UST. YAHYA ABDUL AZIZ - KAJIAN AL USHUL ATS TSALATSAH
MARI MENGENAL PENCIPTAMU
Resume Kajian al Ushul ats Tsalatsah
Pemateri: Ustadz Yahya Abdul Aziz
Tanggal: Selasa 17 Jumadil Awal 1438 / 14 Februari 2017
Pukul 16.30- 17.30
Tempat: Masjid Al Huda (Samping RM Suharti) Jalan Raya Jatinangor dekat kampus Unpad
________
Muqaddimah
Keutamaan menuntut ilmu
*Para malaikat mengepakan sayapnya kepada para penuntut ilmu
Rasulullah ﷺ bersabda,
وَإِنَّ الْمَـلاَئِـكَةَ لَتَضَعُ أَجْـنِحَـتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًا بِمَا يَصْنَعُ، وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَـسْـتَغْـفِـرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَـا وَاتِ وَمَنْ فِي الأَرْضِ حَتَّى الْحِـيْتَـانُ فِي الْمَـاءِ
Sesungguhnya para Malaikat membentangkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha atas apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya orang yang berilmu benar-benar dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi, bahkan oleh ikan-ikan yang berada di dalam air.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud]
________
3 perkara dasar yang wajib dipelajari manusia adalah
1. Ma’rifatu ar-Rabb (mengenal Allah)
Mengenal siapa penciptanya
2. Ma’rifatu ad-Din (mengenal agamanya)
3. Ma’rifatu an-Nabi (mengenal nabinya)
______
Al Ushul (الأصول) merupakan bentuk jamak dari al-Ashl (الأصل), yang artinya, apa-apa yang dibangun di atasnya sesuatu yang terlahir darinya pondasi jika itu adalah sebuah bangunan, dan akan melahirkan cabang jika itu adalah sebuah pohon. Seperti yang Allah firmankan,
أَلَم تَرَ كَيفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصلُها ثابِتٌ وَفَرعُها فِى السَّماءِ
Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit, [Ibrahim: 24]
Al Ashl (pokok) yang dimaksud disini adalah perkara Aqidah, dan yang menjadi pokok ushuluddin adalah mengenal Allah
Sebagian orang menyebutnya dengan Ilmu Teologi (ilmu yang mempelajari tentang ketuhanan)
__________
Ketiga perkara diatas yaitu mengenal Rabbnya, mengenal Agamanya, dan mengenal Nabinya merupakan Ushuluddin, berdasarkan hadits Al Bara bin Azib yang sangat panjang tentang nikmat dan azab kubur, dan apabila orang itu bertakwa maka dia dapat menjawab pertanyaan di alam kubur tersebut,
قَالَ فَتُعَادُ رُوحُهُ فِي جَسَدِهِ فَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ مَنْ رَبُّكَ فَيَقُولُ رَبِّيَ اللَّهُ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا دِينُكَ فَيَقُولُ دِينِيَ الْإِسْلَامُ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ فَيَقُولُ هُوَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Rasulullah bercerita: Maka ruhnya dikembalikan ke jasadnya. Lalu datanglah dua malaikat yang mendudukkannya seraya bertanya kepadanya : Siapakah Rabb-mu ? Ia menjawab : Allah Rabb-ku. Lalu keduanya bertanya : Apakah agamamu ? Ia menjawab : Islam agamaku. Keduanya bertanya lagi : Siapakah lelaki ini yang diutus kepadamu ? Ia menjawab : Dia adalah Rasulullah ﷺ.
_______
Al-Ashl pertama: Ma’rifatu ar-Rabb
Jika ditanyakan kepadamu: siapa tuhanmu? Maka jawablah Rabbku adalah Allah yang memeliharaku dan memelihara semesta alam dengan segala nikmat yang dikaruniakan-Nya. Dia adalah sembahanku, aku tidak memiliki sembahan selain-Nya. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. [Al Fatihah: 2]
Segala sesuatu selain Allah adlah alam (seperti alam jin, alam malaikat dst) dan aku adalah salah satu dari alam itu.
_______
PENJELASAN
Kata Rabb (ربّ) bermakna Malik (penguasa), Sayyid (raja), Ma’bud (sembahan)
Jika disandingkan dengan alif lam (ال) menjadi ar-Rabb (الربّ) maka maknanya harus tertuju kepada Allah
Tarbiyah (pendidikan) Allah kepada makluknya (jin dan manusia) ada 2:
1. Allah mengurus hambanya dengan memberi berupa nikmat –nikmat materi (rezeki, makanan, minuman dst)
2. Allah mengurus hambanya dengan mengutus Rasul-rasulnya.
***
Resume Kajian al Ushul ats Tsalatsah
Pemateri: Ustadz Yahya Abdul Aziz
Tanggal: Selasa 17 Jumadil Awal 1438 / 14 Februari 2017
Pukul 16.30- 17.30
Tempat: Masjid Al Huda (Samping RM Suharti) Jalan Raya Jatinangor dekat kampus Unpad
________
Muqaddimah
Keutamaan menuntut ilmu
*Para malaikat mengepakan sayapnya kepada para penuntut ilmu
Rasulullah ﷺ bersabda,
وَإِنَّ الْمَـلاَئِـكَةَ لَتَضَعُ أَجْـنِحَـتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًا بِمَا يَصْنَعُ، وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَـسْـتَغْـفِـرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَـا وَاتِ وَمَنْ فِي الأَرْضِ حَتَّى الْحِـيْتَـانُ فِي الْمَـاءِ
Sesungguhnya para Malaikat membentangkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha atas apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya orang yang berilmu benar-benar dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi, bahkan oleh ikan-ikan yang berada di dalam air.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud]
________
3 perkara dasar yang wajib dipelajari manusia adalah
1. Ma’rifatu ar-Rabb (mengenal Allah)
Mengenal siapa penciptanya
2. Ma’rifatu ad-Din (mengenal agamanya)
3. Ma’rifatu an-Nabi (mengenal nabinya)
______
Al Ushul (الأصول) merupakan bentuk jamak dari al-Ashl (الأصل), yang artinya, apa-apa yang dibangun di atasnya sesuatu yang terlahir darinya pondasi jika itu adalah sebuah bangunan, dan akan melahirkan cabang jika itu adalah sebuah pohon. Seperti yang Allah firmankan,
أَلَم تَرَ كَيفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصلُها ثابِتٌ وَفَرعُها فِى السَّماءِ
Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit, [Ibrahim: 24]
Al Ashl (pokok) yang dimaksud disini adalah perkara Aqidah, dan yang menjadi pokok ushuluddin adalah mengenal Allah
Sebagian orang menyebutnya dengan Ilmu Teologi (ilmu yang mempelajari tentang ketuhanan)
__________
Ketiga perkara diatas yaitu mengenal Rabbnya, mengenal Agamanya, dan mengenal Nabinya merupakan Ushuluddin, berdasarkan hadits Al Bara bin Azib yang sangat panjang tentang nikmat dan azab kubur, dan apabila orang itu bertakwa maka dia dapat menjawab pertanyaan di alam kubur tersebut,
قَالَ فَتُعَادُ رُوحُهُ فِي جَسَدِهِ فَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ مَنْ رَبُّكَ فَيَقُولُ رَبِّيَ اللَّهُ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا دِينُكَ فَيَقُولُ دِينِيَ الْإِسْلَامُ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ فَيَقُولُ هُوَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Rasulullah bercerita: Maka ruhnya dikembalikan ke jasadnya. Lalu datanglah dua malaikat yang mendudukkannya seraya bertanya kepadanya : Siapakah Rabb-mu ? Ia menjawab : Allah Rabb-ku. Lalu keduanya bertanya : Apakah agamamu ? Ia menjawab : Islam agamaku. Keduanya bertanya lagi : Siapakah lelaki ini yang diutus kepadamu ? Ia menjawab : Dia adalah Rasulullah ﷺ.
_______
Al-Ashl pertama: Ma’rifatu ar-Rabb
Jika ditanyakan kepadamu: siapa tuhanmu? Maka jawablah Rabbku adalah Allah yang memeliharaku dan memelihara semesta alam dengan segala nikmat yang dikaruniakan-Nya. Dia adalah sembahanku, aku tidak memiliki sembahan selain-Nya. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. [Al Fatihah: 2]
Segala sesuatu selain Allah adlah alam (seperti alam jin, alam malaikat dst) dan aku adalah salah satu dari alam itu.
_______
PENJELASAN
Kata Rabb (ربّ) bermakna Malik (penguasa), Sayyid (raja), Ma’bud (sembahan)
Jika disandingkan dengan alif lam (ال) menjadi ar-Rabb (الربّ) maka maknanya harus tertuju kepada Allah
Tarbiyah (pendidikan) Allah kepada makluknya (jin dan manusia) ada 2:
1. Allah mengurus hambanya dengan memberi berupa nikmat –nikmat materi (rezeki, makanan, minuman dst)
2. Allah mengurus hambanya dengan mengutus Rasul-rasulnya.
***



Komentar
Posting Komentar