UST. SYAFIQ RIZA BASALAMAH - BAGAIMANA KRITERIA CALON YANG BAIK?
Pemateri : Ust. DR. Syafiq Riza Basalamah, M.A
Disusun oleh: Pradipta Prayoga
Diambil dari : Youtube
Bandung, 26 Jumadil Awwal 1438H/23 Februari 2017
Dengan pengubahan seperlunya
***
Bagaimana cara mendekati perempuan dengan niat untuk dijadikan istri?
.
.
Istri yang baik itu yang taat kepada Allah.
Jadi antum cari istri yang baik itu, kalau kata Rasulullah ﷺ itu yang agamanya baik, yang penyayang, dan banyak anaknya, bukan berarti janda. Boleh nikahin janda, tapi maksudnya yang subur, jadi dia bisa punya anak banyak.
Subhanallah.
Ketika antum punya anak banyak, niatkan, “Yaa Allah, mudah-mudahan ini menjadi umatnya Nabi Muhammad ﷺ nanti.” Seperti itu.
Kemudian wanita yang enak dipandang, makanya Rasulullah ﷺ nyuruh kalau orang mau menikah untuk melihat (nadzor) dulu. Jadi kalau antum sudah ada calon, bagaimanapun caranya untuk mencari tau tentang kebaikan orang itu, jangan menikah karena syahwat.
Antum kalau menikah karena melihat wajahnya yang cantik, pasti akan bosen antum. Yakinlah. Misalnya antum melihat mobil, sedangkan antum belum punya mobil, ketika antum melihat mobil Lam*******I, ingin dielus-elus sama antum mobil itu bahkan ingin memilikinya.
Ketika udah menjadi milik…
Ternyata biasa aja, dan ternyata kaya gini-gini doang. Ga ada bagusnya.
Gimana kalau istri antum, sampai mati antum hanya melihat pada wajahnya? Yang tambah taun tambah keriput. Ya mau gimana lagi, emang seperti itu jadinya, tapi kalau antum bicara tentang akhlak dia, masyaa Allah.
Makanya dalam pernikahan itu ada rahmat. Allah mengatakan yang menjadi rukun pertama kalau mau menikah itu sakinah, bagaimana kecocokan itu bisa pas dengan akhlak, ini dan itunya, jadi secara agama udah pas.
Tapi bukan berarti karena antum misalnya jadi diterima nikahnya. Ketika udah ditolak, bilangnya, “Ya Allah, masa menolak orang sholeh. Ga boleh.” Wkwk. Ya ente, jangan merasa sholih sendiri. Mungkin buat dia antum belum sholih. Itulah sakinah, antum cocok tapi belum tentu buat dia cocok.
Kemudian kalau sudah ada kecocokan, kedamaian, yang kedua itu mawaddah, yaitu cinta. Allah yang akan membuat rasa itu.
Cinta.. Cintanya seorang istri kepada suaminya dan kasih sayang suami kepada istrinya. Apa kasih sayang ini?
Kalau cinta itu kadangkala tidak lama. Ketika istrinya sakit, hilanglah cintanya karena istrinya tidak bisa melayani dia, ketika istrinya sudah tua, hilang cintanya karena istrinya tidak seperti dulu yang bisa melayani dia.
Apa yang tersisa? Rahmat. Dalam Islam itu ada rahmat. Makanya bisa kita bayangkan kalau orang menikah karena cantik, melihat istrinya sudah tua berpikiran, ”Aduh sudah tidak bisa dipake nih. Sudah mending cari yang lain aja, wong aku punya duit kok.” Tidak seperti itu, tapi Allah jadikan di hatinya rahmat.
Dulu ana punya paman nikah dengan seorang wanita dari Solo. Ganteng itu paman ana, masyaa Allah. Beliau nikah, kemudian subhanallah.
Dia jatuh dari motor. Geger otak, kemudian stroke separuh badan.
Ketika masih di rumah sakit, istrinya sudah dibawa pulang sama orang tuanya. Istrinya dibawa kabur, kata mertuanya pada istrinya, “Ente ngapain? Apa yang diharap dari lelaki seperti ini?” Akhirnya pulanglah perempuan itu.
Itu kalau kita tidak melihat pada agamanya. Ketika kita melihat pada kecantikannya, ia menikah dengan kita juga melihat karena kita mampu memberikan nafkah.
Ketika kita tidak mampu memberikan nafkah maka selamat tinggal. Malah mau mencari lelaki lain.
Maka hati-hati antum dengan perempuan seperti itu.
------------
Ada sedikit NASIHAT UNTUK PARA PECINTA oleh pemateri yang sama..
http://line.me/R/home/public/post?id=vql7648g&postId=1148754558406018343
_______________
©Hunter Unpad 2017
Line@ ID : @vql7648g
https://line.me/R/ti/p/%40vql7648g
Disusun oleh: Pradipta Prayoga
Diambil dari : Youtube
Bandung, 26 Jumadil Awwal 1438H/23 Februari 2017
Dengan pengubahan seperlunya
***
Bagaimana cara mendekati perempuan dengan niat untuk dijadikan istri?
.
.
Istri yang baik itu yang taat kepada Allah.
Jadi antum cari istri yang baik itu, kalau kata Rasulullah ﷺ itu yang agamanya baik, yang penyayang, dan banyak anaknya, bukan berarti janda. Boleh nikahin janda, tapi maksudnya yang subur, jadi dia bisa punya anak banyak.
Subhanallah.
Ketika antum punya anak banyak, niatkan, “Yaa Allah, mudah-mudahan ini menjadi umatnya Nabi Muhammad ﷺ nanti.” Seperti itu.
Kemudian wanita yang enak dipandang, makanya Rasulullah ﷺ nyuruh kalau orang mau menikah untuk melihat (nadzor) dulu. Jadi kalau antum sudah ada calon, bagaimanapun caranya untuk mencari tau tentang kebaikan orang itu, jangan menikah karena syahwat.
Antum kalau menikah karena melihat wajahnya yang cantik, pasti akan bosen antum. Yakinlah. Misalnya antum melihat mobil, sedangkan antum belum punya mobil, ketika antum melihat mobil Lam*******I, ingin dielus-elus sama antum mobil itu bahkan ingin memilikinya.
Ketika udah menjadi milik…
Ternyata biasa aja, dan ternyata kaya gini-gini doang. Ga ada bagusnya.
Gimana kalau istri antum, sampai mati antum hanya melihat pada wajahnya? Yang tambah taun tambah keriput. Ya mau gimana lagi, emang seperti itu jadinya, tapi kalau antum bicara tentang akhlak dia, masyaa Allah.
Makanya dalam pernikahan itu ada rahmat. Allah mengatakan yang menjadi rukun pertama kalau mau menikah itu sakinah, bagaimana kecocokan itu bisa pas dengan akhlak, ini dan itunya, jadi secara agama udah pas.
Tapi bukan berarti karena antum misalnya jadi diterima nikahnya. Ketika udah ditolak, bilangnya, “Ya Allah, masa menolak orang sholeh. Ga boleh.” Wkwk. Ya ente, jangan merasa sholih sendiri. Mungkin buat dia antum belum sholih. Itulah sakinah, antum cocok tapi belum tentu buat dia cocok.
Kemudian kalau sudah ada kecocokan, kedamaian, yang kedua itu mawaddah, yaitu cinta. Allah yang akan membuat rasa itu.
Cinta.. Cintanya seorang istri kepada suaminya dan kasih sayang suami kepada istrinya. Apa kasih sayang ini?
Kalau cinta itu kadangkala tidak lama. Ketika istrinya sakit, hilanglah cintanya karena istrinya tidak bisa melayani dia, ketika istrinya sudah tua, hilang cintanya karena istrinya tidak seperti dulu yang bisa melayani dia.
Apa yang tersisa? Rahmat. Dalam Islam itu ada rahmat. Makanya bisa kita bayangkan kalau orang menikah karena cantik, melihat istrinya sudah tua berpikiran, ”Aduh sudah tidak bisa dipake nih. Sudah mending cari yang lain aja, wong aku punya duit kok.” Tidak seperti itu, tapi Allah jadikan di hatinya rahmat.
Dulu ana punya paman nikah dengan seorang wanita dari Solo. Ganteng itu paman ana, masyaa Allah. Beliau nikah, kemudian subhanallah.
Dia jatuh dari motor. Geger otak, kemudian stroke separuh badan.
Ketika masih di rumah sakit, istrinya sudah dibawa pulang sama orang tuanya. Istrinya dibawa kabur, kata mertuanya pada istrinya, “Ente ngapain? Apa yang diharap dari lelaki seperti ini?” Akhirnya pulanglah perempuan itu.
Itu kalau kita tidak melihat pada agamanya. Ketika kita melihat pada kecantikannya, ia menikah dengan kita juga melihat karena kita mampu memberikan nafkah.
Ketika kita tidak mampu memberikan nafkah maka selamat tinggal. Malah mau mencari lelaki lain.
Maka hati-hati antum dengan perempuan seperti itu.
------------
Ada sedikit NASIHAT UNTUK PARA PECINTA oleh pemateri yang sama..
http://line.me/R/home/public/post?id=vql7648g&postId=1148754558406018343
_______________
©Hunter Unpad 2017
Line@ ID : @vql7648g
https://line.me/R/ti/p/%40vql7648g



Komentar
Posting Komentar