UST. FIRANDA ANDIRJA - NIKMAT KEAMANAN SEBUAH NEGERI


Pemateri : Ustadz DR. Firanda Andirja, M.A
Hari/Tanggal : Minggu/ 15 Jumadil Ūla 1438 H
Tempat : Masjid Kampus UGM
Resume oleh : Qonitah - Pendidikan Kimia Universitas Gajah Mada
***

 
MUQADDIMAH

Segala puji bagi Allah yang berikat nikmatnya diantaranya nikmat berada di negeri yang aman. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullaah shalallaahu 'alayhi wa sallam.

Secara umum, hidup di negeri ini masih aman dibanding negeri lainnya. Apalagi saat ini zaman fitnah, di negeri muslim lain diantara Yaman, Libya, Suriah dll telah terkikis rasa amannya.

Kita tidak ingin baru merasakan nikmat keamanan disaat nikmat keamanan seperti saat ini hilang dari negeri kita. Seorang mungkin ingin beribadah, seorang ingin berdagang tapi tidak aman, seorang ingin naik mobil tidak aman.




MATERI INTI 

Nikmat lain yg mesti disyukuri adalah nikmat bernegara. Oleh karena itu ini adalah nikmat yang menjadi tabiat seseorang. Kadang perkara agama digandengkan dengan perkara mencintai sebuah negeri. Firman Allah subhaanahu wa ta'ala :
وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ ٱقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ أَوِ ٱخْرُجُوا۟ مِن دِيَٰرِكُم مَّا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌ مِّنْهُمْ ۖ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا۟ مَا يُوعَظُونَ بِهِۦ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا
"Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu", niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka)" (QS. An Nisa : 66)



Inilah kenapa mencintai sebuah negeri merupakan tabiat seseorang.
Dari Abu Qatadah bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berwudhu kemudian shalat ditanah Sa'ad di Ashlul Hurroh dirumah-rumah pemberi air minum kemudian beliau bersabda: 
اللَّهُمَّ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلَكَ وَعَبْدَكَ وَنَبِيَّكَ دَعَاكَ لِأَهْلِ مَكَّةَ وَأَنَا مُحَمَّدٌ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ وَرَسُولُكَ أَدْعُوكَ لِأَهْلِ الْمَدِينَةِ مِثْلَ مَا دَعَاكَ بِهِ إِبْرَاهِيمُ لِأَهْلِ مَكَّةَ نَدْعُوكَ أَنْ تُبَارِكَ لَهُمْ فِي صَاعِهِمْ وَمُدِّهِمْ وَثِمَارِهِمْ اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَمَا حَبَّبْتَ إِلَيْنَا مَكَّةَ وَاجْعَلْ مَا بِهَا مِنْ وَبَاءٍ بِخُمٍّ اللَّهُمَّ إِنِّي قَدْ حَرَّمْتُ مَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا كَمَا حَرَّمْتَ عَلَى لِسَانِ إِبْرَاهِيمَ الْحَرَمَ
"Ya Allah! Sesungguhnya Ibrahim adalah kekasih, hamba dan nabiMu, ia berdoa untuk penduduk Makkah, dan aku Muhammad hamba, Nabi dan rasulMu, aku berdoa untuk penduduk Madinah seperti doa Ibrahim untuk Makkah, kami berdoa kepadaMu agar Engkau memberkahi sha', mud dan buah-buahan mereka. Ya Allah! Buatlah kami cinta Madinah seperti halnya Engkau membuat kami cinta Makkah, jadikanlah Makkah terhindar dari wabah penyakit, ya Allah! aku telah mengharamkan diantara tanah berbatunya seperti yang Kau haramkan Makkah melalui lisan Ibrahim." (HR. Ahmad no.21580)


Anas radliallahu 'anhu berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَأَبْصَرَ دَرَجَاتِ الْمَدِينَةِ أَوْضَعَ نَاقَتَهُ وَإِنْ كَانَتْ دَابَّةً حَرَّكَهَا
" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bila pulang dari bepergian dan melihat dataran tinggi kota Madinah, Beliau mempercepat jalan unta Beliau dan bila menunggang hewan lain Beliau memacunya". Abu 'Abdullah Al Bukhariy berkata: Al Harits bin 'Umair dari Humaid: "Beliau memacunya karena kecintaannya (kepada Madinah). Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Isma'il dari Humaid dari Anas berkata, "…. Beliau melihat dinding-dinding kota Madinah ….". Hadits ini diikuti pula oleh Al Harits bin 'Umair. (HR. Bukhari no.1675)




Al-Hafidz Ibn Hajar Al Atsqalani berkata:

“Dalam hadits tersebut menunjukkan tentang keutamaanya kota Madinah, dan disyariatkannya cinta tanah air dan rindu kepadanya.” (Fathul bari Juz 3/261)

• Maka difithrohkan kepada manusia (untuk) mencintai negerinya. Oleh karena itu bagaimanapun seseorang yg tinggal di luar negeri pasti ingin pulang ke kampung halamannya. Maka kampung halaman pasti sangat kita cintai.

Rasulullaah shallallahu alayhi wasallam pernah datang kepada Waraqah bin Naufal, dan Waraqah bin Naufal berkata bahwasannya Rasulullah shallallahu alayhi wasallam akan diusir. Kemudian Rasulullaah shallallahu alayhi wasallam bertanya: Apakah aku akan diusir? ' Waraqah menjawab, "Ya, tidaklah setiap Nabi yang bangkit membawa tugas sepertimu, melainkan pasti akan dimusuhi. Seandainya aku masih hidup di zamanmu, niscaya aku akan tetap menolong dan membelamu'. HR. Muslim no. 231)
• Pertanyaan Rasulullah shalallahu alayhi wasallam tersebut menunjukkan bahwasanya beliau sangat mencintai negerinya.

• Cinta negeri merupakan fithrah. Apalagi negeri kita, apabila keamanan di negeri kita terusik maka mayoritas penduduknya yang muslim akan terganggu juga. Maka kita harus menjaganya dan jangan mudah terprovokasi pihak-pihak yg ingin merusak keamanannya.





*Pentingnya Keamanan Sebuah Negeri

Keamanan merupakan nikmat yang patut disyukuri. Nikmat keamanan memiliki konsekuensi yakni bersyukur kepada Allah. Yakni bersyukur atas keamanan yang diberikan oleh Allah sebelum kemungkinan-kemungkinan yg merusak keamanan itu hadir hal ini ditunjukkan dalam beberapa ayat dalam Qur'an diantaranya:

Nikmat aman merupakan nikmat yg penting. Diantara ayat yg menyuruh untuk bersyukur adalah. 
ٱلَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍۭ
"Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan." (QS. Qurays : 4)

وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ ٱلْقُرَى ٱلَّتِى بَٰرَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَٰهِرَةً وَقَدَّرْنَا فِيهَا ٱلسَّيْرَ ۖ سِيرُوا۟ فِيهَا لَيَالِىَ وَأَيَّامًا ءَامِنِينَ
"Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan dengan aman." (QS. Saba': 18)

Do'a nabi Ibrahim ini dipanjatkan ketika meletakkan istri dan anaknya Ismail 'alayhissalaam di Mekkah : 

وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِۦمُ رَبِّ ٱجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا ءَامِنًا وَٱرْزُقْ أَهْلَهُۥ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ مَنْ ءَامَنَ مِنْهُم بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۖ قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُۥ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُۥٓ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلنَّارِ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ
"Dan (ingatlah ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali". (QS. Al Baqarah : 126)

• Sesungguhya Nabi Ibrahim alayhis salam memohon keamanan dalam hal ini menunjukkan bahwasanya nikmat keamanan merupakan nikmat terbesar, karenanya dapat dijalankan agama ini dengan aman. Bagaimana pula pendidikan dan ekonomi bisa berjalan jika sebuah negeri tidak aman?




Dari Ubaidillah bin Mihson radhiallahu ‘anhu ia berkata ; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا بِحَذَافِيْرِهَا

“Siapa diantara kalian yang aman di pagi hari di rumahnya, tubuhnya sehat dan ia memiliki makanan untuk hari tersebut maka seakan-akan dunia seluruhnya telah diberikan kepadanya” (HR At-Tirmidzi dan ia berkata : Hadits hasan)

"Yaa Akhii, maka nikmat aman merupakan nikmat yg lebih utama dari nikmat sehat dan nikmat rizki." (Ustadz Firanda)

• Secara umum ayat-ayat dan hadits diatas membahas keamanan negeri terlebih dahulu kemudian diikuti nikmat sehat dan nikmat makanan.

• Sebagaimana aman di dunia, maka keamanan merupakan kenikmatan pula di akhirat yakni surga.

Firman Allah subhaanahu wa ta'ala :
إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّٰتٍ وَعُيُونٍ 
ٱدْخُلُوهَا بِسَلَٰمٍ ءَامِنِينَ
وَنَزَعْنَا مَا فِى صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ إِخْوَٰنًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُّتَقَٰبِلِينَ
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka): "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman. Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan." (QS. Hijr: 45-47)

• Bahwasanya keamanan juga kita perlukan pada masalah agama kita. Maka kita bermohon kepada Allah agar nikmat keamanan negeri ini tetap terjaga. Masalah ibadah juga membutuhkan keamanan, diantara ayat yg menyebutkan keamanan dalam beribadah adalah:
فَإِذَآ أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِٱلْعُمْرَةِ إِلَى ٱلْحَجِّ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۚ 
"... Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan 'umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat ... ." (QS. Al Baqarah: 196)
• Dakwah juga butuh rasa aman, bagaimana bisa dakwah kalau tidak aman, orang kafir pun juga sulit bisa didakwahi. Oleh karenanya, Islam berkembang di negara kafir karena dakwahnya dengan akhlaq yang baik dan juga rasa aman bagi pendakwahnya.




Diantara perkara yg dapat menjaga keamanan yakni:
1. Bersyukur kepada Allah atas keimanan yg ia dapatkan. 
2. Tauhid kepada Allah.
Firman Allah subhaanahu wa ta'ala :
وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku." (QS An Nuur: 55)
3. Menegakkan hukum hadd (ini adalah urusan pemerintah yg hendaknya juga kita perhatikan)
وَلَكُمْ فِى ٱلْقِصَاصِ حَيَوٰةٌ يَٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Dan dalam qishâsh itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu. (Al-Baqarah : 179) 
4. Mengajarkan aqidah dan pemahaman salafush shalih.
5. Bermu'amalah dengan pemerintah. Dan jangan sampai memberontak kepada pemerintah.
Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَكُونُ أُمَرَاءٌ تَلِينُ لَهُمُ الْجُلُودُ ، وَلا تَطْمَئِنُّ إِلَيْهِمِ الْقُلُوبُ ، ثُمَّ يَكُونُ أُمَرَاءٌ تَشْمَئِزُّ مِنْهُمُ الْقُلُوبُ ، وَتَقْشَعِرُّ مِنْهُمُ الْجُلُودُ ” ، فَقَالَ رَجُلٌ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَفَلا نُقَاتِلُهُمْ ؟ قَالَ : ” لا ، مَا أَقَامُوا الصَّلاةَ “

“Akan ada pemimpin yang membuat hati menjadi tenang, kulit tidak tegang… kemudian akan ada pemimpin yang membuat hati gregetan dan kulit jadi tegang.”

Lalu seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bolehkah kita perangi mereka?”

Jawab beliau, “Jangan, selama dia masih menjalankan shalat.” (HR. Ahmad 11005 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Dalam hadis lain, dari sahabat Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَكُونُ بَعْدِى أَئِمَّةٌ لاَ يَهْتَدُونَ بِهُدَاىَ وَلاَ يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِى وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِى جُثْمَانِ إِنْسٍ

Akan ada setelahku para pemimpin yang tidak mengambil petunjuk dariku dan tidak mengikuti ajaranku. Dan di tengah mereka akan ada beberapa penguasa ber-hati setan yang bersemayam di badan manusia…

Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu bertanya,

كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ

Apa yang harus aku lakukan Ya Rasulullah, jika aku menjumpai hal itu?

Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلأَمِيرِ وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ وَأُخِذَ مَالُكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ

“Dengarkan dan taati pemimpinmu. Meskipun punggungmu dipukul, hartamu dirampas, dengarkan dan taati.” (HR. Muslim 4891).

Dan hadis yang semisal sangat banyak…

***

Semoga Allah memberi hidayah
Wallahu A'lam

Komentar

Postingan Populer