SYARAH BULUGHUL MARAM - Mengangan-angankan Kematian #2 (Bab Janaiz)


Pemateri : Ustadz Abu Haidar As-Sundawy (Hafizhahullah)

Tempat : Masjid Raya Cipaganti

Hari/Tanggal : Sabtu, 5 Rajab 1438 H/ 1 April 2017 M




MOTIVASI BERSABAR


 1. Yakini bahwa dosa berguguran

 2. Mendapat pahala yang besar

 3. Doa dikabulkan oleh Allah

 4. Derajat dimuliakan Allah

 5. Sesai berlalunya musibah diberi dua keuntungan


KEUNTUNGAN YANG MEMPEROLEH MUSIBAH.


Sesuai berakhirnya musibah terdapat kedua keuntungan kepada kita. Dari mana kita tau jika akan mendapatkan keuntungan.

Allah  berfirman:


فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,"

(QS. Al-Insyirah 94: Ayat 5)

اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

"sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."

(QS. Al-Insyirah 94: Ayat 6)


Disini terjadi pengulangan 2 kali. Maka maknanya setelah datang 1 kesulitan setelahnya akan diberi 2 kemudahan.


Kata Nabi Shallahu'alaihi wasallam, setiap kali orang sabar, pertolongan Allaah subhanahuwata'laa akan datang.


Berkata Syaikh Al-Utsaimin,


Kisah Hajaj Ibn Yusuf, seorang Panglima yang dzolim dan Ahli bahasa yang dimana ia pertama kali memberikan Syakal pada huruf arab. Suatu saat ada seseorang yang mengatakan "Fu'lah" dihadapan Hajaj Ibn Yusuf. Maka Hajaj Ibn yusuf menyanggahnya bahwa kata itu tidak ada. Dan Hajaj Ibn Yusuf mengatakan "Coba cari orang Arab Baduy atau Ahli Bahasa yang menggunakan kata-kata "Fu'lah". Jika tidak menemukannya maka kepalanya akan dipenggal. Akhirnya saat ia ke kampung mencari orang yang menggunakan kata-kata Fu'lah. Dan akhirnya terdengar ada orang yang menyebutkan "Fu'lah". Maka 1 kemudahan telah didapat. Selanjutnya pulanglah ia dan mendatangi Hajaj Ibn Yusuf. Tetapi terdengar ada kabar mengenai kematian "Hajaj Ibn Yusuf". Lalu orang tadi berkata "Saya tidak tau Mana yang lebih menguntungkan, tetapi 2 kejadian ini menyenangkan".


Inilah kisah yang dijadikan contoh oleh Syaikh Utsaimin untuk kejadian Allah menimpakan kesulitan dan memberi 2 kemudahan.


Hadits riwayat Tirmidzi, Rasulullah Shalallallahu alaihi wassalam bersabda, "Ketahuilah bahwa pertolongan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan.”


Oleh karena itu sabarlah kita dan jangan putus asa dari rahmat Allaah dan jangan mengangan-angankan kematian.




FAIDAH HADIST :




 1. Hadist ini menjelaskan mengenai haramnya mengangan-angankan kematian.




Disini laranganya kematian ditekankan. Ini jika mengangan-angankan kematian jika tertimpa musibah, lalu bagaimana jika mengangan-angankan kematian jika bukan karena musibah? Dirinci oleh Imam Ibnu Rajab, diantara contoh kasus mengangan-angankan kematian adalah, (1) mengangan-angankan kematian yang Agung "Syahid", meminta dimatikan dalam keadaan syahid tidaklah teralarang. Bukan karena keputus asaan, tetapi karena ingin matinya dalam kondisi yang agung. Oleh karena itu jika ada orang yang meminta dimatikan dalam kondisi syahid, Allah menggabungkan dia dengan golongan para syuhada.  (2) Sangat merindukan Allaah Azza wa jalla. Kebahagian, Ketenangan dan kesejukan didapatkan saat ia sedang dalam kondisi beribadah. Maka kecintaanya terhadap Allaah sangatlah tinggi sehingga ingin meninggal karena sangat rindu terhadap Allah. Yang seperti ini menurut Imam Ibnu Rajab Rahimahullaah adalah boleh.


Nabi Shalallahu'alaihi wasallam bersabda,

Siapa orang yang mencintai pertemuan dengan Allah maka Allah juga mencintai pertemuannya. (HR. Bukhari)


 1. Hadits ini menjelaskan wajibnya sabar terhadap seluruh musibah yang dialami manusia. diambil dari larangan meminta kematian ketika ada musibah, sehingga sabar wajib baginya.

 2. Apabila seseorang terpepet, dalam situasi yang kritis maka ia harus meminta keputusan keada Allah karena Allah yang lebih tau mana yang lebih baik bagi kita, maka berdoalah sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam.

 3. Manusia tidak mengetahui perkara yang ghaib, sementara Allah tahu karena Allah lah yang telah menetapkan seluruh takdir 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi,

 4. Tentang tetapnya Ilmu Allaah terhadap perkara-perkara yang akan datang dan ntidak ada satupun peristiwa kecuali dengan kehendak Allah.

 5. Kadang-kadang kematian lebih baik bagi seseorang, Kadang-kadang juga kehidupan lebih baik bagi seseorang. Sebagaimana menurut perkataan Nabi Shallahu'alaihi wasallam, ada orang diakhir zaman nanti datang ke kuburan, dia berkata "Celaka aku, seandainya akulah yang dikuburkan di tempat ini" karena dahsyatnya fitnah pada zaman itu. Lalu ia meminta mati karena ingin menyelamatkan agamanya. Maka Kadang-kadang mati lebih baik bagi ia.

#ResumeKajian
____________________
©Hunter Unpad 2017
Line@ ID : @vql7648g
Website : hunter-unpad.blogspot.co.id
https://line.me/R/ti/p/%40vql7648g

Komentar

Postingan Populer