DA'WAH OR DESTRUCTION - Zakir Naik [1]



Part 1
Public Lecture by : dr. Zakir Naik
Venue: Gymnasium UPI, 02 April 2017

***
A. Da'wah

Da'wah dapat diartikan sebagai seruan. Seruan kepada apa? Seruan kepada Islam. Lebih spesial lagi adalah mengajak dan menginformasikan non-muslim agar menuju islam. Kita mengemban tanggung jawab untuk berda'wah. Ini adalah sebuah kehormatan untuk kaum muslimin. Allah berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Ali Imran:110)

Ada tanggung jawab kita sebagai muslim, apabila ingin menjadi ummat terbaik untuk manusia: Mengajak baik dan melarang munkar, yang tidak lain adalah berda'wah. Apabila kita tidak berda'wah, kita tidak akan disebut ummat terbaik. Hukumnya adalah fardhu.

Dalam ayat lain, Allah berfirman:

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. (Al Baqarah:143)

B. Apabila Muslimin Meninggalkan Tugas Da'wah

Da'wah memang tugas yang berat. Terlebih lagi media sekarang menyebarkan issue-issue yang tidak baik tentang islam. Namun ancaman nya begitu mengerikan apabila kita meninggalkan tugas ini. Allah berfirman:

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (At Taubah:24)


-Intermezzo:At Taubah, surat spesial-

Dalam Al-Quran, semua surat diawali dengan kalimat basmallah, kecuali satu. Itulah At-Taubah. Surat ini menjadi istimewa. Kenapa dikatakan istimewa? bukankah tidak ada basmallahnya? Apa alasan tidak ada basmalahnya? karena, surat ini berisi ultimatum kepada kaum musyikin. Analogi sederhana nya seperti ini.

Apabila kita sedang jalan-jalan bersama keluarga, lalu kita menemukan penjahat yang akan membahayakan kita, apakah kita akan berkata lemah lembut terhadapnya? Tentu tidak. Begitupun Allah, Allah tidak menaruh "Maha Pengasih dan Maha Penyayang" di dalam surat tersebut dikarenakan berisi peperangan, ultimatum untuk kaum musyrikin.

-End of intermezzo-

Dalam ayat di surat at-taubah diatas, kita dapat menyimpulkan:
tidak berda'wah?--> tunggu kehancuran
anak, istri, harta, dsb lebih dicintai daripada Allah dan Rasul-Nya? --> Tunggu kehancuran

Sebagai orang beriman, seharusnya kita bersegera mengamalkan perintah berda'wah ini.

وَقَالَ الَّذِي آمَنَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُونِ أَهْدِكُمْ سَبِيلَ الرَّشَادِ

"Orang yang beriman itu berkata: "Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar." (Ghafir:38)

Celakalah kita apabila kita tidak mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya, terlebih lagi tidak mengamalkannya. Bisa-bisa kita digantikan oleh kaum yang lain. Seperti apa yang dilakukan kaum Yahudi. Mereka tidak patuh kepada Tuhannya sehingga digantikan oleh kaum Arab (Nabi yang diutus awalnya terus berasal dari Bani Israil, namun karena Yahudi tidak patuh, akhirnya digantikan oleh kaum Arab)

Di Indonesia ini, Alhamdulillah menjadi negara bermayoritas muslim dan populasi muslim terbesar di dunia. Namun INGAT! Semakin banyak kuantitasnya, semakin besar pula beban da'wah yang diemban. Apabila kaum muslimin di Indonesia tidak beragama dengan benar dan tidak menjalankan tugasnya dalam berda'wah? Indonesia terancam tergantikan oleh kaum lain.

Indonesia harus menjadi contoh terbaik untuk bangsa lain. Memang, sayang sekali negara muslim di dunia saat ini belum ada yang mengamalkan Al-Quran dan Sunnah 100%. Namun, di Indonesia ini, terlihat sedikit demi sedikit mulai menuju Al-Quran dan Sunnah. Walaupun masih banyak yang tidak mengikutinya. In Sya Allah dalam beberapa tahun kedepan, Indonesia dapat mewujudkannya, negara yang mengikuti Al-Quran dan Sunnah.

Janganlah takut ketika berda'wah akan kehilangan tahta, wanita, harta, dsb, karena LIFE IS TEMPORARY. Contohlah Asiah, istri Fir'aun yang berani menggadaikan kehidupan di dunia untuk mendapatkan sebuah rumah di Surga. Allah berfirman:

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Dan Allah membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim. (At-Tahrim:11)

C. Meluruskan Persepsi Orang "Sukses"

Orang yang sukses bukanlah dia yang punya mobil mewah, rumah, atau pekerjaan. Orang yang sukses adalah orang yang lulus test di dunia ini dan pada akhirnya masuk Surga. Untuk menjadi orang sukses, kita harus mengubah diri kita menjadi lebih baik. Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Rad:11)

"FOLLOW QURAN AND SUNNAH, THE BENEFITS IS NOT FOR NOW, BUT FOR TOMORROW. Read it, understand it, and implement it!"


D. Berda'wah kepada non-Muslim

Apabila ada seorang pencuri yang datang kerumah lalu ingin mengusik kehormatan ibumu, apa yang akan kamu lakukan? Memukulnya? atau bahkan membunuhnya? Engkau tahu sendiri jawabannya.

Mengapa engkau hanya berdiam diri ketika Tuhanmu DIUSIK oleh orang-orang non-Muslim? Allah berfirman:

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا (88) لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا (89) تَكَادُ السَّمَوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا (90) أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا (91) وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا (92)

“Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menda’wakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” (QS. Maryam: 88-92)

Sekali lagi, mengapa engkau hanya berdiam diri saja? Padahal engkau tidak perlu memukul, tidak perlu membunuh, tinggal BUKA MULUT, DAN BERITAHUKAN BAHWA ALLAH ITU TIDAK BERANAK DAN DIPERANAKKAN. Mengapa kamu sangat pasif dalam menanggapi hal ini? Mengapa takut untuk berda'wah kepada non-muslim?

Kebanyakan muslim takut untuk berbicara. Padahal kalau kita berdiam diri saja, Yahudi dan Nasrani lah yang akan menyeret kita kepada agamanya.

وَقَالُوا لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ كَانَ هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ ۗ تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ ۗ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani". Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar". (Al-Baqarah:111)

Bagaimana apabila ada non-muslim yang mengajak kita murtad? Tanyakanlah: "BUKTI KEBENARANMU MANA?". Lalu, setelah orang tersebut telah memberikan buktinya, CEKLAH KEBENARANNYA. Waspadalah! Misionaris  menggunakan Al-Quran untuk menghancurkan kita.

------

#ResumeKajian
____________________
©Hunter Unpad 2017
Line@ ID : @vql7648g
Website : hunter-unpad.blogspot.co.id
https://line.me/R/ti/p/%40vql7648g

Komentar

Postingan Populer