UST. ABU HAIDAR - FENOMENA AKHIR ZAMAN
Pemateri : al Ustadz Abu Haidar As Sundawy –hafizhahullāh–
Tempat : Masjid PUSDAI, Jl. Diponegoro no. 63 – Bandung
Hari/Tanggal : Senin, 21 Jumadal Tsani 1438 H/20 Maret 2017 M
Diantara fenomena akhir zaman yang akan terjadi adalah :
1. Kembalinya negeri arab menjadi negeri yang subur dan memiliki banyak sungai.
Dikemukakan dalam banyak hadits shahih, diantaranya:
Rasulullah ﷺ bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا.
“Tidak akan tiba hari Kiamat hingga tanah Arab kembali hijau penuh dengan tumbuhan dan sungai-sungai.”
Di dalam hadits ini terdapat dalil bahwa tanah Arab sebelumnya adalah hijau penuh dengan tumbuhan dan sungai-sungai dan akan kembali seperti semula.
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata mengenai makna kembali menjadi penuh dengan tumbuhan dan sungai-sungai, "Maknanya adalah -wallaahu a'lam- manusia atau penduduk negeri arab akan meninggalkan negerinya, tidak ditanami dan dimanfaatkan airnya. Banyak peperangan, bergelombangnya fitnah, negeri tidak diperhatikan sehingga muncul rumput ilalang hingga negeri arab menjadi hutan rerumputan atau alang-alang.
Perkataan ini diperselisihkan sebagian ulama, karena negeri arab adalah negeri yang gersang dan kalau dibiarkan begitu saja tidak akan ada tanaman yang tumbuh dan sungai yang mengalir. Maka kemungkinannya :
1) berubahnya kondisi alam
2) ikhtiar dari penduduknya
3) barakah yang Allah limpahkan karena ketakwaan mereka
Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu anhu telah meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda pada perang Tabuk:
“Sesungguhnya kalian -insya Allah- akan mendatangi mata air Tabuk esok hari, dan sesungguhnya kalian tidak akan mendatanginya sehingga siang sudah meninggi. Barangsiapa dari kalian mendatangi-nya, maka janganlah ia menyentuh airnya sedikit pun hingga aku tiba.”
Namun ternyata sudah ada dua orang yang telah menda-hului mereka, dan terlihat mata air itu bagaikan tali sandal yang mengucurkan sedikit air, padahal mata air tersebut terkenal banyak airnya. Lalu Rasulullah ﷺ bertanya kepada keduanya apakah mereka menyentuh air tersebut dan diiyakan, Rasulullah ﷺ sallam mencela keduanya, dan mengatakan berbagai hal kepada keduanya.
Mu’adz berkata, “Kemudian mereka menyiduk air dari mata air sedikit demi sedikit, sehingga air tersebut terkumpul di suatu wadah lalu Rasulullah ﷺ mencuci kedua tangan dan muka di dalamnya, kemudian mengembalikan air tersebut ke dalam mata air. Tiba-tiba mata air itu memancarkan air dengan jumlah yang sangat banyak, sehingga semua orang bisa memakainya.
Akhirnya Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Hampir saja wahai Mu’adz! Seandainya umurmu panjang, niscaya engkau akan melihat tempat ini dipenuhi dengan kebun-kebun.’”
2. Banyaknya hujan tetapi sedikit tumbuh-tumbuhan.
Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُمْطَرَ النَّاسُ مَطَرًا عَامًّا وَلاَ تُنْبِتُ اْلأَرْضُ شَيْئًا.
‘Tidak akan tiba hari Kiamat hingga manusia dihujani dengan hujan secara merata, tetapi bumi tidak menumbuhkan sesuatu.’”
umumnya hujan menjadi penyebab tumbuhnya tumbuh-tumbuhan, namun suatu saat Allah putus hubungan asal antara tumbuhan dan hujan, sehingga inilah hakikat paceklik yang sebenarnya.
Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
لَيْسَتِ السَّنَةُ بِأَنْ لاَ تُمْطَـرُوا وَلَكِنَّ السَّنَةَ أَنْ تُمْطَرُوا وَتُمْطَرُوا وَلاَ تُنْبِتُ اْلأَرْضُ شَيْئًا.
“Bukanlah paceklik itu karena kalian tidak dituruni hujan, akan tetapi paceklik itu kalian dituruni hujan dan kalian dituruni hujan, namun bumi tidak menumbuhkan sesuatu.”
3. Binatang buas dan benda-benda mati bisa bicara.
Sebagian ulama berkata benda mati bisa bicara adalah : hp, tv, radio.
Mereka mengabarkan perkara gaib pada orang, bahkan anggota tubuh manusia seperti tangan dan kaki berbicara.
Dijelaskan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata:
جَاءَ ذِئْبٌ إِلَى رَاعِي غَنَمٍ، فَأَخَذَ مِنْهَا شَاةً، فَطَلَبَهُ الرَّاعِي حَتَّى انْتَزَعَهَا مِنْهُ. قَالَ: فَصَعِدَ الذِّئْبُ عَلَى تَلٍّ، فَأَقْعَى وَاسْتَذْفَرَ. فَقَالَ: عَمَدْتَ إِلَى رِزْقٍ رَزَقَنِيهِ اللهُ عَزَوَجَلَ انْتَزَعْتَهُ مِنِّـي. فَقَالَ الرَّجُلُ: تَاللهِ إِنْ رَأَيْتُ كَالْيَوْمِ ذِئْبًا يَتَكَلَّمُ! قَالَ الذِّئْبُ: أَعْجَبُ مِنْ هَذَا رَجُلٌ فِي النَّخَلاَتِ بَيْنَ الْحَرَّتَيْنِ يُخْبِرُكُمْ بِمَا مَضَـى وَبِمَا هُوَ كَائِنٌ بَعْدَكُمْ -وَكَانَ الرَّجُلُ يَهُودِيًّا- فَجَاءَ الرَّجُلُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَأَخْبَرَهُ، فَصَدَّقَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّهَا أَمَارَةٌ مِنْ أَمَارَاتٍ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ، قَدْ أَوْشَكَ الرَّجُلُ أَنْ يَخْرُجَ فَلاَ يَرْجِعَ حَتَّـى تُحَدِّثَهُ نَعْلاَهُ وَسَوْطُهُ مَا
أَحْدَثَ أَهْلُهُ بَعْدَهُ.
“Seekor serigala mendatangi seorang pengembala domba, lalu (serigala itu) mengambil seekor domba darinya. Kemudian pengembala itu me-rebutnya secara paksa darinya.” (Abu Hurairah) berkata, “Serigala itu naik ke tempat yang tinggi, dia duduk dan menggerak-gerakan ekornya. Dia berkata, ‘Engkau sengaja mengambil rizki secara paksa padahal Allah Azza wa Jalla telah memberikannya kepadaku.’ Orang tersebut berkata, ‘Demi Allah! Aku tidak pernah melihat (pemandangan) seperti hari ini; seekor serigala dapat berbicara!’ Serigala itu berkata, ‘Yang lebih aneh lagi adalah seorang laki-laki yang berada di kebun-kebun kurma di antara dua perkampungan akan mengabarkan kepada kalian segala hal yang telah terjadi dan yang akan terjadi setelah kalian.’ -Orang tersebut adalah seorang Yahudi-. Kemudian laki-laki itu datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mengabarkan kepadanya, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membenarkannya, beliau bersabda, “Sesungguhnya ia adalah salah satu tanda dari tanda-tanda Kiamat. Hampir saja seseorang keluar, lalu dia tidak kembali sehingga kedua sandalnya dan cambuknya berbicara kepadanya tentang sesuatu yang dilakukan oleh isterinya di saat ketidakhadirannya.” [HR. Ahmad]
Dan dalam riwayat beliau (Imam Ahmad) juga ada hadits shahih serupa dari Abu Sa'id al-Khudri.
4. Mengangan-angankan kematian saking hebatnya musibah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَمُرَّ الرَّجُلُ بِقَبْرِ الرَّجُلِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي مَكَانَهُ.
“Tidak akan tiba hari Kiamat hingga seseorang melewati kubur seseorang, lalu dia berkata, ‘Andaikata aku ada di tempatnya.’”
Syarah ibnu hajar : mengangan-angankan kematian hanya terjadi ketika banyaknya fitnah, ketika terjadi penggantian ketetapan syariat yang diganti dengan ketetapan manusia, pasti akan terjadi mau tidak mau.
Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Akan datang kepada kalian suatu zaman, di mana jika salah seorang di antara kalian mendapati, seandainya kematian bisa dijual, niscaya dia akan membelinya, sebagaimana dikatakan:
وَهذَا الْعَيْشُ مَا لاَ خَيْرَ فِيْهِ أَلاَ مَوْتٌ يُبَاعُ فَأَشْتَرِيْهِ.
Tidak ada kebaikan pada kehidupan ini, adakah kematian yang dijual sehingga aku dapat membelinya.
Al-Hafizh al-‘Iraqi rahimahullah berkata, “Hal itu tidak mesti terjadi pada setiap negeri, tidak juga pada segenap zaman, atau pada setiap manusia, bahkan bisa saja terjadi untuk sebagian orang di sebagian negeri pada sebagian zaman.
Sebagian ulama menjelaskan bahwa ini adalah zaman datangnya dajjal. Nabi ﷺ mengabarkan akan terjadi kesengsaraan dan kepedihan yang menimpa manusia, sehingga mereka mengharapkan kedatangan Dajjal. Dijelaskan dalam sebuah hadits dari Hudzaifah Radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَتَمَنَّوْنَ فِيْهِ الدَّجَّالَ، قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ! بِأَبِيْ وَأُمِّيْ مِمَّ ذَاكَ؟ قَالَ: مِمَّا يَلْقَوْنَ مِنَ الْعَنَاءِ وَالْعَنَاءِ.
‘Akan datang kepada manusia satu zaman di mana mereka mengharapkan (kedatangan) Dajjal.” Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, ayah dan ibuku sebagai tebusan, (karena apa) hal itu terjadi?” Beliau menjawab, “Karena kepedihan dan kepedihan yang mereka rasakan.”
Saat ini jangankan dajjal, banyak orang muslim yang menjilat orang kafir, menggadaikan aqidahnya demi kesejahteraan hidup.
__________________
©Hunter Unpad 2017
Line@ ID : @vql7648g
https://line.me/R/ti/p/%40vql7648g
Tempat : Masjid PUSDAI, Jl. Diponegoro no. 63 – Bandung
Hari/Tanggal : Senin, 21 Jumadal Tsani 1438 H/20 Maret 2017 M
Diantara fenomena akhir zaman yang akan terjadi adalah :
1. Kembalinya negeri arab menjadi negeri yang subur dan memiliki banyak sungai.
Dikemukakan dalam banyak hadits shahih, diantaranya:
Rasulullah ﷺ bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا.
“Tidak akan tiba hari Kiamat hingga tanah Arab kembali hijau penuh dengan tumbuhan dan sungai-sungai.”
Di dalam hadits ini terdapat dalil bahwa tanah Arab sebelumnya adalah hijau penuh dengan tumbuhan dan sungai-sungai dan akan kembali seperti semula.
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata mengenai makna kembali menjadi penuh dengan tumbuhan dan sungai-sungai, "Maknanya adalah -wallaahu a'lam- manusia atau penduduk negeri arab akan meninggalkan negerinya, tidak ditanami dan dimanfaatkan airnya. Banyak peperangan, bergelombangnya fitnah, negeri tidak diperhatikan sehingga muncul rumput ilalang hingga negeri arab menjadi hutan rerumputan atau alang-alang.
Perkataan ini diperselisihkan sebagian ulama, karena negeri arab adalah negeri yang gersang dan kalau dibiarkan begitu saja tidak akan ada tanaman yang tumbuh dan sungai yang mengalir. Maka kemungkinannya :
1) berubahnya kondisi alam
2) ikhtiar dari penduduknya
3) barakah yang Allah limpahkan karena ketakwaan mereka
Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu anhu telah meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda pada perang Tabuk:
“Sesungguhnya kalian -insya Allah- akan mendatangi mata air Tabuk esok hari, dan sesungguhnya kalian tidak akan mendatanginya sehingga siang sudah meninggi. Barangsiapa dari kalian mendatangi-nya, maka janganlah ia menyentuh airnya sedikit pun hingga aku tiba.”
Namun ternyata sudah ada dua orang yang telah menda-hului mereka, dan terlihat mata air itu bagaikan tali sandal yang mengucurkan sedikit air, padahal mata air tersebut terkenal banyak airnya. Lalu Rasulullah ﷺ bertanya kepada keduanya apakah mereka menyentuh air tersebut dan diiyakan, Rasulullah ﷺ sallam mencela keduanya, dan mengatakan berbagai hal kepada keduanya.
Mu’adz berkata, “Kemudian mereka menyiduk air dari mata air sedikit demi sedikit, sehingga air tersebut terkumpul di suatu wadah lalu Rasulullah ﷺ mencuci kedua tangan dan muka di dalamnya, kemudian mengembalikan air tersebut ke dalam mata air. Tiba-tiba mata air itu memancarkan air dengan jumlah yang sangat banyak, sehingga semua orang bisa memakainya.
Akhirnya Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Hampir saja wahai Mu’adz! Seandainya umurmu panjang, niscaya engkau akan melihat tempat ini dipenuhi dengan kebun-kebun.’”
2. Banyaknya hujan tetapi sedikit tumbuh-tumbuhan.
Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُمْطَرَ النَّاسُ مَطَرًا عَامًّا وَلاَ تُنْبِتُ اْلأَرْضُ شَيْئًا.
‘Tidak akan tiba hari Kiamat hingga manusia dihujani dengan hujan secara merata, tetapi bumi tidak menumbuhkan sesuatu.’”
umumnya hujan menjadi penyebab tumbuhnya tumbuh-tumbuhan, namun suatu saat Allah putus hubungan asal antara tumbuhan dan hujan, sehingga inilah hakikat paceklik yang sebenarnya.
Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
لَيْسَتِ السَّنَةُ بِأَنْ لاَ تُمْطَـرُوا وَلَكِنَّ السَّنَةَ أَنْ تُمْطَرُوا وَتُمْطَرُوا وَلاَ تُنْبِتُ اْلأَرْضُ شَيْئًا.
“Bukanlah paceklik itu karena kalian tidak dituruni hujan, akan tetapi paceklik itu kalian dituruni hujan dan kalian dituruni hujan, namun bumi tidak menumbuhkan sesuatu.”
3. Binatang buas dan benda-benda mati bisa bicara.
Sebagian ulama berkata benda mati bisa bicara adalah : hp, tv, radio.
Mereka mengabarkan perkara gaib pada orang, bahkan anggota tubuh manusia seperti tangan dan kaki berbicara.
Dijelaskan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata:
جَاءَ ذِئْبٌ إِلَى رَاعِي غَنَمٍ، فَأَخَذَ مِنْهَا شَاةً، فَطَلَبَهُ الرَّاعِي حَتَّى انْتَزَعَهَا مِنْهُ. قَالَ: فَصَعِدَ الذِّئْبُ عَلَى تَلٍّ، فَأَقْعَى وَاسْتَذْفَرَ. فَقَالَ: عَمَدْتَ إِلَى رِزْقٍ رَزَقَنِيهِ اللهُ عَزَوَجَلَ انْتَزَعْتَهُ مِنِّـي. فَقَالَ الرَّجُلُ: تَاللهِ إِنْ رَأَيْتُ كَالْيَوْمِ ذِئْبًا يَتَكَلَّمُ! قَالَ الذِّئْبُ: أَعْجَبُ مِنْ هَذَا رَجُلٌ فِي النَّخَلاَتِ بَيْنَ الْحَرَّتَيْنِ يُخْبِرُكُمْ بِمَا مَضَـى وَبِمَا هُوَ كَائِنٌ بَعْدَكُمْ -وَكَانَ الرَّجُلُ يَهُودِيًّا- فَجَاءَ الرَّجُلُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَأَخْبَرَهُ، فَصَدَّقَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّهَا أَمَارَةٌ مِنْ أَمَارَاتٍ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ، قَدْ أَوْشَكَ الرَّجُلُ أَنْ يَخْرُجَ فَلاَ يَرْجِعَ حَتَّـى تُحَدِّثَهُ نَعْلاَهُ وَسَوْطُهُ مَا
أَحْدَثَ أَهْلُهُ بَعْدَهُ.
“Seekor serigala mendatangi seorang pengembala domba, lalu (serigala itu) mengambil seekor domba darinya. Kemudian pengembala itu me-rebutnya secara paksa darinya.” (Abu Hurairah) berkata, “Serigala itu naik ke tempat yang tinggi, dia duduk dan menggerak-gerakan ekornya. Dia berkata, ‘Engkau sengaja mengambil rizki secara paksa padahal Allah Azza wa Jalla telah memberikannya kepadaku.’ Orang tersebut berkata, ‘Demi Allah! Aku tidak pernah melihat (pemandangan) seperti hari ini; seekor serigala dapat berbicara!’ Serigala itu berkata, ‘Yang lebih aneh lagi adalah seorang laki-laki yang berada di kebun-kebun kurma di antara dua perkampungan akan mengabarkan kepada kalian segala hal yang telah terjadi dan yang akan terjadi setelah kalian.’ -Orang tersebut adalah seorang Yahudi-. Kemudian laki-laki itu datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mengabarkan kepadanya, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membenarkannya, beliau bersabda, “Sesungguhnya ia adalah salah satu tanda dari tanda-tanda Kiamat. Hampir saja seseorang keluar, lalu dia tidak kembali sehingga kedua sandalnya dan cambuknya berbicara kepadanya tentang sesuatu yang dilakukan oleh isterinya di saat ketidakhadirannya.” [HR. Ahmad]
Dan dalam riwayat beliau (Imam Ahmad) juga ada hadits shahih serupa dari Abu Sa'id al-Khudri.
4. Mengangan-angankan kematian saking hebatnya musibah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَمُرَّ الرَّجُلُ بِقَبْرِ الرَّجُلِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي مَكَانَهُ.
“Tidak akan tiba hari Kiamat hingga seseorang melewati kubur seseorang, lalu dia berkata, ‘Andaikata aku ada di tempatnya.’”
Syarah ibnu hajar : mengangan-angankan kematian hanya terjadi ketika banyaknya fitnah, ketika terjadi penggantian ketetapan syariat yang diganti dengan ketetapan manusia, pasti akan terjadi mau tidak mau.
Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Akan datang kepada kalian suatu zaman, di mana jika salah seorang di antara kalian mendapati, seandainya kematian bisa dijual, niscaya dia akan membelinya, sebagaimana dikatakan:
وَهذَا الْعَيْشُ مَا لاَ خَيْرَ فِيْهِ أَلاَ مَوْتٌ يُبَاعُ فَأَشْتَرِيْهِ.
Tidak ada kebaikan pada kehidupan ini, adakah kematian yang dijual sehingga aku dapat membelinya.
Al-Hafizh al-‘Iraqi rahimahullah berkata, “Hal itu tidak mesti terjadi pada setiap negeri, tidak juga pada segenap zaman, atau pada setiap manusia, bahkan bisa saja terjadi untuk sebagian orang di sebagian negeri pada sebagian zaman.
Sebagian ulama menjelaskan bahwa ini adalah zaman datangnya dajjal. Nabi ﷺ mengabarkan akan terjadi kesengsaraan dan kepedihan yang menimpa manusia, sehingga mereka mengharapkan kedatangan Dajjal. Dijelaskan dalam sebuah hadits dari Hudzaifah Radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَتَمَنَّوْنَ فِيْهِ الدَّجَّالَ، قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ! بِأَبِيْ وَأُمِّيْ مِمَّ ذَاكَ؟ قَالَ: مِمَّا يَلْقَوْنَ مِنَ الْعَنَاءِ وَالْعَنَاءِ.
‘Akan datang kepada manusia satu zaman di mana mereka mengharapkan (kedatangan) Dajjal.” Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, ayah dan ibuku sebagai tebusan, (karena apa) hal itu terjadi?” Beliau menjawab, “Karena kepedihan dan kepedihan yang mereka rasakan.”
Saat ini jangankan dajjal, banyak orang muslim yang menjilat orang kafir, menggadaikan aqidahnya demi kesejahteraan hidup.
__________________
©Hunter Unpad 2017
Line@ ID : @vql7648g
https://line.me/R/ti/p/%40vql7648g



Komentar
Posting Komentar