TES TAUHID MENJELANG HARI SENIN
Sudah ada rencana nyelamatin Natal kpd keluarga/rekan/kolega?
Apa yg meletarbelakangi shg anda hendak mengucapkan seamat Natal?
Jawaban yg sering kita dengar adalah sbg wujud toleransi antar umat beragama di Indonesia yg bhineka tunggal ika.
Mungkin diantara anda ada yg menganggap bahwa ini persoalan sepele, tapi tahukan anda bahwa sebetulnya ini menyangkut masalah Aqidah, Tauhid anda sebagai seorang Muslim?
Coba dipikir ulang. Dengan hati yg bersih, akal yg sehat, dan dengan iman yg shahih. Mari sedikit kita bahas.
Sebetulnya apa itu hari Natal?
Menurut Wikipedia, Natal (dari bahasa Portugis yang berarti "kelahiran") adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus.
Jelaslah obyek perayaannya, yakni HARI KELAHIRAN YESUS KRISTUS sbg Tuhan mereka, atau dlm bahasa Islamnya kita pahami,
Yesus= ISA
Kristus= AL-MASIH (pengusap/pengurap)
Pertanyaan pertama. Bagaimana Islam mengajari seorang Muslim dlm mengimani Isa ‘alaihissalam? Sebagai Tuhan atau sebagai Nabi?
Pertanyaan Kedua. Apa keyakinan umat Nasrani thd Isa Al Masih? Sebagai Tuhan atau sebagai Nabi?
Pertanyaan Ketiga. Bagaimana jika seorang Muslim menyetujui/meridhoi nabi Isa adalah Tuhan? Masihkah dia berada diatas keIslamannya?
Tahukah anda, menurut umat Nasrani siapakah org tua Yesus Kristus itu? Ia adalah Tuhan Bapa. Atau dlm Islam kita kenal Tuhan Bapa ialah Allah Azza Wa Jalla.
Pertanyaan Keempat. Setujukah anda bahwa Nabi Isa dilahirkan oleh Allah Azza Wa Jalla?
Jika anda setuju, bagaimana anda memahami Ayat yg agung ini?
وقالتاليهود عزير ابن الله وقالت النصارى المسيح ابن الله ذلك قولهم بأفواههم يضاهئون قولالذين كفروا من قبل قاتلهم الله أنى يؤفكون}
Artinya: “Orang-orang Yahudi berkata, “Uzair itu putra Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?” (QS. At Taubah : 30).
Dan satu surat yg tentunya sudah kita hafal bersama ini.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ﴿٤
Artinya:
“1). Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa
2). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
3). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
4). Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. (QS. Al-Ikhlas)
Pertanyaan Kelima. Bukankah dengan anda mengucapkan selamat atas kelahiran Nabi Isa/Yesus itu sama halnya anda juga mengucapkan selamat atas Allah/Tuhan Bapa yang telah melahirkan anak (beranak)? Bukankah sudah disebutkan dlm ayat yg mulia td bahwa Allah tidak beranak?
Pertanyaan Keenam. Setujukah anda bahwa agama Nasrani sudah ada sebelum Islam diturunkan dan Rasulullah shalallahu’alihiwasallam diutus oleh Allah ‘Azza Wa Jalla? Melihat kita imani bahwa fitnah nabi Isa (terbentuknya agama Nasrani yg sekarang) telah muncul semenjak zaman sebelum Rasulullah shalallahu’alaihiwasallam dilahirkan.
Nabi ‘alaihisholatuwassalam pada zamannya pernah berkomunikasi dg beberapa Pembesar Nasrani, diantaranya Raja Kisra dr Persia dan Raja Heraclius dr Romawi. Dan tentulah pd zaman tersebut telah ada perayaan hari kelahiran Tuhan mereka.
Pertanyaan Ketujuh. Pernahkah Nabi kita shalallahu’alaihiwasallam mengucapkan selamat Natal kpd umat Nasrani pd zaman tersebut?
Sedikit berbagi kisah, beliau Nabi kita shalallahu’alaihiwasallam pernah mengirimi surat kepada mereka (Raja Persia dan Romawi).
Tahukah anda apa pembuka surat yg Nabi tulis?
سلام على منتبع الهـدا
Artinya: “Keselamatanlah bagi siapa yg mengikuti Al Huda (petunjuk-Al Islam)”
Tahukah anda apa slh satu kalimat dlm surat tersebut?
اسلم تسلم
Artinya: “Masuk Islamlah kamu, niscaya kamu akan selamat”
Dan Alhamdulillāh sampai saat ini tdk ditemukan adanya riwayat dari Nabi Muhammad shalallahu’alaihiwasallam atau para sahabat, para tabi’in atau tabi’ut tabi’in dan org shaleh yg mengikuti mreka di generasi setelahnya yang mengucapkan selamat Natal kepada umat Nasrani di zaman mereka masing2.
Pertanyaan Kedelapan. Berdasarkan hal diatas, setujukah anda bahwa sebaik2 petunjuk bg umat Muslim dlm berIslam adalah petunjuk/contoh Nabinya shalallahu’alaihiwasallam?
“Wah anti Pancasila nih”.
Thayyib, Mohon dicek ulang, apa bunyi dan makna sila pertama dlm pancasila?
“Ketuhanan Yang Maha Esa”
Menurut KBBI, esa n ahad, satu, tunggal.
TUNGGAL.
Pertanyaan Kesembilan. Apakah Tuhan orang Nasrani betul2 hanya 1? Bukankah ada 3 Dzat?
Bagaimana anda bisa menjelaskan 3 Dzat itu adalah satu?
Yg mana 3 Dzat tersebut umat Islam juga menganli dan mengimaninya
- ‘Roh Kudus’ dlm Islam= malaikat Jibril
- ‘Tuhan Bapa’ dlm Islam= Allah azza wajalla
- ‘Yesus’ dlm Islam= nabi Isa alaihissalam
Pertanyaan Kesepuluh. Setujukah anda sbg Muslim bahwa Allah azzawajalla, nabi Isa, dan malaikat Jibril merupakan satu Dzat?
Lantas, bagaimana anda menjelaskan ayat berikut ini?
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, “Bahwasanya Allâh salah satu dari tiga tuhan”, padahal sekali-kali tidak ada ilah (yang berhak diibadahi) selain Allâh Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” [Al-Maidah/5:7]
Oke, cukup.
Kalo Agama dilanggar, Dasar Negara dilanggar,
Pertanyaan Terakhir,
Jadi anda ini Islam dan Indonesia yang mana?
Saudara/iku ketahuilah, ini bukan anti toleransi. Islam mengajarkan kita utk bertoleransi thd umat beragama namun bukan dengan mengorbankan Aqidah/Tauhid kita sebagai seorang Muslim.
Bukankah kita setuju, bahwa aqidah dan tauhid merupkan pondasi dalam Islam, bak Islam adlh sebuah bangunan.
Dan tahukah anda bahwa krn ketidaktahuan anda ttg bagaimana semestianya melakukan maintenance bangunan tsb, apa yg telah anda lakukan itu scr tdk anda sadari telah menggerogoti pondasi bangunan yg anda miliki?
Bagaimana jika pondasi tersebut sudah semakin rapuh? Apakah tetap akan baik akan kokoh akan kuat bangunnya?
Khawatirkan kondisi keIslaman kita saudaraku. Jangan kita upayakan utk merobohkan keIslaman yg selama ini sudah kita bangun hanya karena melakukan sesuatu yg sebetulnya hal tsb disebabkan atas kebodohan/ketidak pahaman kita dlm memelihara bangunan Islam yg ada pd diri kita masing2.
Semoga ini bisa menjadi Ibroh bagi tmn2 semua utk berani dan pede memperlihatkan keIslamannya. Tunjukkan kemurnian ajaran Islam kepada para non muslim.
Jangan terkecoh dg ucapan selamat Idul Fitri atau selamat Idul Adha atau selamat berpuasa yang diucapkan oleh tmn2 Nasrani kita kpd kita. Sehingga memancing dan memanfaatkan kelengahan umat Muslim agar mengucapkan hari raya mereka juga yg dengannya scr tdk disadari kita telah merusak aqidah diri kita sendiri, hingga dikhawatirkan terindikasi melakukan satu dosa yg plg besar dan kezaliman yg plg zalim, sesuatu yg paling dibenci oleh Allah yaitu Syirik.
Cukuplah kita bermuamalah dengan mereka dg baik dan sekedarnya. Tanpa mengganggu ibadah mereka dan tetap pertontonkan akhlaq yg baik kpd mereka.
Sekali lagi, bukan dengan mengorbankan aqidah kita.
Jadi, Masihkah berencana utk mengucapkan selamat Natal?
Sebagai peringatan terakhir, inget2 terus 2 ayat ini ya.
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى . قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنتُ بَصِيرًا . قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ ءَايَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنسَى
“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. Berkatalah ia:”Ya Rabbku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya seorang yang melihat”. Allah berfirman:”Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu(pula) pada hari inipun kamu dilupakan”. (QS. Thaha:124-126)
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali”. (QS. An-Nisa:115)
Semoga diantara kita termasuk hambaNya yg diberi taufiq utk membenarkan, meyakini mengimani kebenaran ya. Serta dimudahkan dan dimampukan utk mengamalkan kebenaran tsb.
الله يهـديكم
بارك الله فيكم
Semarang, 6 Rabi’ul Akhir 1439 H / 24 Desember 2017
(Kiriman dari : MHK)
#HunterPost



Komentar
Posting Komentar