KAJIAN KITAB SYARAH BULUGHUL MARAM - MENGANGAN-ANGANKAN KEMATIAN #3 (Bab Janaiz)




Pemateri : Ustadz Abu Haidar As-Sundawy (Hafizhahullah)

Tempat : Masjid Raya Cipaganti Bandung

Hari/Tanggal : Sabtu, 11 Rajab 1438 H / 8 April 2017 M


***

Hadits ke - 3 : "Seorang mukmin akan mati dengan berkeringat di keningnya" (HR. At-Tirmidzi, An-Nasa'i, Ibnu Majjah). sanadnya yang tadinya dhaif menjadi hasan menurut Ibnu Hibban karena ada hadits semakna namun berbeda lafadz.


وَعَنْ بُرَيْدَةَ رضي الله عنه عَنِ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( اَلْمُؤْمِنُ يَمُوتُ بِعَرَقِ الْجَبِينِ ) رَوَاهُ اَلثَّلَاثَةُ وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ


Dari Buraidah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Orang yang beriman itu mati dengan keringat di dahi.” Hadits riwayat Ahmad.


Hal ini pun terjadi pada banyak orang-orang shaleh seperti Rasulullah Shalallahy alaihi wassalam, Ahman bin Hambal, dan banyak ulama-ulama lain yang dianggap shaleh dan berilmu.


Mengapa itu terjadi?

Karena rasa sakit yang tidak tertahankan. Maka menimbulkan reaksi munculnya keringat.


Imam Al-Qurtubhi menjelaskan ruh dalam kitab At-tadzkirah : Ruh itu menancap dalam titik saraf. Maka saat ruh itu dicabut memutuskan titik-titik urat dan saraf.


MENGAPA ORANG SHALEH SAKARATUL MAUTNYA BERAT?


Sakit yang kita alami selama hidup, mengurangi dosa dan mengundang pahala bila lahir dari ibadah dan dihadapi dengan sabar, termasuk jugs sakaratul maut.


Karena cinta Allaah kepada hambanya, Allaah dengan caranya diantaranya, Allaah akan datangkan penderitaan untuk menghapuskan dosa dan memberi hambanya hidayah untuk bertaubat, atau Allaah belum memberikan hidayah tetapi Allaah menghapuskan dosa-dosanya dengan musibah, atau juga diberikan hidayah untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang lain.


Ketika seorang mukmin jatah umurnya sedikit lagi, tetapi masih ada dosa di dalam dirinya. Dan Allaah ingin menghapuskan dosa-dosanya, maka Allaah memberikan penderitaan pada saat sakaratul maut. Jadinya seorang hamba tersebut mati dalam kondisi bersih dari dosa. Bertemu dengan Allaah tanpa membawa dosa-dosa sedikitpun.


Berbeda dengan orang kafir, Allaah memberikan kenikmatan pada orang kafir di dunia, dengan kekayaan, jabatan dan hal-hal yang lain. Jika kita melihat yang seperti itu, maka ada dua kemungkinan :

1. Orang itu sering melakukan kebaikan, lalu Allaah membalasnya di dunia.

2. Istidraj/Tipu Daya.


Dan jika orang kafir mati dengan kebaikan yang masih tersisa, lalu Allaah belum membalasnya dengan Harta, Tahta atau Jabatan. Maka Allaah balas kebaikan yang tersisa itu dengan diberikannya kemudahan dalam sakaratul maut. Seolah-olah mati dalam keadaan yang baik dan mengalami Ketenangan.


MENGAPA NABI MENGALAMI RASA SAKIT SAAT HIDUPNYA DAN SAAT SAKARATUL MAUT?


Padahal dalam QS. Al-Fath : 1-2 Allaah telah menjanjikan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengampuni dosanya yang telah lalu dan akan datang, sehingga beliau tidak memiliki dosa, sama halnya dengan anak-anak kecil yang belum baligh.


Maka kesakitan yang dialami orang yang tidak memiliki dosa tidak lain adalah untuk menaikkan derajatnya di akhirat.


Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,


يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً


“Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,


« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »


“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” [HR. Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4024, Ad Darimi no. 2783, Ahmad (1/185). Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 3402 mengatakan bahwa hadits ini shahih].


Semakin tinggi iman, maka semakin dahsyat ujiannya. Lalu ketika matinya pun diberi penderitaan. Kenapa diberi penderitaan? Karena untuk menaikkan derajatnya, dan untuk meningkatkan kemuliaannya.


Maka penderitaan yang ditahankan, menimbulkan keringat. Itulah kenapa orang mukmin saat matinya muncul keringat.


Beberapa penjelasan :

1. Berkeringat di dahi ada dua makna, dijelaskan oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Rahimahullaah.

- Makna yang pertama adalah, berkeringat di dahi ini adalah hanya sebagai kiasan. Menginterpretasikan kelelahan, kesulitan dalam menjalankan agama selama hidupnya yang memeras keringat dan dia melaksanakan poin-poin keimanan dan Syari'at sampai matinya.

- Makna yang kedua adalah ungkapan dari penderitaan, rasa lelah atau berat. Menahan sakit yang dialami oleh seorang mukmin untuk mengurangi dosa-dosanya.

____________________
©Hunter Unpad 2017
Line@ ID : @vql7648g
Website : hunter-unpad.blogspot.co.id
https://line.me/R/ti/p/%40vql7648g

Komentar

Postingan Populer