FIQH ASMAUL HUSNA - Ust. Abu Umar Indra
Waktu : 09.00 - 10.00
Pemateri : Ust. Abu Umar Indra -hafizhahullāh-
Tempat : Masjid at-Taqwa, Parakan Mas, Antapani
Al Hayyu Al Qayyum
- Nama Allāh Al Qayyum mengandung penetapan sifat Allāh yang mandiri, Allāh berdiri sendiri dan mendirikan makhluknya. Menunjukkan kaya-nya Allāh. Sesungguhnya manusia itu faqir dan sangat membutuhkan Allāh (Q. S. Fathiir : 15.) Faqir itu sangat butuh kepada Allāh, adapun Allāh adalah yang maha Ghaniy, Maha Kaya dan tak butuh kepada hambaNya. Orang yang lemah iman maka ia tak akan bisa merasakan kebutuhannya kepada Allāh. -Q. S. Luqman : 11 Menunjukkan bahwasanya hasil dari amal hambaNya akan kembali kepada hambanya. Allah Ghaniy tak butuh makhluk atau tempat untuk berdiri, karena Allāh beristiwa’ diatas 'Arsy. Kalau saja seluruh makhluk ini hilang dan tak ada. Allāh Maha Hidup. Allāh sudah ada sebelum apapun karena Allāh itu Al Hayyu dan Al Awwal. Dalam hadith qudsi disebutkan :”Allaah berfirman; 'Sesungguhnya kalian tidak akan sampai kepada sesuatu tingkatan yang dapat memudharatkan diriku dan sesuatu tingkatan yang dapat memberi kemanfaatan kepada diriku.’
- Allāh mendirikan makhlukNya. Menampakkan kekuasaan Allāh dan keteraturan kepada makhlukNya. Bahkan manusia terhebat pun ga bisa mengatur dirinya sendiri. “Saya mau sakit di tahun 2018 selama dua hari.” Ga bisa. Allāh mampu mengatur seluruh makhlukNya. Allāh mengatur makhluknya selama mereka ada. Allāh selalu sibuk (Q. S. Ar Rahma : 29). Tak ada satu waktu pun menunjukkan bahwa Allāh lelah. Semua makhluk pasti membutuhkan pertolonganNya. Apakah setiap sifat makhluk memiliki kesamaan sifat terhadap makhlukNya? (Q. S. Ar Ra’d : 33.) Allāh menahan langit dan bumi agar tidak jatuh, kalau pake logika segala sesuatu itu pasti ada penopangnya agar tak jatuh (Q. S. Fathir : 41). Menunjukkan bahwa kita nih butuh banget kepada Allāh. Allāh menurunkan hujan kepada makhlukNya sebagai bentuk bahwasanya Allāh lah yang Maha Kuasa menurunkan rezeki, kalau Allāh menghentikan hujan untuk turun di Bumi, maka air pasti berubah rasa, warna, dan baunya. Maka sungguh kita sangat butuh kepada Allāh. Hujan itu rahmat dan rezeki dari Allāh yang sangat baik. (Q. S. Ar Ruum : 25) salah satu tanda kekuasaanNya ialah berdirinya langit dan bumi. Bahwa al Hayyu al Qayyum adalah poros bagi semua nama, daripadanya kembali semua makna dari nama nama yang lain. Karena kalau Allāh al Hayyu maka Allāh bisa mendengar, melihat dan al Qayyum berarti makna perbuatan, al Qayyum berkaitan dengan mengatur makhluknya, contohnya, Allāh mempunyai nama Ar Razaq (yang Maha Memberi Rizki) maka maknanya kembali kepada al Qayyum, semua Asma’ul Husna kembali kepada al Hayyu al Qayyum. Seluruh makna dari nama Allāh itu sudah diwakilkan dari al Hayyu al Qayyum. Agungnya nama Allāh tsb. Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa -Yaa Hayyu Yaa Qayyum birrahmatika astaghitsu- seperti di dzikir pagi dan petang, bila ucapan itu disebutkan untuk berdoa, sangat bisa kita amalkan ketika kesulitan, dengan catatan kita harus yakin. Betapa banyak orang orang berdzikir tapi ga paham apa yang diucapkan. Oleh karena itu nama Allāh yang paling agung ketika kita ucapkan dalam doa maka Allāh pasti Allāh kabulkan. Kita harus berhusnuzhan kepada Allāh dengan selalu berdoa dan yakin bahwa Allāh pasti kabulkan.
- Kehidupan yang sempurna meniadakan semua penyakit, ketika kehidupan penghuni surga tak akan ditimpa penyakit apapun baik fisik maupun hati. Al Qayyum, Allāh Maha Mengatur makhlukNya, maka tak ada yang dapat menghalangiNya. Apa yang tidak mungkin bagi manusia pasti bisa terjadi bagi Allāh.
- Ada seorang sahabat di zaman Rasuulullāh shalallāhu 'alayhi wa sallam yang berdoa dengan memuji Allāh dengan baik dan agung, tapi ga disebutkan secara spesifik dia minta apa, karena Allāh tau apa yang dia mau.
Simpulan — Kunci Bahagia : Tawakkal
Adab Asmaul Husna :
Membaca Lafadz, Memahami Makna, Berdoa dengan Asmaul Husna.



Komentar
Posting Komentar