UST. NOUMAN ALI KHAN - GET TO KNOW : SURAH YUSUF

~Get to know : Surah Yusuf~
Semi-transkrip dari kajian oleh Ustad Nouman Ali Khan

~Bayyinah Institute Podcast : 6 Desember 2016~



Surah Yusuf adalah salah satu surah indah, mendalam dan unik, dimana seluruh naratifnya didedikasikan kepada satu cerita.


Qur'an biasanya memiliki beberapa cerita dalam satu surah, atau potongan kecil dari sebuah cerita, namun kali ini mencuplik, dari awal sampai akhir, secara kronologis, untuk seorang individu. Dan ia adalah Yusuf (alayhissalam)


Ini adalah surah dimana kau bisa menghabiskan bertahun-tahun menafsirkan dan mencari hikmah yang terkandung didalamnya, ayat per ayat, frasa per frasa. Sebuah studi yang mendalam dan penuh wawasan.


Dari sisi kontemporer, ini adalah surah yang bagus bagi peminat psikologi dan sosiologi.


Ada beberapa tema dasar dari surah ini. Tema unik tentang Allah, dan bagaimana kita berpikir tentang Allah. Kemudian beberapa hal tentang kisahnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Semua pasti familiar dengan kisahnya. Tentang seorang anak, yang sangat dicintai Ayahnya, dan karenanya saudara-saudara sang anak menjadi sangat iri. Mereka membuat sebuah rencana dan menculik sang anak tersebut, melemparnya ke dalam sumur. Lalu dia diambil dan diperdagangkan sebagai budak. Jadi dia menjadi pembantu di wilayah kekaisaran Mesir.


Jadi, ini adalah sebuah cerita menyedihkan tentang penderitaan dari seorang anak yang diculik dan diperdagangkan menjadi budak, dan penderitaan seorang Ayah yang tidak tahu nasib anaknya. Ini penderitaan yang tidak bisa dideskripsikan.

Tapi nama-nama Allah yang dipakai di surah ini, menakjubkan ...

وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰ أَمْرِهِ
[Allah berkuasa/ (paling) dominan terhadap urusan-Nya]
Ayat 21

Baru satu kali ini di Quran, Allah menggunakan nama “Ghalib” غَالِبٌ (Dominan/ Menguasai) untuk diri-Nya.


Apapun yang terjadi kepada Yusuf, semua dalam kuasa-Nya. Dominan. Kuasa penuh.
Maka keluar pertanyaan :


Dimana Tuhan saat sang anak diculik?
Dimana Dia saat anak itu dilempar ke sumur?
Dimana Dia saat anak itu kemudian dijual?
Dimana Dia saat anak itu difitnah?
Dan bahkan saat ketidakbersalahannya telah terbukti, dia (Yusuf) tetap dimasukkan penjara...

Dimana Tuhan di semua ini?”


Tetap Allah mengatakan diri-Nya غَالِبٌ ...



Lalu Allah mengimbanginya dengan salah satu nama-Nya yang mendalam dan indah, jarang digunakan di Quran,

ۚ إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِّمَا يَشَاءُ ۚ

[Tuhan-ku Maha Lembut, terhadap apa yang Ia kehendaki]
Ayat 100


Maksud dari لَطِيفٌ (Lembut) disini bukan hanya lembut/ baik secara literal tapi juga hampir tidak kentara/ hampir tidak terlihat (rencana-Nya). Tidak akan terlihat apabila tidak diperhatikan.

Kentara = Nyata/ Biasa

Semua yang dilakukan-Nya, tidak kentara dan tidak biasa. Rencana-Nya selalu berjalan di belakang latar, dan kau mungkin tidak menyadari.

Jadi, Dia *sangat* kuasa dan dominan, tapi cara-Nya melakukan sesuatu, hampir tidak kentara. Tidak terlihat.

Kedominan-Nya, diimbangi dengan kerahasiaan-Nya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sekarang kita punya dua tema tentang Allah, kemudian kau bertanya :
Seseorang bisa dominan dan tidak kentara, tapi lalu bagaimana kita bisa mengetahui rencananya?




Ada dua nama Allah yang lain di Surah ini. Ditempatkan secara indah dan strategis.
Nama-nama itu adalah :
عَلِيمٌ حَكِيمٌ

[Maha Mengetahui, dan Maha Bijaksana]


Lihat :
Meskipun kau berkuasa غَالِبٌ, tidak berarti kau bertingkah dengan bijaksana حَكِيمٌ.
Meskipun kau tidak kentara لَطِيفٌ, tidak berarti kau punya pengetahuan عَلِيمٌ untuk melakukan hal tersebut.

Dua nama ini, mengimbangkan dan menemani dua nama yang lain.



Allah tahu semua yang dilalui Yusuf merupakan fase yang penting baginya.
Allah tahu bagaimana reuni dengan keluarganya akan berlangsung.
Allah tahu bahwa (cerita) ini akan sangat menjadi inspirasi bagi Rasulullah ﷺ.



Surah ini diturunkan pada kepada Rasul pada “Tahun Kesedihan” dan saat Rasulullah ﷺ sendiri akan diasingkan oleh saudara-saudaranya sendiri, sama seperti Yusuf. Rasulullah ﷺ mendapat harapan dari Surah ini.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~




  • Tempat pertama digunakannya عَلِيمٌ حَكِيمٌ  : Ayat 6

Yusuf memberi tahu ayahnya sebuah mimpi dan ayahnya menjadi penuh harapan…


وَكَذَٰلِكَ يَجْتَبِيكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِن تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَعَلَىٰ آلِ يَعْقُوبَ كَمَا أَتَمَّهَا عَلَىٰ أَبَوَيْكَ مِن قَبْلُ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

[Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta'bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu *Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana*]




Ayat ini menggambarkan optimisme sang ayah (Yaqub) terhadap masa depan anaknya. Jadi, tempat pertama digunakannya عَلِيمٌ حَكِيمٌ adalah dalam konteks “optimisme”.




  • Tempat kedua : Ayat 83


قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ عَسَى اللَّهُ أَن يَأْتِيَنِي بِهِمْ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

[Ya'qub berkata: "Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dialah Yang *Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana*"]





Ayat ini adalah setelah banyak kejadian buruk terjadi kepada keluarga Yaqub, bagaimana Yusuf diculik dan hilang bertahun-tahun, terjadi masa kekeringan dan mereka tidak punya makanan.



Anak-anaknya pergi ke Mesir mencari makanan, mereka tidak tahu mereka sedang berbicara dengan seorang Menteri yang sebenarnya adalah Yusuf. Lalu Yusuf berencana ingin salah satu dari mereka, Benyamin, ditahan di Mesir karena alasan.



Mereka datang kembali ke ayah mereka, kedua kalinya, tanpa anaknya yang satu (Benyamin). Pertama Yusuf hilang, sekarang Benyamin. Yaqub mendapatkan berita buruk bertubi-tubi.


Ingat : Tempat pertama عَلِيمٌ حَكِيمٌ adalah Yaqub penuh harapan pada masa depan, tapi sekarang telah banyak sekali kejadian buruk terjadi.



Kembali kepada ayat 83, Yaqub berkata ia mempercayai Allah dalam situasi *terburuk* bahwa Allah bijaksana dengan urusan-Nya.

Jadi, عَلِيمٌ حَكِيمٌ yang kedua adalah tentang “keyakinan”




  • Tempat ketiga : Ayat 100

Dan akhirnya, reuni terjadi. Semua keluarga Yaqub akhirnya bersama. Yusuf mengangkat orang tuanya ke takhta. Dan semua orang berpesta.

وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًا ۖ وَقَالَ يَا أَبَتِ هَٰذَا تَأْوِيلُ رُؤْيَايَ مِن قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقًّا ۖ وَقَدْ أَحْسَنَ بِي إِذْ أَخْرَجَنِي مِنَ السِّجْنِ وَجَاءَ بِكُم مِّنَ الْبَدْوِ مِن بَعْدِ أَن نَّزَغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي ۚ إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِّمَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

[Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: "Wahai ayahku inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang *Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana*]



Yusuf mengatakan :

إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِّمَا يَشَاءُ

Dia melihat kembali kehidupannya. “Bagaimana tidak terlihatnya rencana Allah”.
*Jika* Yusuf tidak dipenjara, dan dia tidak bertemu dengan teman-teman sepenjaranya, maka tidak akan ada orang yang memberi saran untuk masa kekeringan yang akan terjadi seperti yang diberikan Yusuf.

Jutaan orang akan kelaparan, termasuk keluarganya Yusuf, jika Yusuf tidak mengalami apa yang dia alami.



Ini hanyalah salah satu yang terjadi di belakang latar. Untuk kebaikan yang lebih besar. Dan hasilnya, Yusuf bisa mensponsori semua keluarganya untuk tinggal di Mesir, yang berarti Children of Israel (Bangsa Israel) tinggal di Mesir dan menjadi awal dimulainya kisah dari bangsa Israel di Mesir … yang alhasil berlanjut ke Nabi Musa.

Yusuf melihat kembali kehidupannya dan berkata : “Allah tahu dari awal. Allah bijaksana dari awal. Sekarang aku melihatnya.”



Dengan kata lain, عَلِيمٌ حَكِيمٌ yang ketiga adalah sentimen “bersyukur”.
Kau melihat kembali kehidupan dan kau menghargai kebijaksanaan-Nya, yang sebelumnya kau tidak bisa hargai. Ini terjadi di kehidupan.

Kejadian buruk yang kita lalui, bertahun-tahun kemudian kau melihat kembali dan berkata “Wow, jika hal buruk itu tidak terjadi, jika aku tidak kehilangan pekerjaan itu, apapun, mungkin aku tidak akan dapat pekerjaan baru yang lebih baik ini, atau pindah ke tempat ini, atau tidak akan bertemu teman-teman baik ini … “

عَلِيمٌ حَكِيمٌ

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~



Bagaimana Allah menceritakan kisah ini dan bagaimana kisahnya begitu simetris.

Bagian A1 : Yusuf mendapatkan mimpi. Diberitahukan ke ayahnya.
Bagian B1 : Saudara-saudaranya membuat rencana jahat terhadapnya.
Bagian C1 : Istri dari Tuan Al Azeez merayunya.
Bagian D1 : Kasus yang sama, wanita-wanita aristokrat ingin merayunya.
Bagian E1 : Yusuf dipenjara.
-----
Bagian F   : Sang Raja mendapatkan mimpi. Yusuf menginterpretasikan mimpi tersebut.
-----
Bagian E2 : Yusuf dilepaskan dari penjara
Bagian D2 : Wanita-wanita aristokrat mengakui aksi mereka.
Bagian C2 : Istri Tuan Al Azeez mengakui dialah yang bersalah.
Bagian B2 : Saudara-saudaranya taubat dan meminta maaf.
Bagian A2 : Mimpi Yusuf dari bagian A1 terpenuhi.  

Hal ini berarti bagian F merupakan hal yang paling penting karena kehidupan orang-orang Mesir sedang dipertaruhkan.

Kisah yang melebur menjadi satu di tengah. Dan bagian tengah memberikan apakah kebaikan yang lebih besar diatas penderitaan yang terjadi di dalam satu keluarga. Dan bagaimana hasilnya lebih banyak penderitaan telah diselamatkan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Surah ini sebenarnya bukan dimulai dengan kisah Yusuf. Ayat-ayat pertama ditujukan kepada Rasulullah ﷺ

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَٰذَا الْقُرْآنَ وَإِن كُنتَ مِن قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ

[Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui]

“Kami akan memberitahu-mu (Rasulullah) sebuah kisah hebat yang sebelumnya kamu tidak tahu”

Dan ayat-ayat terakhir Surah ini juga ditujukan kepada Rasulullah ﷺ yang intinya :

“Lihat, ada beberapa orang yang bagaimana seberapa keras kau mencoba, mereka tidak akan menjadi orang dengan iman. Dont worry. Jangan terlalu keras mencoba untuk mengesankan mereka.”

وَمَا تَسْأَلُهُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَالَمِينَ

[Dan kamu tidak meminta upah kepada mereka (terhadap seruanmu ini), tidak lain hanyalah pengingat bagi semesta alam]
Ayat 104


Kenapa Allah mengatakan itu kepada Rasulullah ﷺ?

Karena situasi menjadi sangat mustahil. Dia memanggil saudara-saudaranya di kaum Quraisy dan mereka tidak mendengar. Tidak mendengar, dan terus tidak mendengar. Tidak ada harapan.

Dan Allah dengan Surah ini, mengingatkan Rasul tentang seorang Ayah yang tidak bisa meyakinkan anak-anaknya sendiri. Tapi akhirnya, anak-anak tersebut pun sadar. Maka Rasulullah ﷺ diberikan harapan oleh Allah. Jangan putus asa.

حَتَّىٰ إِذَا اسْتَيْأَسَ الرُّسُلُ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوا جَاءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُجِّيَ مَن نَّشَاءُ ۖ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ
[Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami dari pada orang-orang yang berdosa.]

Rasul-rasul lain pernah berada di situasi yang sama, dan mereka yakin telah gagal, dipanggil pembohong, dan ditolak. Lalu “datanglah pertolongan Kami”.

Mau tau apa yang menakjubkan?

Kapan pertolongan Allah datang kepada Rasulullah ﷺ ?
Surah An-Nasr

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ
وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا
[Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, …]

… di penaklukkan Mekah. Surah An-Nasr diturunkan di Mekkah, dan penaklukkan Mekah yang baru akan terjadi berpuluh-puluh tahun kemudian, disaat itulah akhirnya pertolongan Allah datang.



Dan akhirnya Rasulullah dominan terhadap saudaranya kaum Quraisy. Dan para kaum Quraisy itu malu atas perbuatan yang telah dilakukan mereka kepada Rasul, sama seperti saudara-saudara Yusuf yang malu terhadap perlakuan mereka.

Apa yang Rasulullah katakan terhadap kaum Quraisy tersebut saat penaklukkan Mekah itu?
“Aku akan berkata kepadamu hari ini, apa yang Yusuf bilang kepada saudara-saudaranya,

قَالَ لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ
[Tak ada cercaan terhadapmu hari ini…]

Dia meminjam kata-kata dari surah Yusuf (ayat 92).



Saat oleh Allah, dengan Surah ini, mengingatkan Rasul untuk tidak putus asa, dan pertolongan akan datang. Dan saat pertolongan Allah benar-benar datang pada penaklukkan Mekah, Rasulullah mengingat surah ini.

Komentar

Postingan Populer