meluluhkan hati yang keras.

"Rasul masuk menemui seorang pemuda yang mendekati kematian. Beliau bertanya kaifa tajiduka? (apa yang engkau rasakan?) pemuda tersebut menjawab sesungguhnya aku berharap pada Allah namun aku takut pada dosa-dosaku.

Di sini sang pemuda memiliki sifat roja' dan khauf (pengharapan serta takut) Rasul berkata "tidaklah berkumpul kedua perasaan tadi di hati seorang hamba di momen seperti ini (sakit keras/menjelang maut) kecuali Allah memberikan apa yang ia harapkan dan Allah akan mengamankan dia dari apa apa yang ia takuti" (Imam Tirmidzi, kitabul janaiz)

***
Setiap orang yang sakit parah, yang diduga kuat akan berujung pada kematian maka seharusnya orang tersebut menanamkan sifat roja dan khauf.

Imam Hasan Al-Basri suatu hari melayat orang yang sakit. (melayat: sholawat 70.000 malaikat untuk para pelayat dari pagi- sore atau sore-pagi. Lebih baik melayat pada pagi/sore agar mendapat sholawat yang lebih banyak)

Syaikh Utsaimin, Hadits Qudsi

"Wahai anak Adam, dulu ketika kalian di dunia aku sedang sakit, namun kalian tak melayatku. Bani Adam menjawab, bagaimana kami melayatmu wahai Allah? Allah menjawab, bukankah engkau tahu sahabatmu sakit? Engkau akan mendapati aku di samping orang yang sakit" Hadist Qudsi ini menjelaskan bahwa seorang hamba yang sakit sangat dekat dengan Allah.

Karena ini, doa seorang yang sakit serta pelayatnya mudah dikabulkan oleh Allah (namun yang sakit lebih dekat dengan Allah karena itu doanya lebih mudah dikabulkan).

Imam Hasan Al-Basri pergi dari rumah dalam keadaan ceria untuk melayat orang yang sakit. Ia mendapati orang tersebut dalam keadaan sakaratul maut. Beliau mengamatinya dan mentalqinnya. Beliau juga mengikuti proses hingga dikuburkannya mayat orang tersebut. Imam Hasan Al-Basri pulang dalam keadaan murung/sedih yang mendalam. Sejak kejadian ini beliau makin mempersiapkan dirinya untuk menghadapi sakaratul maut yang dahsyat.

Poin ke - 6 (poin inti)
Pelunak hati yang keras adalah ziarah kubur.

Ziarah kubur dapat melunakan hati secara dahsyat, dibandingkan poin poin yang lain yang sudah disebutkan.

Utsman Ibn Affan menangis saat ziarah kubur hingga basah jenggotnya. Beliau menangis ketika mengingat kubur karena mengingat sabda rasul "Alam kubur adalah salah satu fase menuju akhirat. Siapa uang selamat dari fitnah serta azab kubur, maka kehidupan fase selanjutnya akan lebih mudah baginya. Namun siapa siapa yang tak lolos dari azab kubur, kehidupan selanjutnya akan lebih berat baginya."

Azab kubur bukan apa-apa dibandingkan dengan azab pada kiamat nanti. Azab kubur bagaikan seperti tidur panjang karena saking besarnya/beratnya azab pada hari kiamat. (surah Yasin)

Namun hal diatas juga bisa berarti tidur diantara tiupan pertama dan kedua sangkakala yang jaraknya sebanyak 40 (tak dijelaskan berapa satuan waktunya)

Menziarahi alam kubur memiliki efek yang besar. Ziarah kubur mengingatkan penziarah pada kematian dan akhirat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ أَلَا فَزُورُوهَا، فَإِنَّهُ يُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ، وَلَا تَقُولُوا هُجْرًا

“Dahulu aku melarang kalian untuk berziarah kubur, sekarang berziarahlah karena ziarah dapat melembutkan hati, membuat air mata menetes, dan mengingatkan akhirat. Dan janganlah kalian mengucapkan al hujr.
(HR. Al Hakim (1/376), dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Ahkaamul Janaa-iz hal. 229)

Hujra bermakna kata-kata terlarang saat ziarah kubur, seperti berdoa pada penghuni kubur. Kegiatan ini menyebabkan seseorang dijatuhkan ke neraka dengan terhina. Meratap di kubur juga termasuk hujra.

Al-Munawi berkata ketika menjelaskan Hadist diatas

"Sebaik-baik obat untuk meluluhkan hati yang keras adalah suara orang yang tak terdengar diatas tanah kuburan yang diziarahinya."

Berdasarkan hal itu, perbanyaklah ziarah kubur.

***
[Adab ziarah kubur]

- Membaca doa ketika memasuki daerah pekuburan,

Disebutkan dalam kisah ‘Aisyah yang membuntuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ke pekuburan Baqi’ dalam sebuah hadits yang panjang, ‘Aisyah bertanya kepada Rasulullah,

كيف أقول لهم يا رسول الله؟ قال: قولي: السلام على أهل الديار من المؤمنين والمسلمين، ويرحم الله المستقدمين منا والمستأخرين، وإنا إن شاء الله بكم للاحقون“


Ya Rasulullah, apa yang harus aku ucapkan kepada mereka (penghuni kubur-ed)?” Rasulullah menjawab, “Katakanlah : Assalamu’alaykum wahai penghuni kubur dari kalangan kaum mukminin dan muslimin. Semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang dating kemudian. Dan insya Allah kami akan menyusul kalian” HR. Muslim (3/14), Ahmad (6/221), An Nasa’I (1/286), dan Abdurrazzaq (no. 6712)


- Melepas alas kaki.

- Tidak menginjak, melangkahi, maupun menduduki kuburan.

- Mendoakannya jika ahli kubur seorang muslim. Auf Ibn Malik mengatakan "Rasul sholat jenazah,


اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

“Ya Allah, ampuni dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah dia. Berilah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, lindungilah dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR. Muslim)

Sampai sampai aku berangan angan akulah si mayyit (karena rasul meminta banyak kebaikan untuk si mayyit)

- Mengambil ibroh dari si mayyit
- Akhwat tak mengikuti kegiatan penguburan, untuk menghindari madharat. Namun diperbolehkan untuk ziarah kubur.

Setelah masuk kubur, apa yang akan dialami?
Akan dibahas dikajian selanjutnya

#ResumeKajian
_______________
©Hunter Unpad 2017
https://line.me/R/ti/p/%40vql7648g

Komentar

Postingan Populer