KAJIAN UST. SUBHAN BAWAZIER - MENJADI MUSLIM ITU ASIK

Pemateri : Ustadz Subhan Bawazier Hafizhahullah
Bertempat di : Masjid Al-Jama'ah, Komplek Pertamina Klayan -Cirebon
Hari, Tanggal : Ahad, 27 Jumadil Akhir 1438 H/ 26 Maret 2017
Pukul : 09.00-11.00 WIB



***
MUQADDIMAH
.
Tidak ada suatu kebaikan yang di sampaikan dengan kekerasan. Karena islam itu Asik.

Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الإِسْلاَم

“Sesungguhnya agama yang diridhoi di sisi Allah hanyalah Islam.” [QS Ali Imron: 19]
=======================


Berikut ini adalah cara-cara agar dapat merasakkan Asik nya islam :

1. Buat perjanjian dengan Allah

Wajib seseorang membuat perjanjian dengan Allah, sehingga orang tersebut akan beragama karena Allah.

Dari Abu ‘Amr atau Abu ‘Amrah Sufyan bin Abdillah, beliau berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِى فِى الإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ – وَفِى حَدِيثِ أَبِى أُسَامَةَ غَيْرَكَ – قَالَ « قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ فَاسْتَقِمْ ».

“Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ajarkanlah kepadaku dalam (agama) islam ini ucapan (yang mencakup semua perkara islam sehingga) aku tidak (perlu lagi) bertanya tentang hal itu kepada orang lain setelahmu [dalam hadits Abu Usamah dikatakan, “selain engkau”]. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Katakanlah: “Aku beriman kepada Allah“, kemudian beristiqamahlah dalam ucapan itu.”[HR Muslim]
Ibnu Rajab mengatakan, “Wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini sudah mencakup wasiat dalam agama ini seluruhnya.”



وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ
"Maka Tuhanmu Agungkanlah" [QS Al-Mudatsir : 3]

Awal perjanjian yang kita lakukan dengan Allah adalah saat berada di alam ruh.
Untuk itu perlulah kita untuk Memahami Allah sebagai landasan agama kita, dari mulai Rububiyah, Uluhiyah hingga Asma Wa Sifat.

Adapun salah satu dari tiga hal yang membuat kita merasakan manisnya islam adalah, ketika Allah dan Rasul-Nya lebih kita utamakan dibanding yang lain.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208]

Selain itu, kita juga perlu mengenal sirah nabi shalallahu 'alaihi wa sallam




لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُوْلِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ اْلآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيْرًا

“Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah" [QS Al-Ahzab : 21]


Maka dari itu Pelajari tentang Rasulullah dan para Sahabat. Karena setiap ibadah yang kita lakukan haruslah mencontoh dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam. Barangsiapa yang menjalankan Sunnah Rasulullah, maka hal ini merupakan lambang kecintaannya kepada Allah.

"........ Dan senantiasa seorang hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan Sunah hingga Aku mencintainya......." (HR Al-Bukhari)

Maksudnya adalah diantara sebab yang mendatangkan kecintaan Allah adalah dengan mengerjakan amalan-amalan Sunnah sesudah melaksanakan amalan wajib secara kontinyu.


2. Mengawasi diri

Mengawasi diri berarti hendaknya kita harus menjaga keistiqomahan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Katakanlah: “Aku beriman kepada Allah“, kemudian beristiqamahlah dalam ucapan itu.”[HR Muslim]

Salah satunya dengan bergaul bersama orang-orang yang shalih. Karena jika kita sudah taubat, tetapi kita tidak mengawasi diri kita, maka tidak menutup kemungkinan kita akan futur keimanan kembali.

Agar itu tidak terjadi, cobalah menyadari kesalahan-kesalahan atau dosa kita yang telah lalu, dan berkomitmen agar tidak mengulangi dosa itu kembali dan membenci dosa-dosa tersebut. Orang yang biasanya melakukan kembali dosa yang di masa lalu, karena mereka tidak sepenuhnya berkomitmen untuk meninggalkan dosa tersebut, dan belum total membenci perbuatan dosa tersebut, sehingga itulah yang menyebabkan mereka futur.

3. Harus ada kesungguhan dalam ibadah

و الذ ينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan” [QS al-‘Ankabuut: 69]


Bersungguh-sungguh dalam hal ini yaitu berupa ketotalan masuk kedalam islam, berilmu terhadap setiap kebaikan yang dilakukan dan tidak hanya ikut-ikutan saja.
Hidayah atau petunjuk didapat di saat hati tentram karena kita tidak mencampuradukan keimanan dengan kedzaliman atau dengan kata lain Tidak Talbis. (Talbis : Menampakan kebatilan dalam rupa Kebenaran)



4. Berserah diri dalam beragama (Aslim Taslamu)

Taslim (تسلم) yang artinya berserah diri. Maknanya kita harus total dan tawakal dalam beragama. Adapun cara agar kita mampu berserah diri adalah dengan memperbanyak mengkaji ilmu-ilmu islam, sehingga kita bisa kembali ke hukum agama. Karena belum dikatakan berhasil dalam berdakwah sampai hukum-hukum sudah merujuk ke hukum islam.
Seseorang yang sudah beriman akan lebih mudah di arahkan untuk ber taqwa di banding orang yang belum beriman. Dengan bertaqwanya seseorang, maka akan mudah baginya untuk bertawakal.

Selain itu, orang yang beriman tentulah memiliki konsekuensi akan keimanannya. Contohnya beriman kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam, tentunya memiliki beberapa konsekuensi.

Adapun 4 konsekuensi beriman kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam, yaitu:
1. Taat perintah Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam
2. Jauhkan semua larangan Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam. Karena perkataan Nabi adalah wahyu
3. Percaya dengan apa yang beliau kabarkan
4. Belajar menerima syariat yang Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam ajarkan

Jika di dalam hati tidak ditemukan keragu-raguan dan mereka termasuk orang yang berserah diri, maka mereka akan tunduk dan patuh pada perintah-perintah tersebut

link youtube:
https://m.youtube.com/watch?v=Pd3d_xoHhsM

#NeverEndingResume
***
JANGAN LUPA
Hadir juga di Kajian Ustadz Subhan Bawazier, yang bertemakan "SUPERMUSLIM : Muda, Kuat, Taat Syariat". In syaa Allaah ada hari Jum'at, 4 Rajab 1438 H/ 31 Maret 2017 M. waktu Ba'da Maghrib - Selesai, bertempat di Masjid Raya Universitas Padjadjaran.
Ajak serta teman, kerabat, keluarga dan Istri(Kalo udah punya). biar kajian semakin semarak hehe.

____________________
©Hunter Unpad 2017
Line@ ID : @vql7648g
Website : hunter-unpad.blogspot.co.id
https://line.me/R/ti/p/%40vql7648g

Komentar

Postingan Populer