UST. DADAN - AL KABAIR - Dosa Besar 21

From Kuningan with Love 2
[Al Kaba'ir Series]



Dosa Besar 21: Menuduh Wanita Mukminah Berzina
Pemateri : Ustadz Dadan حفظه الله
Hari/Tanggal : 14 Rabi'ul Akhir 1438 / 12 Januari 2017
Tempat : Masjid Sayyidah Fatimah
Desa Kasturi,  Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Resume Oleh : Abdullah bin Abdirrahman bin Mukhasan Kholil (Sastra Arab 2014)

***

Hal ini pernah terjadi pada zaman rasulullah ﷺ, yang menimpa ibunda Aisyah radhiyallahu 'anha,  ketika pulang dari  suatu perjalanan untuk menunaikan suatu hajat,  setelah selesai hajatnya kembali kepada sekedupnya (semacam kemah dibuat diatas unta untuk wanita) ternyata ada perhiasannya (kalung) yang hilang, akhirnya Aisyah pun mencari kalungnya.  Namun ketika Aisyah kembali orang-orang sudah tidak ada.

Shafwan bin al-Mu’aththal as-Sullami adz-Dzakwani yang datang belakangan pun tiba di daerah yang dilalui rombongan dan
Kaget melihat Aisyah, Aisyah pun juga kaget dan segera menutup wajahnya,  dan akhirnya Shafwan pun memberikan unta dan segera kembali ke madinah

Ketika datang ke madinah para munafik pun membuat makar dan fitnah terhadap Aisyah

__________
[Intermezzo]

Di Cina yg para bandar narkoba,  dll tidak dianggap penjahat namun yang dianggap penjahat adalah yang menentang pemerintah. Oleh karena itu para ulama sudah memperingatkan tentang komunis sudah mulai berkuasa di Indonesia

Dan kita harus yakin bahwa Aqidah kita, aqidah tauhid tidak sama dan tidak akan pernah bersatu dengan keyakinan-keyakinan lainnya,  Allah ﷻ berfirman,

أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ. مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ

Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)?, Atau adakah kamu (berbuat demikian): bagaimanakah kamu mengambil keputusan? [Al Qalam: 35-36]

Pola komunis yaitu saling membenturkan antara para ulama,  antara tokoh islam dengan tokoh islam lainnya

Partai Ba'at, partainya Basyar al Asad merupakan partai komunis terbesar didunia. Maka tidak heran jika mereka membantai para kaum muslimin disana.

Satu kota di suriah yang bernama Hama pernah dibantai oleh ayah dari Basyar al Asad sebanyak 20.000 jiwa.

Kita menyampaikan hal ini supaya kita harus hati-hati, tidak boleh lugu, namun bukan dengan cara demonstrasi dsb.

Kita juga tidak boleh tutup mata terhadap politik, karena rasulullah pun dan para sahabat juga berpolitik bahkan Syaikh Muhammad at Tamimi bekerjasama dengan Amir Muhammad bin Suud ini dlm masalah politik yang akhirnya melahirkan Arab Saudi.

Menghindari berbangga-bangga dengan kelompoknya, Allah ﷻ berfirman,

مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. [Ar Rum: 32]

Agama ini sudah diberi nama, Allah ﷻ berfirman

...هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَٰذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ ۚ

Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, [Al Hajj: 78]

Penamaan yang syari adalah Ahlusunnah, sebagaimana yang Allah ﷻ firmankan,

يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ

pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu". [Ali Imran: 106]

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, perihal firman Allah,
"waktu itu ada muka yang putih berseri dan ada pula muka yang hitam muram."

Yang putih wajahnya adalah Ahlussunnah wal jama'ah dan yang hitam adalah wajah Ahli Bid'ah [Tafsir Ibnu Katsir]

_________
[Kembali ke Topik]

Para kaum Munafik menuduh Aisyah radhiyallahu' anha telah berzina, kemudian Aisyah pun managis setiap hari ditinnggal karena didiamkan rasulullah selama sebulan, Kemudian turunlah ayat,

إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar, [An Nur: 23]

Jika menuduh orang berzina maka wajib
Mendatangkan 4 orang saksi laki-laki jika tidak sanggup cambuk 80x, Allah ﷻ berfirman,

وَالَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوا بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ فَاجْلِدُوهُمْ ثَمَانِينَ جَلْدَةً وَلَا تَقْبَلُوا لَهُمْ شَهَادَةً أَبَدًا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik. [An Nur: 4]

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah ﷺ  bersabda:

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَأَكْلُ الرِّبَا وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصِنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ



“Hendaklah kalian menghindari tujuh dosa yang dapat menyebabkan kebinasaan.”

Dikatakan kepada beliau,

“Apakah ketujuh dosa itu wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab:

“Dosa syirik (menyekutukan Allah), sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah untuk dibunuh kecuali dengan alasan yang benar, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari medan perang, dan menuduh wanita mukminah baik-baik berbuat zina.” [HR. Al-Bukhari no. 2560 dan Muslim no. 129]

Ibnu Rajab rahimahullah berkata,

 " واعلم أن الناس على ضربين :

أحدهما : من كان مستوراً لا يُعرفُ بشيءٍ من المعاصي ، فإذا وقعت هفوةٌ أو زلةٌ فإنه لا يجوزُ كشفها ولا هتكها ، ولا التحدث بها .

والثاني : من كان مشهوراً بالمعاصي معلنا بها ، لا يبالي بما ارتكب منها ولا بما قيل له ، فهذا هو الفاجرُ المعلن ، وليس له غيبةٌ ، كما نص على ذلك الحسنُ البصري وغيره .
"ketahuilah bahwa manusia terbagi 2 kelompok

1. Orang yang tidak dikenal serimg berbuat maksiat. Maka ketika jatuh dalam kesalahan tidak boleh dibicarakan tentang kesalahannya. (pentj. Karena Membicarakannya termasuk ghibah.)

2. Orang yang terang-terangan berbuat bermaksiat, membicarakannya bukan ghibah, (pentj. Kemudian setelah itu dinasihati)

Rasulullah ﷺ bersabda,

كلّ أمّتي معافى إلّا المجاهرين،

‘Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). [HR. Bukhari]


Kadang itu kita ini mencela orang yg berbuat dosa, contohnya ada yang belum berjilbab kemudian kita bawakan hadits dengan mengancam "ada ahli neraka  wanita berpakaian tapi telanjang..." ini dibuat celaan, tidak boleh!!!

Karena Pelacur saja bisa masuk surga dengan memeberi minum anjing dia padahal dia berzina!

Berbangga dengan istiqamah itu buruk! (hendaknya ia tetap tawadhu')  karena ujubnya dapat memasukkannya ke neraka

Mencela wanita yg pakai minyak bumi
Dimasih dalil yang memakai parhum berzina

Dalil dipakai untuk mencela, ini tidak boleh!
Hendaknya kita berhati-hati terhadap lisan ini.

_________
Menjaga lisan

Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَرْفَعُهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ

“Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk keridhaan Allah, dia tidak menganggapnya penting; dengan sebab satu kalimat itu Allah menaikkannya beberapa derajat. Dan sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk kemurkaan Allah, dia tidak menganggapnya penting; dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka Jahannam”. [HR al-Bukhâri, no. 6478].

Rasulullah ﷺ bersabda,

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا النَّجَاةُ قَالَ « أَمْسِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ »
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apa itu sebab keselamatan?” Jawab beliau dengan sabdanya, “(Keselamatan itu) yaitu hendaklah engkau menahan lisanmu, sibukkanlah rumahmu dengan ibadah pada Allah, dan tangisilah dosa-dosamu.” [HR. Tirmidzi]

Kita ini sering menangisi keadaan oranglain lalu kenapa kita tidak menangisi diri kita.

Umar radhiyallahu 'anhu setiap malam mencatat kesalahannya, jika dosannya lebih banyak umar jatuh sakit dan menangis satu bulan.


Suatu ketika Muadz bin Jabal radhiyallahu 'anhu berkata,  “Wahai Nabiyullâh, apakah kita akan disiksa karena apa yang kita katakan?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mudah-mudahan Allah Azza wa Jalla menyayangi ibumu, wahai Mu’adz! bukanlah manusia terjungkir di neraka di atas wajah mereka -atau beliau bersabda: di atas hidung mereka- melainkan dengan sebab lisan mereka.” [Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi. Beliau mengatakan, “Hadits ini hasan shahîh]”

Nabi ﷺ pernah ditanya tentang hal yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam Neraka, beliau menjawab: "Mulut dan kemaluan". [At-Tirmidzi berkata: "Hadits ini hasan shahih.]

Allah ﷻ berfirman,

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. [Qaf: 18]

Wallahu'alam
Barakallahu fiikum
#Resumekajian

_______________
©Hunter Unpad 2017
https://line.me/R/ti/p/%40vql7648g

Komentar

Postingan Populer