UST. SYAFIQ RIZA BASALAMAH - CANTIK KARENA CINTA
NASIHAT UNTUK PARA PECINTA
Pemateri : Ust. DR. Syafiq Riza Basalamah, M.A
Resume Oleh : Pradipta Prayoga
Diambil Dari : Youtube
Bandung, 19 Jumadil Awwal 1438H/16 Februari 2017
Dengan pengubahan seperlunya
***
Ada istilah cantik karena cinta dan cinta karena cantik. Hafalin nih.
Mana nih orang-orang pecinta di sini?
Cantik karena cinta, walaupun rupanya jelek, tapi karena dia cantik, orang sekampung ngomongin dia, “Eh itu bininya kau jeleeek.” Trus dibalas, “Eh jangan main-main kau, ambil samurai nih.”
Kenapa? Karena cantik, istrinya adalah yang paling cantik. Ada umpamanya seratus ratu dunia, dia ga akan noleh, katanya, “Istriku yang paling cantik buat aku.” Karena apa? Karena dia sudah cinta sama istrinya.
Cinta itu menembus dinding-dinding batasan fisik, itu kalau orang sudah cinta. Mau orang itu cacat dari sisi fisiknya, tapi karena dia cinta, buat dia, orang itu cantik. Tapi hati-hati yang cinta karena cantik. Karena perempuan itu kecantikannya lama-lama berkurang.
Waktu awal sebelum ada yang melamar, dia akan jaga semua fisiknya supaya cantik. Setelah nikah, dilepaslah sama dia kecantikannya. Biasanya seperti itu yang terjadi, makanya wanita mau gitu pakai krim apa aja. Krim pagi, krim dhuha, krim siang, krim ashar, krim maghrib, tapi tetap saja kecantikannya akan berkurang karena faktor umur. Sampai akhirnya keriput dan jelek, padahal yang lakinya masih gagah. Tapi kalau kau menikahi dia karena agamanya, ini loh yang 'cantik karena cinta'.
Di dalam sebuah buku sastra Arab, judulnya “Wahyul Qolam”, karya Ar Rofi'i, dia menceritakan sebuah sejarah, tapi biasa kalau sastrawan itu ceritanya bisa jadi indah sekali. Dia cerita tentang seorang lelaki yang menikah dengan wanita cacat, judulnya itu “Buruk tapi Indah”. Kok bisa? Ini yang diceritakan adalah menikah karena agamanya baik.
Dia cerita bagaimana dia menikahi anak seorang syaikh. Dan wanita-wanita dulu itu tidak diobral. Kalau sekarang kan ya.. Ya Allah kita bener-bener sedih. Orang tua yang mengobral anaknya. Jadi anaknya kalau ga ada pacarnya, bingung itu ibunya, “Kok belum ada yang ngambil ya?” Tapi kalau sudah ada yang bawa pergi, boncengan berdua, ibunya tenang, “Alhamdulilah, sudah laku anak saya..” Naudzubillah. Seharusnya Naudzubillah, bukan alhamdulillah. Anaknya malah dibawa. Berapa banyak tuh polisi yang kecapean ngurusin perempuan-perempuan gara-gara F***b**k, akhirnya dibawa lari sama lakinya, disembunyikan dua minggu tiga minggu. Kalau mau ditanya, siapa yang salah? Orang tuanya.. Ya orang tuanya.. Yang punya pemikiran yang ga bener.
Kita balik lagi. Seorang lelaki ini, di Bashroh, dia mau menikah dengan anaknya seorang syaikh. Padahal dia belum melihat anaknya. Dia ngomong sama temen-temennya, “Aku mau nikah sama anaknya fulan ini.” Dibalas sama teman-temannya, “Udah banyak yang lebih kaya dari ente. Udah dateng ngelamar ga dikasih. Apalagi orang kaya ente.” Lalu dijawab, “Ya mungkin, siapa tau dikasih.”
Akhirnya dia melamar, dan ngomong abahnya perempuan ini, “Bener, kau mau menikahi putriku?” Dijawab, “Benar syaikh, saya ingin.” Kata abahnya, “Yaudah kalau kau memang mau menikahi putriku, kau lamar dan bawa orang ke sini.” Kan kalau ngelamar ga mungkin sendirian, harus bawa keluarganya. Akhirnya dia bawa temen-temennya itu.
Akhirnya terjadi kesepakatan. Pas hari pernikahan, dia belum melihat putrinya. Padahal Rasulullah ﷺ menasihati kita, ketika mau menikah untuk melihat kepada pasangannya. Tapi karena dia tau ini anaknya syaikh, dia merasa udah aman lah sudah. Kan semua keluarganya ganteng-ganteng. Dan biasanya orang ganteng keturunannya ganteng juga gitu. Cantik kalau perempuan. Maka dia tidak mau melihat karena ini.
Akhirnya dinikahkan, udah resepsi dan selesai, malem dia cerita kalau dia shalat maghrib berjamaah sama orang tuanya. Abahnya itu doa panjaaang banget doanya. “Apa musibah gitu dapet menantu orang kaya saya?” Bingung si menantunya ini.
Selesai maghrib, lalu isya, shalat berjamaah lagi. Lama juga doanya dia. Akhirnya ditanya nih si mertua, “Kau mau masuk melihat istrimu?” Katanya, “Ya iyalah. Daritadi sudah ditunggu-tunggu.” Akhirnya masuklah. Ketika masuk ke rumahnya, "Yang menyambutku adalah orang-orang tua seperti bangkai hidup. Paling muda mungkin umur 60 tahun," kata dia. Sampai akhirnya dia masuk ke kamar pengantin. Alhamdulillah baru lega hatinya.
Masuk kamar itu, tiba-tiba datang seorang perempuan yang bersimpuh di bawah kaki dia. Perempuan itu mengatakan, “Aku adalah rahasia bapakku yang dia tidak membuka rahasianya kecuali kepadamu dengan harapan kau bisa menjaga rahasia itu.”
Ternyata dia liat...
Pengantin ini cacat, jelek wajahnya, langsung si lelaki ini shock.
Tapi ketika dia ngomong seperti itu, perempuan ini langsung balik lagi dan bawa sekantung uang. “Ini, Allah telah menghalalkan bagimu untuk menikah lebih dari satu. Nikahlah kau, dengan 2, 3, atau 4. Jika kau mau membeli budak perempuan (karena masih ada perbudakan), belilah dengan uang ini. Tapi jangan kau singkap rahasia bapakku.” Ini kata perempuan ini.
Kemudian dilanjutkan lagi, “Andaikata seorang perempuan itu diharapkan oleh suaminya kecantikan dan fisiknya, maka aku termasuk wanita yang tidak beruntung untuk didapatkan. Tapi kalau diharapkan dari wanita itu adalah akalnya, kecerdasannya, dan agamanya, mudah-mudahan aku memiliki itu.” Kata perempuan ini. Langsung ketika si perempuan berkata itu, langsung sang lelaki ingat dengan sebuah kejadian.
--------------
Yang menikah ini kalau tidak salah namanya Al Bashri, dia itu suka keliling berdagang. Dulu kan berdagang itu pindah kota. Ketika dia berada di salah satu negeri Khurosan, di situ dia menghadiri sebuah kajian. Syaikh itu membahas sebuah hadits, dikatakan bahwa seorang perempuan yang hitam tapi dia bisa melahirkan itu lebih baik daripada wanita cantik tapi ga bisa punya anak. Hadits ini dhaif tapi Rasulullah ﷺ mengatakan dalam hadits shohih, “Nikahilah wanita yang subur dan penyayang.”
Syaikh itu menjelaskan tentang perempuan yang hitam. Rasulullah ﷺ tidak mengatakan perempuan yang cacat, yang ga punya telinga, yang buta, dan disebutkan kenapa disebutkan ‘hitam’ karena warna hitam itu cukup untuk menyimpan aib-aib yang lainnya. Dan tidaklah pantas seorang suami menyebut istrinya sebagai wanita ciptaan Allah dengan sifat-sifat yang buruk. Dan memang tidak boleh.
--------------
“Aku dengar, ingat dengan kejadian itu, maka aku bersabar. Mudah-mudahan perempuan ini seperti yang aku harapkan. Selang berapa waktu, aku terbiasa melihat keburukannya.”
Orang-orang kalau awal melihat orang cacat itu kan mungkin ngeri. Tapi karena tiap hari melihat maka terbiasa.
“Ketika sudah terbiasa, subhanallah, pancaran kecantikannya bertambah dari dirinya. Yang menjadi usaha dia pertama adalah keridhoanku yang dicari oleh istriku itu. Setiap hari kebaikannya bertambah dan setiap hari kecantikannya bertambah di depan mataku. Sehingga aku tidak mau digantikan dengan wanita manapun yang lebih cantik dari dia.”
Kenapa? Karena dia sudah cinta sama istrinya.
Ketika Rasulullah ﷺ mengatakan, “Carilah yang agamanya baik”, ini benar-benar nasihat dari seorang nabi, bukan dari seorang ustadz. Nabi ﷺ memberi nasihat dan beliau tau yang diinginkan oleh seseorang itu adalah ketentraman di rumahnya, kedamaian di surganya sana.
Punya istri cantik tapi ngga taat, apa gunanya?
Pemateri : Ust. DR. Syafiq Riza Basalamah, M.A
Resume Oleh : Pradipta Prayoga
Diambil Dari : Youtube
Bandung, 19 Jumadil Awwal 1438H/16 Februari 2017
Dengan pengubahan seperlunya
***
Ada istilah cantik karena cinta dan cinta karena cantik. Hafalin nih.
Mana nih orang-orang pecinta di sini?
Cantik karena cinta, walaupun rupanya jelek, tapi karena dia cantik, orang sekampung ngomongin dia, “Eh itu bininya kau jeleeek.” Trus dibalas, “Eh jangan main-main kau, ambil samurai nih.”
Kenapa? Karena cantik, istrinya adalah yang paling cantik. Ada umpamanya seratus ratu dunia, dia ga akan noleh, katanya, “Istriku yang paling cantik buat aku.” Karena apa? Karena dia sudah cinta sama istrinya.
Cinta itu menembus dinding-dinding batasan fisik, itu kalau orang sudah cinta. Mau orang itu cacat dari sisi fisiknya, tapi karena dia cinta, buat dia, orang itu cantik. Tapi hati-hati yang cinta karena cantik. Karena perempuan itu kecantikannya lama-lama berkurang.
Waktu awal sebelum ada yang melamar, dia akan jaga semua fisiknya supaya cantik. Setelah nikah, dilepaslah sama dia kecantikannya. Biasanya seperti itu yang terjadi, makanya wanita mau gitu pakai krim apa aja. Krim pagi, krim dhuha, krim siang, krim ashar, krim maghrib, tapi tetap saja kecantikannya akan berkurang karena faktor umur. Sampai akhirnya keriput dan jelek, padahal yang lakinya masih gagah. Tapi kalau kau menikahi dia karena agamanya, ini loh yang 'cantik karena cinta'.
Di dalam sebuah buku sastra Arab, judulnya “Wahyul Qolam”, karya Ar Rofi'i, dia menceritakan sebuah sejarah, tapi biasa kalau sastrawan itu ceritanya bisa jadi indah sekali. Dia cerita tentang seorang lelaki yang menikah dengan wanita cacat, judulnya itu “Buruk tapi Indah”. Kok bisa? Ini yang diceritakan adalah menikah karena agamanya baik.
Dia cerita bagaimana dia menikahi anak seorang syaikh. Dan wanita-wanita dulu itu tidak diobral. Kalau sekarang kan ya.. Ya Allah kita bener-bener sedih. Orang tua yang mengobral anaknya. Jadi anaknya kalau ga ada pacarnya, bingung itu ibunya, “Kok belum ada yang ngambil ya?” Tapi kalau sudah ada yang bawa pergi, boncengan berdua, ibunya tenang, “Alhamdulilah, sudah laku anak saya..” Naudzubillah. Seharusnya Naudzubillah, bukan alhamdulillah. Anaknya malah dibawa. Berapa banyak tuh polisi yang kecapean ngurusin perempuan-perempuan gara-gara F***b**k, akhirnya dibawa lari sama lakinya, disembunyikan dua minggu tiga minggu. Kalau mau ditanya, siapa yang salah? Orang tuanya.. Ya orang tuanya.. Yang punya pemikiran yang ga bener.
Kita balik lagi. Seorang lelaki ini, di Bashroh, dia mau menikah dengan anaknya seorang syaikh. Padahal dia belum melihat anaknya. Dia ngomong sama temen-temennya, “Aku mau nikah sama anaknya fulan ini.” Dibalas sama teman-temannya, “Udah banyak yang lebih kaya dari ente. Udah dateng ngelamar ga dikasih. Apalagi orang kaya ente.” Lalu dijawab, “Ya mungkin, siapa tau dikasih.”
Akhirnya dia melamar, dan ngomong abahnya perempuan ini, “Bener, kau mau menikahi putriku?” Dijawab, “Benar syaikh, saya ingin.” Kata abahnya, “Yaudah kalau kau memang mau menikahi putriku, kau lamar dan bawa orang ke sini.” Kan kalau ngelamar ga mungkin sendirian, harus bawa keluarganya. Akhirnya dia bawa temen-temennya itu.
Akhirnya terjadi kesepakatan. Pas hari pernikahan, dia belum melihat putrinya. Padahal Rasulullah ﷺ menasihati kita, ketika mau menikah untuk melihat kepada pasangannya. Tapi karena dia tau ini anaknya syaikh, dia merasa udah aman lah sudah. Kan semua keluarganya ganteng-ganteng. Dan biasanya orang ganteng keturunannya ganteng juga gitu. Cantik kalau perempuan. Maka dia tidak mau melihat karena ini.
Akhirnya dinikahkan, udah resepsi dan selesai, malem dia cerita kalau dia shalat maghrib berjamaah sama orang tuanya. Abahnya itu doa panjaaang banget doanya. “Apa musibah gitu dapet menantu orang kaya saya?” Bingung si menantunya ini.
Selesai maghrib, lalu isya, shalat berjamaah lagi. Lama juga doanya dia. Akhirnya ditanya nih si mertua, “Kau mau masuk melihat istrimu?” Katanya, “Ya iyalah. Daritadi sudah ditunggu-tunggu.” Akhirnya masuklah. Ketika masuk ke rumahnya, "Yang menyambutku adalah orang-orang tua seperti bangkai hidup. Paling muda mungkin umur 60 tahun," kata dia. Sampai akhirnya dia masuk ke kamar pengantin. Alhamdulillah baru lega hatinya.
Masuk kamar itu, tiba-tiba datang seorang perempuan yang bersimpuh di bawah kaki dia. Perempuan itu mengatakan, “Aku adalah rahasia bapakku yang dia tidak membuka rahasianya kecuali kepadamu dengan harapan kau bisa menjaga rahasia itu.”
Ternyata dia liat...
Pengantin ini cacat, jelek wajahnya, langsung si lelaki ini shock.
Tapi ketika dia ngomong seperti itu, perempuan ini langsung balik lagi dan bawa sekantung uang. “Ini, Allah telah menghalalkan bagimu untuk menikah lebih dari satu. Nikahlah kau, dengan 2, 3, atau 4. Jika kau mau membeli budak perempuan (karena masih ada perbudakan), belilah dengan uang ini. Tapi jangan kau singkap rahasia bapakku.” Ini kata perempuan ini.
Kemudian dilanjutkan lagi, “Andaikata seorang perempuan itu diharapkan oleh suaminya kecantikan dan fisiknya, maka aku termasuk wanita yang tidak beruntung untuk didapatkan. Tapi kalau diharapkan dari wanita itu adalah akalnya, kecerdasannya, dan agamanya, mudah-mudahan aku memiliki itu.” Kata perempuan ini. Langsung ketika si perempuan berkata itu, langsung sang lelaki ingat dengan sebuah kejadian.
--------------
Yang menikah ini kalau tidak salah namanya Al Bashri, dia itu suka keliling berdagang. Dulu kan berdagang itu pindah kota. Ketika dia berada di salah satu negeri Khurosan, di situ dia menghadiri sebuah kajian. Syaikh itu membahas sebuah hadits, dikatakan bahwa seorang perempuan yang hitam tapi dia bisa melahirkan itu lebih baik daripada wanita cantik tapi ga bisa punya anak. Hadits ini dhaif tapi Rasulullah ﷺ mengatakan dalam hadits shohih, “Nikahilah wanita yang subur dan penyayang.”
Syaikh itu menjelaskan tentang perempuan yang hitam. Rasulullah ﷺ tidak mengatakan perempuan yang cacat, yang ga punya telinga, yang buta, dan disebutkan kenapa disebutkan ‘hitam’ karena warna hitam itu cukup untuk menyimpan aib-aib yang lainnya. Dan tidaklah pantas seorang suami menyebut istrinya sebagai wanita ciptaan Allah dengan sifat-sifat yang buruk. Dan memang tidak boleh.
--------------
“Aku dengar, ingat dengan kejadian itu, maka aku bersabar. Mudah-mudahan perempuan ini seperti yang aku harapkan. Selang berapa waktu, aku terbiasa melihat keburukannya.”
Orang-orang kalau awal melihat orang cacat itu kan mungkin ngeri. Tapi karena tiap hari melihat maka terbiasa.
“Ketika sudah terbiasa, subhanallah, pancaran kecantikannya bertambah dari dirinya. Yang menjadi usaha dia pertama adalah keridhoanku yang dicari oleh istriku itu. Setiap hari kebaikannya bertambah dan setiap hari kecantikannya bertambah di depan mataku. Sehingga aku tidak mau digantikan dengan wanita manapun yang lebih cantik dari dia.”
Kenapa? Karena dia sudah cinta sama istrinya.
Ketika Rasulullah ﷺ mengatakan, “Carilah yang agamanya baik”, ini benar-benar nasihat dari seorang nabi, bukan dari seorang ustadz. Nabi ﷺ memberi nasihat dan beliau tau yang diinginkan oleh seseorang itu adalah ketentraman di rumahnya, kedamaian di surganya sana.
Punya istri cantik tapi ngga taat, apa gunanya?



Komentar
Posting Komentar